Jual Permen Hingga Air Mineral, Pria Ini Jadi Orang Super Kaya

Jual Permen Hingga Air Mineral, Pria Ini Jadi Orang Super Kaya

Naviri Magazine - Mungkinkah kita bisa kaya-raya dengan berjualan permen, biskuit, dan air mineral? Jawabannya bisa saja. Asal kita tahu bagaimana cara berjualannya. Sebagai contoh, kita bisa melihat seorang pria bernama Jogi Hendra Atmadja, yang saat ini menduduki peringkat ke-9 dalam daftar orang-orang terkaya di Indonesia. Apa pekerjaannya? Ya itu tadi, jualan permen sampai biskuit.

Jogi Hendra Atmadja adalah pendiri dan pemilik perusahaan Mayora, yang memproduksi permen Kopiko, biskuit Kelapa, Beng-Beng, Better, Torabika, hingga permen Kiss. Karenanya, dia dianggap sebagai sosok paling berpengaruh yang membesarkan perusahaan PT Mayora Indah Tbk. sebagai raja makanan ringan di Indonesia. Berikut ini uraian tentangnya.

Jadi komisaris Mayora sejak 1977

Sejak Mayora berdiri pada 1977 dan menetapkan pabrik produksinya di Tangerang, Jogi langsung menjabat sebagai komisaris. Di tangannya, Mayora pada 1990 memantapkan diri menjadi perusahaan publik.

Ada enam sektor yang difokuskan Mayora untuk memproduksi makanan olahan, antara lain biskuit, kembang gula, wafer, cokelat, kopi, dan makanan kesehatan.

Selain jadi komisaris Mayora, Jogi juga menjabat beberapa pucuk pimpinan, seperti Komisaris Utama PT Unita Branindo, PT Torabika Eka Semesta, PT Kakao Mas Gemilang, Komisaris PT Sinar Pangan Barat, dan PT Sinar Pangan Timur.

Membawa Mayora sebagai kompetitor produk legendaris

Sejak memegang kuasa perusahaan, Jogi menjadikan Mayora sebagai perusahaan yang patut diacungi jempol. Gebrakan awal yang ia lakukan adalah ketika Mayora memproduksi biskuit Roma Kelapa yang ngetren sejak tahun 1970-an.

Padahal saat itu, sedang booming produk makanan ringan yang dikuasai oleh Khong Guan. Namun, Mayora membuktikan bahwa secara perlahan biskuit Roma Kelapa mampu menyaingi pasar Khong Guan.

Bukan itu saja, Mayora juga berhasil mengusik eksistensi pasar minuman dengan mengeluarkan produk Teh Pucuk Harum. Sebelumnya, pangsa pasar ini telah lama dipegang oleh Teh Botol Sosro. Tak tanggung-tanggung, Mayora menggelontorkan hingga ratusan miliar untuk iklan Teh Pucuk Harum di televisi.

Belakangan, Mayora juga membuat gebrakan dengan mengusik eksistensi raja air mineral kemasan, yaitu Aqua. Mayora telah mengeluarkan produk air minum kemasan dengan merek Le Minerale sejak 2015.

Kehadiran Le Minerale tentu menghantui Aqua, hingga keduanya berselisih di pengadilan atas kasus dugaan persaingan tidak sehat pada 2017 lalu.

Menjadikan Mayora sebagai pelopor produk

Dari enam divisi produk Mayora, ada beberapa produk yang merupakan hasil riset dan inovasi Jogi dan kawan-kawan. Produk-produk ini antara lain Kopiko sebagai pelopor permen kopi pertama, Astor pelopor wafer stick, dan Beng-Beng sebagai pelopor wafer caramel berlapis cokelat.

Ada juga produk Choki-Choki sebagai pelopor cokelat pasta, Energen pelopor minuman cereal, dan Kopi Torabika dan Duo Susu sebagai pelopor coffee mix.

Kuasai pangsa pasar

Hampir produk-produk yang dikeluarkan Mayora selalu menjadi tren. Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari iklan yang dikemas dengan menarik dan jor-joran. Sebagai contoh, kita masih ingat iklan Kopiko, Biskuit Roma, Le Minerale, hingga Teh Pucuk Harum, dengan slogan-slogan yang mudah diingat oleh masyarakat.

Strategi iklan ini ternyata berhasil membawa Mayora yang berada di bawah asuhan Jogi semakin diterima masyarakat. Beberapa produknya bahkan berhasil menguasai pangsa pasar.

Teh Pucuk Harum, misalnya, menjadi market leader untuk produk minuman sejenis sebesar 48 persen. Begitu juga dengan Le Minerale yang berhasil menjadi pemain terbesar kedua di industri air minum kemasan, menurut data dari Nielsen retail Audit pada 2017.

Kekayaan Jogi melesat

Jogi mungkin orang yang tak tergantikan di Mayora. Sebagai pemilik dan pendiri, ia akan terus diidentikan dengan Mayora, sebagai penguasa pasar makanan ringan di Indonesia dan juga sebagian di mancanegara.

Semakin produk-produknya laku di pasaran dan juga ekspornya hingga ke 90 negara, tentu saja pundi-pundi pendapatan Jogi pun semakin gendut.

Pada tahun 2016 misalnya, kekayaan Jogi mencapai 850 juta dolar AS atau berada di posisi ke-35 orang terkaya di Indonesia. Namun, pada 2017 kekayaannya melesat hingga 2,7 miliar dolar AS, dan menyingkirkan banyak konglomerat yang masuk dalam 10 besar orang tajir di Indonesia. Jogi pun berhasil menduduki posisi ke-10.

Seolah tak puas, pada 2018 kekayaan Jogi semakin bertambah, dan tercatat sebesar 3,1 miliar dolar AS atau sekitar Rp44,9 triliun. Posisinya sebagai orang tajir di Indonesia versi Forbes pada 2018 naik menjadi ke-9.

Menjadi orang seperti Jogi Hendra Atmadja memang tidak mudah. Ia tentu belajar banyak hal hingga menjadikan dirinya dan perusahaannya sebesar sekarang. Dan semua pengalaman yang ia pelajari tentu membuat orang lain ingin menjadi seperti dirinya dengan kesuksesannya yang luar biasa.

Baca juga: Perkembangan Traveloka, Startup Unicorn yang Makin Meraksasa

Related

Business 4467109183902269241
item