Biografi Hergé, Petualangan Tintin, dan Sejarah Komik Dunia (Bagian 3)

 Biografi Hergé, Petualangan Tintin, dan Sejarah Komik Dunia naviri.org, Naviri Magazine, naviri majalah, naviri

Naviri Magazine - Uraian ini adalah lanjutan uraian sebelumnya (Biografi Hergé, Petualangan Tintin, dan Sejarah Komik Dunia - Bagian 2). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik dan urutan lebih lengkap, sebaiknya bacalah uraian sebelumnya terlebih dulu.

Menginjak tahun 1930-an komik-komik semacam ini cukup mewabah di Eropa Barat, dimana serial yang terkenal salah satunya adalah Krazy Kat karya George Herriman, yang muncul di harian The New York Evening Journal sejak tahun 1913, atau Katzenjammer Kids karya Rudolph Dirks yang muncul di New York Journal sejak tahun 1897.

Di Perancis, moda penggambaran komik seperti itu sudah mulai dipergunakan oleh desainer dari kisah Zig et Puce (1925), karya Alain Saint-Ogan. Selama waktu itu, para komikus Belgia hanya meletakkan teks tulisannya pada gambar. Teknik yang diperkenalkan oleh Hergé membuat suatu era baru, sebuah komik sebagaimana layaknya komik.

Sementara itu, Hergé tetap menerbitkan karya-karyanya di majalah-majalah lainnya, seperti di majalah Le Sifflet, khususnya untuk edisi 30 Desember 1928, sebuah kisah berjudul "La Noël du petit enfant sagea", dimana untuk pertama kalinya Hergé memperkenalkan balon teks untuk setiap dialog dari para tokohnya.

Di paruh akhir tahun 1928, ia mulai bosan dengan cerita Flup, Nénesse, Poussette et Cochonnet, dan Hergé mengambil karakter Totor, mengubah namanya, dan menambahkannya dengan seekor anjing fox terrier, "Milo" (yang sering dihubungkan dengan bekas pacarnya, Mary-Louise van Cutsem) dan memberinya profesi baru: seorang reporter.

Father Wallez, pengagum Mussolini dan terpengaruh virus paham anti-komunisme, memberikan tugas baru pada Tintin untuk berpetualang ke Rusia, dimana anak-anak banyak yang ingin tahu lebih banyak mengenai negara ini. Di sini bisa terlihat, bahwa dari awal pun Tintin juga pernah dipergunakan sebagai alat propaganda politik.

Peluncuran kisah komik Petualangan Tintin

Georges Remi selalu mengadaptasi konteks sebagai apa adanya. Pertengahan tahun 1920, ia menggambar Totor, seorang pemimpin kepanduan seperti dirinya. Pada tahun 1929, berubah menjadi seorang reporter dari Le Petit Vingtième, pahlawan barunya yang juga seorang reporter untuk surat kabar yang sama.

Menurutnya, wajah Tintin terinspirasi dari wajah adiknya, yang bernama Paul Remi, wajah yang bulat dan cerah, dimana pengamat lain mengatakan bahwa wajahnya mirip pelaut Denmark, Palle Huld, yang sangat terkenal di seluruh dunia pada 1928.

Tepat pada 10 Januari 1929, Tintin mulai muncul di Le Petit Vingtième. Pada awalnya, Hergé hanya membuat dua halaman setiap minggu, tanpa tahu dan jelas arah ceritanya ke mana. Sebelum akhirnya menemukan arah dari cerita, sebagai seorang anti-komunisme, ia mengirimkan Tintin ke Soviet (USSR).

Karena tidak memungkinkan untuk mengunjungi tempat itu secara langsung, Hergé menggambar ceritanya dari satu sumber buku tunggal: Moscou sans voiles, yang diterbitkan dan ditulis oleh Joseph Douillet di tahun 1928, dimana ilustrasi dalam buku itu digambar oleh Earl Perovsky.

Selama musim panas tahun 1929, Hergé menampilkan adanya pergerakan militer yang bisa dilihat pada halaman 56-57. Pada 25 Desember 1929, ia mulai menerbitkan sampul cerita Tintin di Le Petit Vingtième dengan dua warna, sebagaimana yang terlihat pada halaman (100 dan 101).

Sukses awal Hergé

Pada 23 Januari 1930, Hergé juga menciptakan dua karakter komik baru, yang berada pada strata golongan menengah di Brusel: Quick and Flupke. Kisah komik baru ini muncul secara rutin di Le Petit Vingtième setiap Kamis, hingga tahun 1935, yang kemudian terbit secara tidak teratur hingga 1940 (tercatat hanya 19 lelucon antara tahun 1937-1940).

Menurut penciptanya sendiri, "Quick adalah nama panggilan salah seorang temanku. Dan untuk Flupke, aku mengambilnya dari Flup (Philippe) dan ‘ke’ dari bahasa Flandria, yang berarti ‘kecil’. Jadi Flupke berarti ‘Philip kecil’.”

Menurut pendapat B. Peeters, pembuatan kisah komik Petualangan Quick dan Flupke, dilakukan oleh sang seniman untuk menuangkan semua elemen yang tidak mungkin dituangkan dalam serial komik yang satunya, Petualangan Tintin, yang tampaknya juga merupakan kenangan Hergé akan lelucon-lelucon di masa kecilnya dulu.

Di bulan Mei 1930, Hergé mulai menyadari kesuksesan kisah Tintin, membuatnya berpikir untuk membuat kisah lanjutannya. Father Wallez memberikan ide mengenai bagian dimana Tintin baru saja kembali dari perjalanannya ke Uni Soviet atau Rusia.

Di akhir tahun 1930, yang merupakan tahun kesuksesan kisah komik Petualangan Quick dan Flupke, waktu itu ada radio Katolik Belgia yang membuat suatu acara untuk mewancarai "dua orang anak" (Quick dan Flupke) dari Brusel.

Seiring berjalannya waktu, terlihat bahwa oplah Le Petit Vingtième meningkat dari dua kali, tiga kali, hingga enam kali dari biasanya, dimana itu semuanya karena dimuatnya serial komik Petualangan Tintin.

Hergé mulai memperkerjakan asisten bernama Paul Jamin, yang nantinya dikenal sebagai kartunis dengan nama sandi d'Alidor. Sesuai dengan momen dan tradisi kolonialisme yang sangat marak sejak pertengahan 1920, Hergé memutuskan, yang sebenarnya juga atas perintah Norbert Wallez, mengirim Tintin ke Afrika, tepatnya di Kongo.

Sejak tahun 1908, provinsi itu dikuasai oleh kerajaan Belgia, pada awal-awal tahun 1930 mengalami masalah kekurangan sumber daya manusia. Tintin pun pergi ke sana, tidak untuk mengkritisi, tapi untuk mengajari para penduduk di Afrika. Ceritanya bermula dari kolom Le Petit Vingtième pada 5 Juni 1930.

Untuk membuat ceritanya sesuai dengan kondisi Afrika pada masa itu, Hergé sepenuhnya bergantung pada foto dan fakta yang dimiliki oleh Museum Pusat Afrika yang ada di kota Tervuren, Belgia, dengan patungnya yang sangat terkenal, l'Aniota à peau de léopard. Dengan cara itu, tidak kurang 118 halaman berhasil dibuat, dan dimuat hingga 11 Juni 1931.

Walaupun kisah ini kurang disukai oleh Hergé sendiri, petualangan kedua Tintin masih menuai kesuksesan. Tintin kembali dengan dielu-elukan orang banyak di stasiun kereta api Gare de Bruxelles-Nord, Brusel.

Kemeriahan ini bisa terbaca, ketika kedatangan mereka dimuat sebagai tajuk utama di salah satu harian Brusel: "Tintin dan Snowy didukung oleh Quick dan Flupke, dan tak lama 3 orang warga Kongo mengikutinya. Si remaja yang juga seorang pahlawan, berpakaian sebagaimana layaknya seorang kolonial."

Ilustrasi novel dan iklan (1929-1932)

Di awal tahun 1930-an, Herge sedikit sekali berkontribusi untuk suplemen Votre Vingtième, Madame, sebuah suplemen yang menggambarkan wanita merdeka dari zaman perang, yang dipengaruhi masa années folles yang datang langsung dari Amerika Serikat. Si seniman menggambar wanita yang sedang berolahraga, mengendarai kendaraan bermotor ataupun perahu bermesin.

Dari paruh akhir tahun 1920-an, Georges Remi secara resmi juga bekerja sebagai ilustrator untuk beberapa novel, sebagian besar mengenai kepanduan Katolik. Novel pertamanya adalah L'Âme de la mer (1927) karya Pierre Dark, teman lamanya di dunia kepanduan. Di tahun berikutnya, ia menjadi ilustrator Mile, kisah seorang anggota pastur Maurice Schmitz, yang juga menjadi buku terlaris.

Akhirnya ia bergabung dengan l'Histoire de la guerre scolaire (1932) milik Léon Degrelle. Dalam waktu yang sama, ia membuat ratusan ilustrasi untuk iklan. Salah satunya adalah poster dari tahun 1928, Grande Fancy-Fair: diadakan atas prakarsa sekolah-sekolah gratis Saint-Boniface, tapi juga menjadi ilustrator untuk merek amplifiers (Modulophone, 1930), tapestries (J. Lannoy son, 1928), toko mainan (Innovation, 1931).

Beberapa tugas yang dikerjakannya tadi meningkatkan teknik ilustrasinya, dan keakuratan komposisi dalam komik-komiknya.

Dimulainya era sebuah industri (1931-1936)

Pada Mei 1931, Hergé dan Jamin terbang ke Paris, mengunjungi Alain Saint-Ogan, untuk lebih meningkatkan kemampuannya serta mencari masukan-masukan tambahan.

Menyadari bahwa keinginan Norbert Wallez adalah mengkritisi dunia bawah tanah kota Chicago, dia mengirimkan si pahlawan, Tintin, ke tanah para koboi dan Indian, daerah yang juga disukainya. Hal ini dimasukkannya pada bagian akhir kisah Tintin di Congo, dimana terlihat para gangster Amerika yang menunjukkan bahwa si pengarang akan berpetualang lagi ke kisah selanjutnya.

Halaman awal kisah Tintin di Amerika, muncul untuk pertama kalinya pada 3 September 1931, masih di Le Petit Vingtième. Dan untuk pertama kalinya, Georges Remi memasukkan dalam kisah komiknya, seorang tokoh dari dunia nyata: Al Capone (1899-1947).

Ia mendapatkan banyak informasi mengenai Amerika Serikat, utamanya dari sebuah majalah, Le Crapouillot. Selain itu, informasinya didapatkannya dari berbagai buku, scene dari Scènes de la vie future dari Georges Duhamel, atau buku L'Histoire des Peaux-Rouges karya dari Paul Coze.

Tidak seperti dua kisah sebelumnya, kisah ini tidak memberikan cerita baru yang meningkahi kisah sebelumnya, namun lebih ke arah perubahan yang terstruktur.

Baca lanjutannya: Biografi Hergé, Petualangan Tintin, dan Sejarah Komik Dunia (Bagian 4)

Related

History 4728778721723006523

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item