Benarkah Berkumur dengan Obat Kumur Bisa Cegah Infeksi Corona? Ini Penjelasan Ahli

Benarkah Berkumur dengan Obat Kumur Bisa Cegah Infeksi Corona? Ini Penjelasan Ahli, naviri.org, Naviri Magazine, naviri majalah, naviri

Naviri Magazine - Media sosial diramaikan dengan informasi terbaru penanganan virus corona di Jepang. Dari utas yang dirangkai pemilik akun @andori, disebut kumur dengan obat kumur mengandung povidone iodine bisa mengurangi jumlah virus corona. Ini pun bisa membantu pemulihan pasien yang dirawat di rumah sakit selain mengonsumsi obat yang diberikan dokter.

Sebenarnya ini bukan hal baru, sebab Profesor Rahmi Amtha dari Satgas Covid-19 Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) kebersihan saluran napas termasuk saluran napas adalah hal yang penting dijaga selama pandemi. Menurut dia, reservoir virus berada dalam mulut dan hidung.

"Salah satu cara menjaga kebersihan rongga mulut secara mekanik dan obat kumur. Studi menunjukkan bahwa PVP-I (povidone iodine) gargle efektif mengatasi SARS-Cov-2 (virus corona) sehingga dapat menjadi pilihan untuk menekan penyebaran infeksi Covid-19," jelas Rahmi dalam sebuah webinar awal Juli lalu.

Studi in-vitro di laboratorium Singapura dan Malaysia menunjukkan povidone iodine mampu membunuh virus corona dalam hitungan detik.

Ini pun sejalan dengan riset-riset yang pernah ada bahwa virus corona rentan oksidasi sehingga hidrogen peroksida atau povidone iodine dinilai sebagai obat kumur yang pas. Selain itu povidone iodine terbukti lebih manjur daripada antiseptik lain seperti chlorhexidine dan benzalkonium chloride.

"Povidone iodine ini punya 38 antimikrobisidal, bahkan dibuktikan bisa mengatasi SARS dan MERS, sekarang SARS-Cov-2, itu akan dibuktikan lagi kemampuan antivirusnya," imbuh Rahmi.

Akan tetapi yang perlu menjadi catatan, kumur yang dilakukan bukan sekadar kumur biasa atau hanya pada bagian depan rongga mulut (anterior). Dalam thread-nya, akun @andori menyebutkan dua jenis kumur yakni, 'bukubuku' atau kumur ringan di mulut, kemudian 'garagara' atau kumur sambil menghadap ke atas.

Rahmi mengatakan kumur yang dilakukan adalah gargle, yakni berkumur hingga menjangkau bagian belakang rongga mulut (posterior). Melihat thread, gargle ini diberi istilah 'garagara'.

Anda bisa berkumur biasa atau yang menjangkau bagian depan rongga mulut selama 30 detik. Berikutnya area belakang dengan mendongakkan kepala hingga 45 derajat. Kumur hingga menimbulkan suara 'rrrr'.

Dalam utasnya, akun @andori menyebut kumur 'garagara' dilakukan sambil mengeluarkan bunyi 'aaa' atau 'uuu'. Kumur selama sekitar 30 detik dan buang. Terakhir, Anda bisa membilas obat kumur dengan air biasa.

Gargle bisa dilakukan sekali sehari saat tubuh dalam kondisi baik, tidak ada gejala. Ini berfungsi sebagai tindakan pencegahan. Namun Anda juga musti memperhatikan mikroflora alami mulut sehingga meski diklaim bisa digunakan setiap hari, sebaiknya Anda memberikan jarak waktu penggunaan.

"Jika berada dalam kondisi seperti risiko paparan tinggi, berada di zona tertentu karena kecenderungan bertemu OTG, disarankan pakai dalam waktu dua minggu, lalu setop, lalu dipakai lagi," Rahmi menyarankan.

Terlalu dini

Berbeda dengan pendapat sebelumnya, ahli kesehatan gigi, Rizka Triana mengatakan, terlalu dini untuk mengklaim keampuhan obat kumur antiseptik dalam mencegah Covid-19.

"Terlalu dini untuk sampai ke klaim tersebut. Untuk saat ini, belum ada uji klinis yang membuktikan berkumur dengan larutan antiseptik bisa melindungi dari infeksi virus corona ya," ujar Rizka.

Kendati demikian, baru ada beberapa jenis virus yang berhasil 'terusir' oleh larutan antiseptik. "Jenis virus yang terhambat oleh pemberian obat baru HSV-1 dan HIV-1. Untuk [virus] yang lain, belum ada pembuktian ilmiahnya, ya," jelas dokter yang akrab disapa Kaka ini.

Sejauh ini, lanjut Rizka, studi yang dilakukan terhadap pemberian obat kumur memang mampu menurunkan kontaminasi virus dalam mulut. Studi memperlihatkan virus hilang pada 30 menit setelah berkumur.

Dengan demikian, Rizka berpendapat, untuk sampai dibuat kesimpulan mengenai keampuhan obat kumur antiseptik untuk mencegah Covid-19, diperlukan tahapan pengujian lebih lanjut.

Cara berkumur yang benar

Kendati demikian, bukan berarti obat kumur antiseptik sama sekali tak berfungsi. Masyarakat dipersilakan jika ingin berkumur-kumur untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Selain sebagai antiseptik, obat kumur juga bisa digunakan untuk membunuh bakteri penyebab plak yang bisa menyebabkan gigi berlubang, radang gusi, dan bau mulut. Pemakaian obat kumur diperlukan untuk melengkapi dan mendukung kebiasaan menyikat gigi yang belum sempurna.

Tak ada panduan berkumur yang pasti dengan menggunakan larutan antiseptik. Rizka mengatakan, penggunaan akan bergantung pada jenis komposisi bahan dan dosis dari masing-masing merek yang saling berbeda. "Idealnya, harus baca keterangan dari setiap produk yang digunakan," kata Rizka.

Namun, umumnya obat kumur antiseptik biasa digunakan setelah menyikat gigi. Berkumur-lah dalam waktu sekitar 60 detik.

Berikut cara berkumur yang tepat:

- Isi gelas dengan larutan obat kumur secukupnya, sesuai dosis yang diperlukan. Baca petunjuk penggunaan.

- Masukkan ke dalam mulut dan jangan ditelan. Berkumur-lah secara merata ke sejumlah bagian mulut. Usahakan bagian depan da samping terpapar obat kumur.

- Buat kepala menengadah ke belakang, buka mulut, dan keluarkan napas melalui mulut. Ingat, jangan sampai tertelan.

- Buang cairan obat kumur dan bersihkan kembali mulut dengan air.

Related

News 7765871449466011752

Recent

item