Pura-pura Jadi Pocong, Tertangkap, Lalu Dihukum Tidur di Kuburan

 Pura-pura Jadi Pocong, Tertangkap, Lalu Dihukum Tidur di Kuburan

Naviri Magazine - Menakut-nakuti orang lain dengan pura-pura menjadi pocong mungkin terasa menyenangkan. Orang yang melihat pasti akan lari terbirit-birit karena mengira benar-benar melihat pocong. Mungkin itulah yang ada dalam pikiran beberapa bocah di Depok, Jawa Barat.

Sekelompok remaja yang masih duduk di bangku SMP, berbuat iseng dengan menyamar menjadi pocong. Sayangnya, aksi jahil mereka dipergoki warga setempat.

Peristiwa ini terjadi di Kampung Bojong Lio, Sukmajaya, Depok. Agus, salah seorang warga Kampung Bojong Lio, mengatakan sekolompok anak ini diamankan warga saat menjalankan aksinya.

"Oh itu (pocong-pocongan), iya, jadi ada warga kan yang melihat ada putih-putih kain, itu udah dini hari sekitar jam 02.00 atau 01.30 WIB. Akhirnya kita cek, kebetulan waktu itu warga habis ada kegiatan, lomba bulu tangkis antar RT," ujar Agus kepada awak media.

Agus menuturkan, anak-anak tersebut menyamar sebagai pocong dan bersembunyi di tepi jalan, di dekat Lapangan Gelora Bojong Lio. Lalu, lanjut dia, dua orang bertugas menyamar sebagai pocong, sementara anak lainnya yang berjumlah empat orang bertugas memantau situasi.

"Iya, jadi yang pakai pocong-pocongan itu ada dua orang. Lainnya itu sekitar empat orang mantau lokasi," jelas Agus.

"Ya kita kan takutnya namanya di jalan, ada yang lewat terus kaget dan jatuh, kan malah jadi masalah," sambungnya.

Saat ditanya apa maksud dan tujuan anak-anak tersebut, Agus mengatakan bahwa mereka hanya bermaksud iseng.

"Waktu ditanya kenapa, katanya sih hanya iseng-iseng aja," kata Agus.

Setelah ditangkap, keenam bocah itu lalu diberi hukuman oleh warga. Hukuman tersebut cukup unik, yakni mereka diminta untuk tidur di kuburan, yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

"Di belakang lapangan situ kan ada kuburan. Ya mereka kita suruh tiduran di samping kuburan itu. Yang tiduran dua orang yang jadi pocong, teman-temannya duduk di sebelahnya sambil ngeliatin," kata warga Bojong Liyo lainnya, Nanang.

Meski dihukum di kuburan, Nanang mengatakan, warga tetap mendampingi. Hukuman itu, kata Nanang, salah satunya untuk membuat jera anak-anak tersebut.

"Tetap ada (warga) yang dampingi. 20 menit apa setengah jam lah itu di sana (kuburan). Dihukum itu kan sambil nunggu orang tuanya pada jemput. Kebetulan mereka (anak-anak) dari kelurahan sebelah, Sukamaju," tutur Nanang.

Seorang warga Kampung Bojong Liyo lainnya, bernama Kurniawan, mengatakan, saat dihukum tidur di kuburan, anak-anak tersebut ada yang menangis ketakutan.

"Iya (nangis), mungkin takut, ya. Tapi ada juga yang biasa aja, duduk-duduk juga," tutur Kurniawan.

Baca juga: Misteri Boneka Setan yang Menebar Teror Mengerikan di Florida

Related

News 811789967561050979
item