Misteri Keberadaan Manusia yang Hidup di Zaman Dinosaurus

Misteri Keberadaan Manusia yang Hidup di Zaman Dinosaurus

Naviri Magazine - Selama ini, kita diberitahu bahwa dinosaurus ada jauh sebelum munculnya manusia di bumi. Namun, belakangan muncul penemuan yang membingungkan sekaligus menggemparkan, yaitu ditemukannya jejak-jejak kaki manusia di antara jejak-jejak kaki dinosaurus.

Mari kita melihat bukti secara ilmiah di Sungai Paluxy, dekat Glen Rose, Texas, Amerika Serikat.

Ken Ham dan John Mackay dari Creation Science Foundation telah datang melakukan kunjungan ke Paluxy, untuk menyelidiki sisa-sisa bekas peninggalan yang ditemukan orang sebagai bukti yang meyakinkan tentang adanya bekas jejak kaki manusia di tengah-tengah bekas jejak kaki dinosaurus.

Jika dinosaurus sudah punah 65 juta tahun sebelum manusia berevolusi, bagaimana mungkin ada jejak dinosaurus bersama jejak manusia di lapisan tanah yang sama?

"Kami juga menemukan bukti-bukti tambahan di Sungai Paluxy yang dapat menghapus paham evolusi mengenai skala waktu geologis,” ujar Ken Ham.

Pada lapisan yang paling atas dari batu-batuan di sungai itu, yang diperkirakan usianya oleh para ahli evolusi hanya berusia 25 juta tahun, dengan jelas sekali mereka menemukan bekas jejak kaki dinosaurus.

Menurut paham kaum evolusi, fosil-fosil ini mestinya tidak boleh terdapat pada lapisan yang paling atas (yang berusia 25 juta tahun) karena binatang dinosaurus sudah punah sejak 65 juta tahun lalu.

“Jadi, dengan menggunakan metode perhitungan waktu (skala waktu geologis) yang dipergunakan oleh kaum evolusi sendiri, yang juga mengabaikan adanya bekas jejak kaki manusia, maka sisa-sisa fosil di Sungai Paluxy telah menaklukkan paham evolusi mengenai skala waktu geologis (maksudnya skala waktu geologis tidak akurat dan salah)!"

Dr. Clifford Wilson, seorang pengarang buku terkenal dari kota Melbourne, dan ahli ilmu purbakala yang tersohor, berkata, "Pada hakikatnya kita telah membuat penggalian dan menemukan bekas jejak kaki di sekitar Sungai Paluxy, dan telah menemukan bekas jejak kaki manusia."

Dr. John D. Morris, dalam buku Tracking Those Incredible Dinosaurus, menyatakan bahwa jejak dinosaurus dan bekas kaki manusia telah ditemukan untuk pertama kalinya, dan dibuat fotonya pada tahun 1908.

Jejak kaki manusia telah ditemukan pada kurang lebih 20 tempat di sekitar Sungai Paluxy, sehingga memberikan bobot bukti yang meyakinkan sekali.

Bekas jejak kaki manusia yang ditemukan oleh rombongan Leaky di Afrika Timur dan diterima secara luas oleh kaum evolusionis sebagai penemuan yang murni, tidak begitu jelas seperti penemuan Sungai Paluxy, yang justru telah ditolak oleh mereka karena mereka menganggap manusia tidak mungkin hidup sezaman dengan dinosaurus.

Dennis R Petersen, M.A. (Master of Art in Museum Administration), dalam buku Unlocking The Mysteries of Creation, menyatakan ada beberapa puzzle misteri di Sungai Paluxy.

Beberapa jejak seperti jejak beruang dan kucing telah ditemukan pula di sana. Pertanyaan yang timbul adalah, bagaimana mungkin binatang-binatang ini (yang mestinya belum berevolusi) kembali ke masa jutaan tahun sebelumnya, yaitu di zaman dinosaurus? Atau mereka hidup pada zaman yang sama dengan dinosaurus?

Pada halaman depan surat kabar Sydney Morning Herald, edisi 21 November 1983, terdapat sebuah laporan berupa berita yang sangat berkaitan dengan jejak manusia dan dinosaurus. Penemuan ini mungkin merupakan hal yang paling penting:

"Sebuah laporan dari Kantor Berita Soviet, Tass, menyatakan bahwa kurang lebih 1.500 bekas jejak peninggalan binatang dinosaurus telah ditemukan di Turkmenia, akan tetapi di antara jejak kaki terdapat pula jejak yang mirip jejak kaki manusia.”

Menurut keterangan Profesor Ammaviyazov, Direktur Institut Geologi Turkmenia, "Apabila analisa lebih lanjut membuktikan bahwa jejak kaki itu bekas peninggalan makhluk anthropoid, maka sejarah umat manusia (menurut kaum evolusionis) harus diperluas sampai 150 juta tahun jauhnya, dan bukan 5 juta tahun." Tetapi kaum kreasionis tetap tidak menerima bahwa manusia mengalami evolusi.

Jejak di Sungai Paluxy maupun di Turkmenia menyebabkan kaum evolusionis, mau tidak mau, seharusnya menerima bahwa dinosaurus tidak punah 65 juta tahun sebelum manusia berevolusi.

Baca juga: Kisah Suku Xhosa dan Sejarah Kelam di Afrika

Related

Science 7675080497270575548

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item