Kisah Penemuan dan Asal Usul HIV/AIDS yang Misterius

Kisah Penemuan dan Asal Usul HIV/AIDS yang Misterius, naviri.org, Naviri Magazine, naviri majalah, naviri

Naviri Magazine - Minggu, 3 Oktober 2010 1982, dokter AS menemukan sebuah penyakit baru. Sebuah penyakit menyerang kekebalan tubuh sehingga menurun, dan jadi rentan terhadap penyakit lainnya.

Penyakit utama itu dinamai AIDS. Lalu, tahun 1983, para ilmuwan dari Lembaga Pasteur di Paris, juga tim peneliti di AS, menemukan agen penyebab penyakit ini. Yaitu sebuah virus yang dinamai HIV (Human Immunodeficiency Virus).

Penelitian lebih lanjut menunjukkan kalau HIV terbagi menjadi dua tipe: HIV-1 dan HIV-2. Pada orang yang terinfeksi HIV-2, AIDS butuh waktu lama untuk berkembang; namun orang yang memiliki HIV di tubuhnya tidak menjamin ia akan mengalami AIDS.

Kasusnya terbukti pada pemain basket Earvin Johnson, yang didiagnosa HIV positif. Saat itu ada dugaan, orang yang HIV positif berarti akan mendapatkan AIDS, dan segera mengalami kematian. Tidak demikian dengan Earvin Johnson, dan dari kasus ini, beserta kasus-kasus sejenis, para peneliti menyimpulkan seorang HIV positif belum tentu akan menderita AIDS.

Asal usul HIV tidak diketahui. Salah satu hipotesis mengatakan, untai utama (M) HIV muncul karena penggunaan vaksin anti poliomyelitis yang telah disiapkan, dengan membiakkan virus polio pada sel primata non manusia.

Diajukan, kalau untai simian virus penurun kekebalan ini (SIV) pada awalnya ada dalam kultur sel, dan mengkontaminasi vaksin. Lalu vaksin ini memasuki populasi manusia yang divaksinasi (terutama di Kongo), di akhir tahun 1950. Studi selanjutnya pada virus dari daerah Kongo ternyata tidak mendukung hipotesis ini.

Perkiraan yang paling kuat dari hubungan evolusi menunjukkan HIV-1 datang lewat pergeseran inang dari simpanse ke manusia. Sementara itu, saat bukti filogenetik (pohon evolusi) ini diajukan bertahun lalu, para peneliti masih memilih hipotesis “HIV berasal dari spesies monyet yang belum diketahui identitasnya”, karena tingginya seroprevalensi SIV pada spesies monyet.

Walau begitu, bukti terbaru pembarisan SIV yang lebih luas dari simpanse menunjukkan kalau SIV dari simpanse dan HIV memiliki leluhur bersama yang paling baru. Mekanisme pergeseran inang ini masih diperdebatkan dengan sengit, namun keyakinan umum menduga transfer lewat peningkatan kontak manusia – simpanse lewat darah, seperti penjagalan simpanse.

Lokasi geografik yang mungkin tempat terjadinya transfer ini adalah Afrika Tengah. Perkiraan waktu terbentuknya HIV-1 diduga antara 1915–1945.

Related

Science 3886774502009405252

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item