Kisah Jack Ma, Anak Miskin yang Menjadi Miliuner Dunia (Bagian 1)

Kisah Jack Ma, Anak Miskin yang Menjadi Miliuner Dunia

Naviri Magazine - Jack Ma merupakan pendiri sekaligus Chairman Eksekutif Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok. Dia merupakan warga China Daratan pertama yang pernah muncul di majalah Forbes, dan terdaftar sebagai biliuner dunia.

Jack Ma berasal dari Hangzhou, China, sebuah kota dengan 2,4 juta orang penduduk di dekat Shanghai. Kota ini dikenal karena pemandangannya yang indah, dan tanah pertaniannya yang subur.

Dulu ia sering berkelahi, karena teman-temannya sering mengejek ukuran tubuhnya.

Sebagai seorang miliader, ternyata Jack Ma dilahirkan dari keluarga ekonomi lemah. Dia dilahirkan di daerah Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China. Orang tuanya adalah pemusik dan pendongeng tradisional, ayahnya hanya mendapat tunjangan pensiunan bulanan sebesar Rp 500.000 untuk menghidupi keluarga.

Saat umur 12 tahun, Jack Ma sudah tertarik untuk belajar bahasa Inggris. Selama delapan tahun masa kecilnya dihabiskan sebagai pemandu wisata di sebuah hotel di dekat Danau Hangzhou, sekitar 160 kilometer dari Shanghai.

Waktu itu, China baru mulai membuka diri, dan mulai banyak turis yang datang ke China. Hal inilah yang membantu dia lebih terbuka pemikirannya dibandingkan teman-teman seumurnya.

Delapan tahun bergaul bersama banyak turis asing benar-benar mengubah cara pandangnya mengenai hidup. Ma merasa dirinya berpikir lebih global dibandingkan kebanyakan penduduk China lain. Apa yang diceritakan para turis sangat berbeda dengan semua yang dipelajari Ma dari para guru dan buku di sekolah.

Selanjutnya, dia mendaftar ke Universitas Keguruan Hangzhou, semacam institut keguruan dan ilmu pendidikan. Di sini dia belajar menjadi guru sekolah menengah. Selulus dari universitas, dengan gelar Sarjana di bidang bahasa Inggris, dia ditugaskan mengajar di universitas. Ketika itu gaji Ma sebulan sebesar 100-120 renminbi, setara dengan Rp 114.000-Rp 142.500 per bulan.

Sebelum mendirikan bisnisnya, yaitu Alibaba.com, founder atau CEO alibaba.com ini dahulunya hanya guru bahasa inggris. Sebelum menjadi guru, ia sudah puluhan kali mendaftar pekerjaan namun selalu ditolak.

Ia pernah mendaftar menjadi karyawan di KFC, namun dari 27 orang yang mendaftar hanya 26 yang diterima, dimana hanya ia satu-satunya yang tidak diterima. Sebanyak 30 perusahaan ia lamar, namun semua menolak lamarannya. Hal itulah yang membuat ia berubah haluan menjadi guru bahasa Inggris, karena ia fasih berbahasa Inggris selain bahasa Mandarin.

Dia menjadi guru bahasa Inggris di Hangzhou Electronics Technology College. Meski merupakan penduduk China, Jack justru menemukan mimpi besarnya di AS.

Pada tahun 1995, Ma pergi ke Seattle, Amerika Serikat (AS) untuk bekerja sebagai penerjemah. Pada kunjungan pertamanya ke AS, temannya mengenalkannya pada Internet. Kepada Ma, temannya mengatakan bahwa semuanya bisa ditemukan di internet. Namun, saat ia coba searching, dia tidak bisa menemukan apa pun tentang China di Internet sama sekali.

Akhirnya dia tertarik pada komputer, dan meminjam uang 2.000 dollar AS dari kerabatnya untuk mendirikan perusahaan komputer. Padahal dia tidak mengerti tentang komputer ataupun surat elektronik, bahkan dia tidak pernah menyentuh keyboard komputer sebelumnya.

”Rasanya seperti orang buta yang menunggangi macan buta,” katanya.

Saat kembali ke China, ia meluncurkan sebuah layanan direktori bisnis online bernama China Pages. Namun jalan sukses China Pages tak semulus yang dibayangkan. Tahun 1999, Ma mengumpulkan 18 orang di apartemennya di Hangzhou, untuk menyampaikan visinya membuat sebuah perusahaan e-commerce baru, bernama Alibaba.

Ma dan teman-temannya berhasil mengumpulkan dana US$ 60.000 untuk memulai Alibaba. Ma sengaja memilih nama Alibaba, karena ia ingin menciptakan sebuah perusahaan global dari awal. Dia memilih nama Alibaba karena mudah dieja, dan karena orang di manapun tahu bahwa kata itu adalah perintah "Open Sesame" untuk membuka pintu harta karun.

Kini, alibaba merupakan retailer online terbesar di China, dan berada di posisi kedua dunia setelah Wal-Mart. Dia bahkan mengawali karirnya hanya sebagai guru bahasa Inggris. Meski demikian, perannya di Alibaba selalu menempati posisi strategis.

Alibaba.com merupakan tempat pertama yang menghubungkan para eksportir China dengan para pembeli di luar negeri. Perusahaannya juga mampu dengan cepat menarik para investor. Saat ini, Alibaba tengah berniat mengalahkan eBay, situs jual beli online yang bermarkas di Amerika Serikat (AS).

Berkat kegigihannya, dua situs Alibaba, Taobao Marketplace dan Tmall.com, kini mendominasi sistem portal pengiriman China. Tanpa berbekal pengetahuan sedikit pun di bidang teknologi dan komputerisasi, Jack Ma ternyata mampu menjadi pendiri retailer online terbesar di China. Berkat bisnisnya itulah, mantan guru bahasa Inggris ini sukses menjadi salah satu miliarder dunia.

Banyak pengusaha yang menjulukinya sebagai `Crazy Jack` karena ide-ide bisnis super gila dan fantastis yang dilontarkannya. Tak ada satu pun yang yakin Jack dapat mewujudkan seluruh ide bisnisnya tersebut. Dibandingkan berbicara soal kehebatan perusahaan, dia lebih senang membahas bagaimana Alibaba dapat membantu banyak konsumen, menciptakan lapangan kerja, dan melayani masyarakat.

"Mereka memanggil saya `Crazy Jack`, saya harap saya bisa tetap gila seperti seksrang hingga 30 tahun ke depan," ungkapnya ringan.

Sebelum memutuskan memulai Alibaba, Jack Ma mengumpulkan 24 orang teman di rumahnya untuk meminta pendapat mereka. Dari 24 orang tersebut, 23 orang menyuruhnya berhenti.

“Dari 24 orang, 23 orang menyuruhku berhenti dengan berbagai alasan. Mulai dari kenyataan bahwa aku tidak punya modal, dan ketidaktahuanku soal internet.”

Penolakan keras ini juga ditunjukkan oleh keluarga Jack Ma. Hal itu menjadi kejadian yang wajar, sebab pada tahun 1995 internet baru berkembang di Cina. Belum ada yang bisa memprediksi bagaimana masa depan perusahaan yang menggantungkan diri sepenuhnya pada jaringan internet.

Dukungan seorang teman

Dari 24 orang teman yang datang ke rumah Jack Ma, hanya satu orang yang mendukungnya. Teman yang bekerja sebagai bankir itu mengatakan, “Kalau kamu memang ingin melakukannya, coba saja. Kalau memang nanti semua tidak berjalan seperti yang kamu inginkan, kamu tinggal kembali ke hal yang kamu lakukan sebelumnya.”

Kata-kata teman Ma itu menginspirasinya. Keesokan paginya, ia memutuskan memulai bisnis di bawah naungan alibaba.com. Tanpa peduli pada orang-orang yang merendahkan idenya.

Baca lanjutannya: Kisah Jack Ma, Anak Miskin yang Menjadi Miliuner Dunia (Bagian 2)

Related

Figures 6457702250667473147

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item