Inilah 4 Tempat Penyimpanan Benda Berharga Paling Aman di Dunia


Naviri Magazine - Kita mengenal safe deposit box atau SDB sebagai tempat penyimpanan yang disediakan bank. Kita bisa menggunakan SDB untuk menyimpan barang-barang berharga, seperti emas, sertifikat, dan semacamnya. Menyimpan barang berharga di SDB tentu jauh lebih aman dibanding menyimpan di rumah sendiri, karena SDB dijaga ketat keamanannya, serta tahan api sehingga tidak rentan kena kebakaran.

Di luar SDB, ternyata ada tempat-tempat penyimpanan lain yang juga digunakan untuk menyimpan benda-benda berharga, dalam skala jauh lebih besar, dengan tingkat keamanan yang berlipat ganda. Inilah empat tempat penyimpanan paling aman di dunia.

London Tower

Di abad pertengahan, bangunan ini berfungsi sebagai benteng. Seiring waktu, bangunan ini terus diperluas dan berubah fungsi, pernah dijadikan penjara, kediaman raja, serta ruang penyimpanan senjata dan harta karun.

Sampai saat ini, ruang penyimpanan harta karun “Jewel House” masih ada. Letaknya di bawah tanah, di balik pintu besi dan kaca pelindung berpelat baja. Di sinilah bersemayam permata pewaris tahta Inggris.

Pengunjung tidak perlu capek berjalan sebab lantainya yang berjalan. Ini memang disengaja, sebab dengan begitu pengunjung tidak akan berlama-lama melihat koleksi museum. Selain itu, pengunjung selalu di bawah pengawasan ketat petugas keamanan.

Benda-benda yang ada di sini memang bernilai tinggi. Sebut saja mahkota emas St. Edward, mahkota Kohinoor milik ratu Elisabeth dengan berlian seberat 109 karat, dan tongkat kerajaan dengan “bintang dari Afrika”, berlian asahan terbesar di dunia.
 
Sealand/HavenCo

Ini masih soal tempat penyimpanan, cuma letaknya di tengah laut. Perusahaan penyimpan data Haven.Co mengamankan data-data sensitif milik banyak perusahaan di Sealand. Sealand tak lebih dari bangunan dok di tengah lautan, tepatnya 10 km di lepas pantai Suffolk Inggris. Meski begitu, Sealand merupakan daerah istimewa sejak 1967 dengan “raja” sendiri.

Waktu perang dunia kedua, sealand merupakan kawasan pertahanan udara di perairan internasional. Kemudian berhubung kerajaan Inggris Raya tidak melihatnya sebagai bagian dari Inggris, maka pemiliknya, “Pangeran” Roy, yang mantan Mayor Paddy Roy Bates, mengklaim Sealand sebagai negara milik pribadinya. 

Tahun 1978, sejumlah orang Belanda yang bekerja untuk pedagang Jerman menculik putra Roy dan menguasai Sealand.

Para penculik berhasil ditaklukkan dan ditangkap sebagai tahanan perang. Kerajaan Inggris Raya mencoba menolong membebaskan tahanan itu tapi gagal. Jerman lalu mengirim seorang duta besarnya ke Sealand untuk membebaskan para tahanan. Pangeran Roy mengartikan hal ini sebagai pengakuan nyata bahwa sealand sebagai negara.
 
Granite Bunker

Bunker yang terletak di Salt Lake City, negara bagian Utah, AS, ini menyimpan arsip pribadi jutaan manusia yang tersimpan dalam mikrofilm. Di sinilah suku Mormon melakukan penelitian intensif untuk menelusuri silsilah nenek moyang mereka.

Di bawah tanah sedalam 200 meter di gunung granit, dan di balik enam pintu seberat 12 ton inilah tersimpan harta karun terbesar dunia di bidang ilmu silsilah. Data-data yang didapat dari buku-buku kuno gereja, sekarang bisa diakses oleh setiap orang yang juga bukan mormon.
 
Fort Knox

Inilah gudang emas batangan Amerika Serikat yang terletak di kawasan militer Kentucky, AS, dan dijaga oleh ratusan tentara. Jumlah emas batangan yang ada di sini masih rahasia, yang jelas miliaran dolar nilainya. 

Selain emas batangan, gedung berlantai dua dari baja, beton, dan granit ini diduga menyimpan sejumlah barang berharga lainnya, misalnya salinan naskah asli Magna Charta dari Inggris.
 
Untuk masuk ke gudang ini harus melalui pintu seberat 20 ton. Kuncinya berupa kombinasi angka dan tak sembarang orang tahu. Para pegawai memiliki kode rahasia sendiri, yang satu sama lain berbeda. Fort Knox dilengkapi sistem pembangkit tenaga listrik dan instalasi pengairan sendiri.

Related

World's Fact 7273131723581836901

Recent

item