Ternyata, Penghasilan Transjakarta Turun Drastis Gara-gara Wabah Corona

 Ternyata, Penghasilan Transjakarta Turun Drastis Gara-gara Wabah Corona, naviri.org, Naviri Magazine, naviri majalah, naviri

Naviri Magazine - Krisis ekonomi akibat pandemi virus corona juga berdampak pada pendapatan PT Transjakarta yang menurun drastis. Terlebih jumlah penumpang bus Transjakarta kini juga dibatasi.

Direktur Pelayanan dan Pengembangan Transjakarta, Achmad Izzul Waro, mengatakan, pendapatan perusahaannya yang mengandalkan penjualan tiket ini turun drastis. Sebab penumpang Transjakarta yang semula menyentuh angka 1 juta, kini turun menjadi 360 ribu.

"Di era pandemi ini kita akui jumlah pelanggan kita kita batasi akhirnya secara statistik turun drastis. Capaian tertinggi masih di kisaran 360 ribu, sangat jauh pas normal lebih dari 1 juta pelanggan. Saat ini tertinggi di 360 ribu itu 40 persen disumbang pelanggan Mikrotrans yang 0 rupiah," ujar Izzul dalam diskusi Mobilitas Aktif Pasca Pandemi secara virtual.

Tak hanya itu, subsidi Pemprov DKI melalui public service obligation (PSO) juga terpaksa dipangkas untuk penanganan pandemi virus corona. Hal ini membuat Transjakarta harus mencari pendapatan di luar penjualan tiket dan dukungan Pemprov DKI.

"Pendapatan kita sebagai perseroan Transjakarta mengalami penurunan drastis. Namun demikian kita pahami keterbatasan anggaran di Pemprov buat kita berinovasi sesegera mungkin realisasikan pendapatan di luar tiket," terang Izzul.

Untuk menambah pendapatan, Izzul mengatakan, pihaknya telah mengajukan izin ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mengelola secara penuh halte-halte bus Transjakarta. Jika mendapat izin, Transjakarta akan membuka layanan iklan di halte untuk menambah pendapatan.

"Kita menyiapkan diri bisa kelola sehingga bisa jadi tambahan pendapatan yang akhirnya bisa menjadi sumbangan revenue untuk Transjakarta untuk enggak bergantung sepenuhnya pada APBD atau PSO. Nah sudah kita sampaikan untuk permohonan izin pengelolaan halte secara keseluruhan," terangnya.

Menurut Izzul, izin itu sudah diajukan ke Anies sejak Februari dan tengah menunggu prosesnya. Selama ini secara administrasi, halte-halte Transjakarta masih menjadi aset Pemprov DKI.

"Maka sejak Februari kita izin ke Gubernur untuk manfaatkan halte di Jakarta. Misalnya Cawang, Senen punya Transjakarta kok selama ini enggak dipakai misalnya iklan dan lainnya. Kita ketahui ini masih dalam proses karena halte tersebut secara administrasi aset masih di Pemprov," pungkasnya.

Related

News 9005829874766957634

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item