Pemerintah Tetapkan Iuran Tapera, Rizal Ramli: Rakyat sedang Susah, Kok Tega?

Pemerintah Tetapkan Iuran Tapera, Rizal Ramli: Rakyat sedang Susah, Kok Tega? naviri.org, Naviri Magazine, naviri majalah, naviri

Naviri Magazine - Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman, Rizal Ramli, mengkritisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang diteken oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Secara umum, Ramli mengaku setuju bahwa semua rakyat Indonesia berhak untuk mendapatkan rumah tinggal dan tentu harus dipikirkan pembiayaannya. Tapi, ia kaget soal timing-nya di tengah rakyat lagi mengalami kesusahan di tengah pandemi virus corona COVID-19.

"Rakyat kita soal BPJS sudah dinaikin, listrik naik, pengangguran tinggi, dan sebagainya. Kok timingnya dilakukan hari ini. Kenapa sih tidak sabar dikit nungguin tahun depan sudah normal kembali, orang sudah kerja, lebih stabil, baru kita laksanakan program ini," kata Ramli.

Menurut dia, pemimpin itu jangan main seenaknya bikin kebijakan yang menyengsarakan rakyat di tengah situasi sulit sekarang ini. Harusnya, kata dia, pemimpin punya kebijakan yang dapat meringankan beban rakyat.

"Mohon maaf, pemimpin itu harus ada hatinya buat rakyat, jangan main seenaknya saja. Tadi kan mau ngumpulin biaya murah. Kalau caranya motong gaji mah kerjaan paling gampang itu, malak istilah paling gampang," ujarnya.

Bukan cuma itu, Ramli juga mempertanyakan konsep yang tidak jelas. Karena cukup banyak pegawai yang sudah punya rumah. Kemudian, bagaimana bagi pekerja yang sudah punya rumah, apakah harus bayar atau tidak?

"Ketiga, namanya tabungan apakah ada bunga atau tidak? Jadi gini-gini soal teknis bisa dibahas. Yang paling penting rakyat kita lagi susah kok, daya beli lagi rontok, pengangguran tinggi, BPJS naik, listrik naik, lain-lain naik. Lah, kok tega-teganya waktunya potong lagi gajinya hari seperti ini. Sabar dikit lah, tunggu tahun depan kalau kondisinya sudah stabil," jelas dia.

Diketahui, Presiden Jokowi meneken PP Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat atau Tapera. Dengan adanya PP Tapera, maka perusahaan atau pekerja akan dipungut iuran baru. Gaji para pekerja siap-siap akan dipotong 2,5 persen untuk iuran Tapera tersebut.

Dalam Pasal 15 PP Tapera disebutkan, besaran simpanan peserta ditetapkan sebesar 3 persen (tiga persen) dari gaji atau upah untuk peserta pekerja dan peserta pekerja mandiri.

Kemudian dari angka 3 persen, sebanyak 0,5 persen ditanggung oleh pemberi kerja dan sisanya sebesar 2,5 persen ditanggung oleh pekerja yang diambil dari gaji pegawai.

Peserta dana Tapera dalam PP itu disebutkan terdiri dari pekerja dan pekerja mandiri. Golongan pekerja yang dimaksud meliputi calon PNS, anggota TNI, anggota Polri, pejabat negara, pekerja BUMN, pekerja BUMD, dan pekerja dari perusahaan swasta.

Sedangkan pekerja mandiri menjadi peserta dengan mendaftarkan diri sendiri kepada BP Tapera. Jika peserta mandiri tidak membayar simpanan, maka status kepesertaan Tapera dinyatakan non-aktif.

Related

News 5039280757596197019

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item