Google, Perusahaan dengan Sistem Menyenangkan Sekaligus Menakjubkan

Google, Perusahaan dengan Sistem Menyenangkan Sekaligus Menakjubkan

Naviri Magazine - Satu aspek yang paling dimaintain oleh para pendiri Google, adalah karyawan. Mereka bekerja keras sepanjang waktu, tapi diperlakukan seperti keluarga. Mereka diberi makanan gratis, minuman kesehatan cuma-cuma, dan cemilan yang berlimpah. Dan boleh ke kantor pakai kaos dan jeans.

Para Googler (pekerja di Google) juga menikmati sejumlah kemudahan seperti layanan binatu, penata rambut, dokter umum dan dokter gigi, pencucian mobil, tempat penitipan anak, fasilitas kebugaran lengkap dengan pelatih pribadi, dan tukang pijat profesional—semuanya di tempat—yang membuat karyawannya tidak perlu meninggalkan kantor.

Belum lagi fasilitas olahraga, seperti kolam renang, voli pantai, hoki sepatu roda, dan lain-lain. Bahkan membawa anjing peliharaan juga boleh di sini.

Yang paling menyemangati, setiap karyawan berhak menggunakan 20% dari waktu kerjanya untuk melakukan proyek apa pun yang mereka minati. Di sinilah kunci mengapa Google bisa terus berinovasi. Ide-ide segar dari karyawan muncul setiap hari. Larry dan Sergey, pendiri Google, tampaknya menoleransi ide segila apa pun, karena mereka sendiri mengawali Google dengan sebuah ide gila.

“Di Google, jika sesuatu dipandang layak dikerjakan, kita memperoleh dana untuk pengembangannya,” kata Khrisna Bharat, pengembang Google News, sambil menekankan bahwa tak seorang pun pernah mempertanyakan apakah sebuah proyek akan menjadi mesin pencetak uang.

Tak heran kalau Google secara teratur menerima insinyur-insinyur berbakat pindahan dari Microsoft. Seolah-oleh Bill Gates menjadi agen tenaga kerja untuk Larry dan Sergey.

Omong-omong mengenai Microsoft, di buku Kisah Sukses Google, penulisnya memposisikan Larry dan Sergey sebagai tokoh protagonis, dan antagonisnya adalah Bill Gates. Diceritakan bahwa Bill Gates bahkan membentuk komite khusus untuk mengantisipasi dan menyerang balik Google, karena sudah menyaingi Microsoft dan berkali-kali mempecundanginya.

Sementara Google tetap jalan terus, merekrut lulusan-lulusan berbakat di berbagai belahan dunia, dan terus berinovasi. Sementara mereka juga tetap tidak menerima bayaran dalam penggunaan mesin pencari dan dalam pemeringkatannya. Mereka menampilkan iklan yang relevan dengan hasil pencarian, dan ditempatkan di posisi yang tidak mengganggu pengguna. Persis seperti cara kerja surat kabar yang sudah mapan.

Google, dengan motto “Don’t be Evil”, sejak awal sudah mematok prinsip bahwa mereka akan menjalankan perusahaan dengan cara mereka, dan dengan cara yang menurut mereka benar, atau tidak sama sekali. Tak akan ada kompromi. Sesederhana itulah prinsip mereka.

”Mereka mempunyai dedikasi dan keseriusan yang jelas dan tegas untuk menempuh jalan yang lurus,” Kata Danny Sullivan.

Saat perusaaan go public, Larry dan Sergey menulis laporan keuangan untuk Wall Street dengan gaya informal yang sangat tidak biasa. Mereka menetapkan peraturan go public versi mereka sendiri, dan melanggar tradisi, sampai bikin orang-orang Wall Street geram. Kini tak ada celah lagi untuk mereka yang suka mengeruk keuntungan dengan cara-cara curang.

Keajaiban Google

Editor lepas Playboy, David Sheff, yang melakukan wawancara dengan Larry Page dan Sergey Brin, menulis bahwa ketika tiba di Googleplex, “Brin tampak santai sekali, ia bermain bola voli di lapangan terbuka dalam gedung itu, sampai keringatnya mengucur deras. Tanpa mengenakan sepatu sekeluar dari lapangan, ia menjawab pertanyaan-pertanyaan kami dengan serius meskipun sambil sesekali menikmati salad.

“Selama perbincangan kami, ia dan Page, yang mengenakan sepatu, jarang duduk. Mereka lebih sering berdiri sambil bertumpu di sandaran kursi, kadang-kadang bahkan naik ke kursi mereka atau berjalan-jalan di ruang rapat yang penuh jendela. Bagi mereka, agaknya mustahil duduk diam sementara dunia terus berubah.”

Begitulah, dan kini mereka masih terus mengerjakan proyek-proyeknya yang luar biasa, di antaranya mendigitalkan 15 juta buku di lima Universitas, yaitu Stanford, Harvard, Oxford, Michigan, dan New York Public Library. Ada pula proyek di bidang genetika, yang tujuannya agar kita bisa meng-google gen kita sendiri.

Related

Internet 3753980080067369293

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item