Wanita Ini Mengalami 'Covid Arm' Usai Suntik Vaksin COVID-19, Kondisi Apa Itu?


Naviri Magazine - Seorang wanita asal California mengatakan telah mengalami reaksi yang parah usai mendapat dosis pertama vaksin COVID-19 buatan Moderna. Kondisi ini membuatnya berpikir lagi untuk mendapat suntikan vaksin yang kedua.

Wanita bernama Amelia Brown ini mendapatkan suntikan vaksin dosis pertamanya pada 11 Januari 2021 lalu. Setelah disuntik, ia tidak merasakan sakit sama sekali.

Namun, tidak lama kemudian ia mulai merasa pusing dan alergi ringan. Brown pun diarahkan ke rumah sakit untuk memastikan kondisinya baik-baik saja dan bisa kembali bekerja. Sampai seminggu setelahnya, ia mulai merasa gatal di area suntikan tersebut.

"Itu hanya merah dan gatal-gatal. Saya bisa merasakan adanya benjolan," ujarnya yang merasakan benjolan itu saat bangun tidur di keesokan paginya atau disebut dengan 'Covid arm'.

"Covid arm' ini adalah efek samping ruam baru yang muncul pada sebagian orang yang menerima vaksin Corona Moderna.

Menanggapi kasus ini, ahli imunologi Dr Praveen Buddiga menjelaskan 'Covid arm' atau lengan Covid ini pada dasarnya adalah jenis hipersensitivitas yang tertunda. Bisa juga disebut sebagai reaksi alergi yang terjadi sekitar 7 hingga 10 hari kemudian pasca vaksinasi.

"Ini terjadi pada sekitar 2-9 persen pasien. Mereka harus menemui dokter jika tidak hilang dalam waktu 48 jam," jelas Dr Buddiga yang dikutip dari Daily Star.

Untuk mengatasi 'Covid arm' ini, Dr Buddiga menyarankan untuk mengompres benjolan tersebut dengan es. Selain itu, jangan lupa konsumsi air putih yang banyak, lakukan peregangan lengan, dan tetap harus mendapatkan suntikan dosis yang kedua vaksin Corona.

Related

News 7826976222959219147

Recent

item