Insiden Pascagoula, Kisah Misterius Perjumpaan dengan UFO (Bagian 2)

Insiden Pascagoula, Kisah Misterius Perjumpaan dengan UFO

Naviri Magazine - Uraian ini adalah lanjutan uraian sebelumnya (Insiden Pascagoula, Kisah Misterius Perjumpaan dengan UFO - Bagian 1). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik dan urutan lebih lengkap, sebaiknya bacalah uraian sebelumnya terlebih dulu.

Hickson: Aku tahu. Kamu tak bisa mempercayainya. Kamu tak bisa membuat orang percaya.

Parker: Aku lumpuh saat itu. Aku tidak bisa bergerak.

Hickson: Mereka tidak akan percaya. Mereka akan percaya suatu hari. Mungkin terlalu terlambat. Aku tahu selama ini mereka orang-orang dari dunia lain di sana. Aku tahu selama ini. Aku tidak pernah berpikir itu akan terjadi padaku.

Parker: Kau tahu sendiri aku tidak sedang minum (mabuk).

Hickson: Aku tahu itu, Nak. Saat aku pulang ke rumah nanti, aku akan minum lagi, agar aku bisa tertidur. Lihat, untuk apa kita cuma duduk di sini. Aku harus pergi memberitahu Blanche… apa yang harus kita tunggu?

Parker (panik): Aku harus pulang ke rumah. Aku mulai sakit. Aku harus keluar dari sini.

Kemudian Hickson bangkit dan meninggalkan Parker sendirian dalam ruangan itu.

Parker: Sulit dipercaya... Oh Tuhan, sungguh mengerikan... Aku percaya ada Tuhan di atas sana...

Mengetahui jika polisi menanggapi skeptis akan kisah mereka, Hickson dan Parker bersikeras agar mereka dites dengan lie detector untuk membuktikan kejujuran mereka.

Publisitas

Hickson dan Parker kembali bekerja sehari setelah peristiwa itu (Jumat, 12 Oktober). Mereka awalnya tidak membahas pertemuan dengan UFO yang diakui mereka, tetapi rekan-rekan kerja mereka mencatat bahwa Parker terlihat resah.

Dalam beberapa jam, Sheriff Diamond menelepon orang-orang di tempat kerja, yang menyatakan bahwa wartawan berkerumun di kantornya, mencari informasi lebih banyak tentang cerita UFO.

Hickson menjadi marah dan menuduh Diamond melanggar janji kerahasiaan, tapi Diamond bersikeras ia tidak melakukannya, dan bahwa kasus itu terlalu sensasional untuk tetap tersimpan.

Atasan Hickson, yang mendengar percakapan Hickson, bertanya apa yang terjadi. Hickson lalu menceritakan kisahnya kepada si atasan dan juga kepada pemilik galangan kapal, Johnny Walker. Setelah mendengar kisah tersebut, Walker menyarankan agar Hickson dan Parker menghubungi Joe Colingo, seorang pengacara lokal yang terkenal (yang juga kakak ipar Walker dan juga mewakili galangan kapal).

Colingo bertemu Hickson, dan selama percakapan mereka, Hickson menyatakan kekhawatirannya tentang seandainya ia telah terkena radiasi. Colingo dan detektif Tom Huntley kemudian membawa Parker dan Hickson ke rumah sakit setempat, yang tidak memiliki fasilitas untuk tes radiasi.

Dari rumah sakit, orang-orang ini lalu pergi ke Keesler Air Force Base, dan ditempat ini mereka diperiksa secara ekstensif oleh beberapa dokter. Setelah itu, menurut laporan Huntley, Parker dan Hickson diwawancarai oleh kepala intelijen militer di situ.

Colingo menyusun kontrak untuk mewakili Hickson dan Parker. Namun, tidak ada yang dihasilkan dari hal ini, dan Hickson kemudian tidak berhubungan lagi dengan Colingo.

“Colingo,” kata Hickson, “hanya ingin menghasilkan uang.”

Dalam beberapa hari, Pascagoula menjadi pusat berita internasional, dengan banyak wartawan yang mengerubungi kota. Profesor James A. Harder (seorang profesor teknik dari U.C. Berkeley dan anggota APRO) dan Dr J. Allen Hynek (dulunya seorang astronom di Proyek Buku Biru/ Blue Book Project) tiba dan mewawancarai Parker dan Hickson.

Sulit untuk mencoba menghipnotis orang-orang ini, karena mereka (terutama Parker) terlalu cemas dan terganggu untuk prosedur hipnotis bisa bekerja. Hynek tak memberi penilaian akhir dalam kasus ini, tetapi dia mengumumkan bahwa, dalam penilaiannya, Hickson dan Parker orang-orang jujur, yang tampak benar-benar tertekan terkait apa yang telah terjadi.

Sesudah melewati publisitas yang melelahkan, Hickson dan Parker lalu pergi ke Jones County, Mississippi (sekitar 150 km sebelah utara Pascagoula), di mana kedua orang ini berharap mendapat bantuan dari para anggota keluarga mereka. Parker akhirnya dirawat di rumah sakit untuk apa yang digambarkan Jerome Clark sebagai “gangguan emosional.”

Dalam sebuah wawancara beberapa tahun setelah kejadian UFO, Hickson berspekulasi bahwa Parker bernasib buruk setelah pertemuan itu, karena ia belum pernah sebelumnya mengalami peristiwa mendalam yang begitu menakutkan.

Sementara Hickson menggambarkan pertemuan UFO sebagai peristiwa paling menakutkan dalam hidupnya. Ia juga mencatat telah melihat pertempuran dalam Perang Korea, dan bahwa ia dengan demikian memiliki beberapa keakraban dengan pengalaman yang mengerikan.

Parker yang lebih muda, di sisi lain, tidak pernah menduga akan menderita akibat pertemuan yang begitu menakutkan, apalagi konfrontasi aneh dengan sesuatu yang bahkan tidak seharusnya ada.

Kisah aneh itu membuat nama Hickson terkenal, sedang Parker telah terhindar dari perhatian publik sejak kejadian tersebut.

Selama 38 tahun pasca kejadian itu, Hickson bak artis yang sering muncul di TV. Hickson muncul di Dick Cavett talk show pada Januari 1974, bicara di depan konferensi UFO sesekali, tak terhitung lagi berapa kali dia diwawancara. Pada 1983, ia juga ikut menulis buku tentang kejadian yang dialaminya bersama penulis William Mendez, UFO Contact in Pascagoula (dicetak ulang tahun 1987).

“Dia yakin suatu hari nanti, mereka (UFO) akan datang. Ia mengharapkan kedatangannya,” kata putri Hickson, Tisha Hurd, seperti dimuat Sun Herald, 13 September 2011.

Putrinya, yang masih bayi saat insiden itu terjadi, tak meragukan sedikit pun klaim ayahnya. “Tak pernah sekalipun, dalam 38 tahun ini, kisahnya berubah. Ayah saya selalu konsisten. Ia telah melewati pemeriksaan hipnotis psikiater dan uji detektor kebohongan. Juga di hadapan polisi. Sangat sulit untuk tetap berpegang teguh pada sebuah keterangan, jika itu tidak benar,” kata dia.

Keterangan yang diberikan rekan kerjanya, Calvin Parker, juga konsisten. Apa yang disampaikan keduanya tak pernah goyah. Hickson telah berpulang pada Jumat, 9 September 2011 lalu, dalam usia 80 tahun. Dia didiagnosa menderita kanker paru-paru. Namun bukan itu yang merenggut nyawanya. Ia meninggal akibat sakit jantung.

Suatu hari di tahun 1998, dalam sebuah wawancara, Hickson mengaku tak peduli orang mencemoohnya. “Ketika sesuatu terjadi padaku, aku tidak peduli orang menertawakanku. Aku akan mengatakan kebenaran.”

Peristiwa kedua

Pada tahun 2001, pensiunan kepala angkatan laut, Mike Cataldo, mengungkapkan bahwa ia mengamati sebuah pesawat aneh pada sore hari pada tanggal yang sama dengan kejadian yang di alami Hickson, 11 Oktober.

Saat bepergian dengan teman-temannya, Ted Peralta dan Mack Hanna, melewati U.S. Route 90 dari Pascagoula menuju Ocean Springs, sebuah objek berbentuk seperti piring raksasa dengan lampu berkedip kecil mendekati dari barat laut, dan menyeberangi jalan bebas hambatan, sebelum melayang di atas pepohonan dan menghilang.

Saat ia sudah mendekati rumahnya di St Andrews, Ocean Springs, pesawat berbentuk aneh tersebut kembali muncul, terlihat berada pada ketinggian yang lebih rendah.

Related

Mistery 4676778268986177300

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item