Kisah Josiah Zayner, Ilmuwan yang Ingin Menciptakan Manusia Super


Naviri Magazine - Ada banyak hal yang semula hanya ada di film, tapi kemudian bisa diwujudkan ke dunia nyata. Dari teknologi persenjataan sampai teknologi pesawat. Bagaimana dengan manusia super?

Ada banyak film yang mengisahkan orang-orang berkekuatan super, dari Superman sampai Spider-Man. Mungkinkah menghadirkan manusia super semacam itu ke dunia nyata?

Sebenarnya, ilmuwan telah berupaya mencari cara untuk melakukan hal tersebut. Namun, penelitian mereka kerap terbentur pada peraturan yang membatasi uji coba yang ingin dilakukan. Menciptakan manusia super jelas akan berkaitan dengan urusan rekayasa DNA. Dalam hal itu, prosedur yang berhubungan dengan rekayasa DNA diatur sangat ketat.

Hal itulah yang dihadapi oleh Josiah Zayner, seorang ilmuwan yang juga bermimpi menciptakan manusia super. Akhirnya, satu-satunya cara bagi Josiah Zayner untuk meneliti rekayasa DNA adalah dengan menjadikan dirinya sendiri sebagai kelinci percobaan.

Dikabarkan CBS News, mantan ilmuwan NASA itu telah menghapus myostatin di tubuhnya, suatu zat yang membatasi pertumbuhan otot dalam tubuh manusia. Tujuan utamanya untuk meningkatkan kekuatan dan sensitivitas indra.

"Ini adalah yang pertama dalam sejarah, bahwa kita tak lagi diperbudak oleh genetik," tegasnya. Sebagai biochemist, dia tahu betul prosedur serta risiko dari penelitiannya.

Prosedur dan teknologi yang berhubungan dengan rekayasa DNA diatur sangat ketat oleh hukum negara, terutama di Amerika Serikat dan Britania Raya. Tapi tak ada larangan jika percobaannya dilakukan terhadap diri sendiri.

Dukungan juga datang dari John Harris, seorang bioetik dari Universitas Manchester, yang menganggap normal tindakan Zayner. "Sepanjang sejarah, ada banyak ilmuwan yang bereksperimen dengan diri mereka sendiri," kata Harris.

Related

Science 7735233444974070857

Recent

Hot in week

item