Hasil Studi: Hormon Cinta Ternyata Bisa Bantu Penderita Sindrom Prader-Willi


Naviri Magazine - Oksitosin disebut sebagai hormon cinta, karena umumnya hormon ini meningkat saat orang sedang jatuh cinta. Hormon cinta ini ternyata juga bisa mengobati penderita kelainan genetik langka, yang disebut sindrom Prader-Willi.

Sindrom Prader-Willi adalah kelainan genetik langka yang mempengaruhi 1 dari 25.000 anak. Anak-anak yang lahir dengan sindrom ini memiliki berbagai masalah neurologis dan perkembangan kompleks yang berlanjut hingga dewasa.

Kondisi ini dapat menyebabkan kesulitan kognitif dan gangguan perilaku, masalah berat badan, masalah dalam mengendalikan amarah dan kesulitan dalam bersosialisasi.

Dan studi menunjukkan bahwa hormon cinta dapat meningkatkan kepercayaan, suasana hati, dan mengurangi perilaku yang mengganggu pada penderita sindrom Prader-Willi. Hasil studi telah dipublikasikan dalam Orphanet Journal of Rare Diseases.
 
Oksitosin adalah hormon kunci dalam membangun interaksi sosial dan empati. Sebelumnya juga telah diketahui bahwa oksitosin dapat meningkatkan kemampuan pada orang sehat dan autis untuk membaca wajah dan mengenali emosi orang lain.

Sejak sindrom Prader-Willi menunjukkan beberapa karakter seperti autisme dan juga terkait dengan penurunan jumlah oksitosin yang diproduksi neuron, peneliti dari Prancis melakukan berbagai percobaan dan pengujian penggunaan hormon.

Dalam melakukan studi, pasien yang terlibat dalam pengujian sering tinggal di pusat penelitian selama satu bulan, sehingga dapat diawasi kegiatan kerja dan aktivitas fisik hariannya. Mereka juga menerima perawatan medis dan psikologis yang diperlukan.

Selain itu, pasien juga menerima dosis tunggal oksitosin atau plasebo, serta memantau makan dan perilaku selama dua hari sebelum perawatan dan dua hari setelah diberi oksitosin.

"Dua hari setelah pemberian oksitosin, kami melihat bahwa pasien kami telah meningkatkan kepercayaan, penurunan kesedihan, dan menunjukkan perilaku kurang mengganggu," jelas Profesor Tauber dari Centre de R'f'rence du Syndrome de Prader-Willi, Prancis.

Meskipun ukuran yang digunakan kecil saat pengujian, lanjut Prof Tauber, dosis tunggal oksitosin memiliki efek yang bertindak signifikan pada akhir pengujian pasien.

"Ini benar-benar berita yang baik untuk pengelolaan lanjutan bagi orang-orang dengan sindrom Prader-Willi," tutur Prof Tauber.

Related

Science 7856436608423624436

Recent

item