Jika Tinggal di Mars atau di Bulan, Manusia Bisa Andalkan Tenaga Nuklir

Jika Tinggal di Mars atau di Bulan, Manusia Bisa Andalkan Tenaga Nuklir, naviri.org, Naviri Magazine, naviri majalah, naviri

Naviri Magazine - Nuklir bisa diolah menjadi sebuah tenaga yang besar untuk berbagai kebutuhan. Lupakan hasil teknologi "menyeramkan" seperti bom, atau radiasi.

Pasalnya para ilmuwan bisa menggunakannya sebagai modal untuk kehidupan sehari-hari. Mulai pembangkit listrik, sampai modal dalam membangun koloni di Bulan dan Planet Mars. Atau di luar Bumi.

Dikutip dari New York Post, Departemen Energi Amerika Serikat menginginkan perusahaan swasta untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir yang memungkinkan manusia hidup di Bulan dan Mars. Bahkan, mereka menargetkan uji coba pertama proyek ini akan berlangsung pada 2026.

Permintaan resmi dari Departemen Energi AS ini muncul setelah para ahli energi dari NASA dan Laboratorium Nasional Idaho, mengevaluasi rencana mereka.

Semula, NASA menyanggupi untuk melakukan penelitian ini. Namun pada akhirnya, mereka terbentur dana penelitian dan keterbatasan teknologi, sehingga mereka membuka pintu kerjasama dengan perusahaan swasta.

Sebagai tahap awal, pemerintah akan membagi proyek penelitian ini menjadi dua fase, yaitu pengembangan desain reaktor nuklir dan membangun dua prototipe.

Satu prototipe akan dipakai untuk pengujian di Bumi dan satu lainnya akan benar-benar dikirimkan ke Bulan. Fase pengembangan desain reaktor nuklir juga mencakup rancangan sistem penerbangan dan pendaratan reaktor setibanya di Bulan.

Sejumlah persyaratan pembangunan reaktor nuklir pun mulai disiapkan Departemen Energi, misalnya setiap reaktor nuklir wajib memiliki usia hidup selama satu dekade dan mampu menghasilkan setidaknya 10 kilowatt tanpa gangguan.

Untuk sementara, pembangunan reaktor nuklir akan dilakukan di wilayah kutub selatan Bulan. Alasannya, karena pemerintah sudah mengantongi banyak informasi seputar wilayah ini.

Sayangnya, ambisi Departemen Energi tadi juga menuai kontra dari sejumlah pakar kimia. Pasalnya, mereka mengkhawatirkan bahwa salah satu unsur pembuat nuklir, yaitu uranium, disalahgunakan untuk pembuatan senjata nuklir.

"Ini seperti dua sisi mata uang, bisa mendorong dan memulai perlombaan ruang angkasa internasional, atau membuat senjata nuklir baru dari uranium," tutup seorang ahli kimia.

Related

Technology 9147841621529953982

Recent

item