Kisah Nabi Daud (2): Menjadi Raja dan Petarung Tak Terkalahkan

Kisah Nabi Daud (2): Menjadi Raja dan Petarung Tak Terkalahkan

Naviri Magazine - Uraian ini adalah lanjutan uraian sebelumnya (Kisah Nabi Daud 1: Pertempuran Melawan Raksasa Goliath). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik dan urutan lebih lengkap, sebaiknya bacalah uraian sebelumnya terlebih dulu.

Di samping menjadi menantu Raja, Daud juga diangkat sebagai penasihat. Ia dihormati semua orang, bahkan rakyat seolah lebih menghormati Daud daripada Thalut.

Hal ini membuat Thalut iri hati. Karenanya, ia berusaha mencelakakan Daud dengan mengirimnya ke medan perang yang sulit. Daud ditugaskan membasmi musuh yang jauh lebih kuat dan lebih besar jumlahnya.

Namun Daud justru memenangkan pertempuran, dan kembali ke istana dengan disambut luapan kegembiraan rakyat. Thalut makin merasa iri dan tersaingi atas kepopuleran Daud di mata rakyatnya. Ia terus mencoba membunuh dan menyingkirkan Daud dengan berbagai cara, namun selalu menemui kegagalan. Daud seolah selalu dilindungi Allah.

Akhirnya, terjadilah perang Jalbu' antara Thalut dan Daud, serta pendukung mereka. Dalam peperangan itu, Thalut tewas. Setelah kematian Thalut dan putra mahkotanya yang juga mati dalam pertempuran tersebut, rakyat langsung mengangkat Daud sebagai Raja Israil.

Mukjizat Nabi Daud AS

Allah SWT menurunkan kitab Zabur bagi Nabi Daud AS. Selain Zabur, keistimewaan Nabi Daud AS lainnya adalah setiap pagi dan senja gunung-gunung bertasbih atas perintah Allah SWT, mengikuti tasbihnya. Nabi Daud AS juga memahami bahasa burung-burung. Binatang juga mengikuti tasbih Nabi Daud AS.

Keistimewaannya dalam beribadah ini diterangkan dalam Al Quran, surat Shâd: 17-19 dan Saba': 10.

Kerajaan Nabi Daud AS yang kuat belum pernah sekali pun terkalahkan. Sebaliknya, Nabi Daud AS selalu mendapat kemenangan dari semua lawannya. Ia menduduki takhta kerajaan selama 40 tahun.

Di antara mukjizat Nabi Daud adalah dapat melunakkan besi seperti lilin, kemudian ia dapat mengubah-ubah bentuk besi itu tanpa memerlukan api atau peralatan apapun. Dari besi itu, ia dapat membuat baju besi yang dikokohkan dengan tenunan dari bulatan-bulatan rantai yang saling menjalin secara berkesinambungan.

Jenis baju ini membuat pemakainya lebih bebas bergerak, karena tidak kaku seperti baju besi biasa yang dibuat dari besi lembaran. Tentang mukjizatnya itu, disebutkan dalam surat Saba': 10 dan Al-Anbiyâ': 80.

Nabi Daud juga dikaruniai suara yang sangat merdu. Kitab Zabur yang diturunkan kepadanya, selain berisi pelajaran dan peringatan, juga berisi nyanyian puji-pujian kepada Tuhan. Nyanyian ini sering juga disebut dengan Mazmur.

Nabi Daud membagi hari-harinya menjadi 4 bagian. Sehari untuk beribadah, sehari ia menjadi hakim, sehari untuk memberikan pengajaran, dan sehari lagi untuk kepentingan pribadi. Ia juga suka berpuasa. Ia melakukan puasa dua hari sekali, sehari berpuasa, sehari lagi tidak.

Baca lanjutannya: Kisah Nabi Daud (3): Datangnya Wabah dan Asal Usul Baitul Maqdis

Related

Moslem World 8282899736886127227

Recent

item