Sejarah dan Asal Usul Uang: Awal Mula Lahirnya Bank dan Para Bankir (Bagian 1)


Naviri Magazine - Bagaimana sebenarnya uang beredar pertama kali di dunia, hingga menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia? Uraian ini akan menjelaskan hal-hal yang mungkin belum diketahui kebanyakan orang, mengenai sejarah dan asal usul uang, yang dimulai sejak zaman koin emas di era Julius Caesar. 

Disusun dalam bentuk kronologi, uraian ini didasarkan pada buku History of Money yang ditulis Andrew Hitchcock. Karena luasnya pembahasan, uraian ini akan disuguhkan dalam bentuk serial bersambung.

48 S.M.: 

Julius Caesar mengambil kembali hak untuk untuk membuat koin emas dari tangan pedagang uang di zamannya untuk kepentingan masyarakat. Dengan suplai uang baru yang berlimpah, dia memulai banyak proyek konstruksi dan pekerjaan umum. Dengan jumlah uang yang banyak, Caesar memenangkan hati rakyatnya.

Tetapi para pedagang uang membencinya, dan karena itu Caesar dibunuh. Setelah kematian Caesar, suplai uang berkurang, pajak naik, demikian juga korupsi.

Pada akhirnya suplai uang di Roma berkurang sampai 90%, yang menyebabkan rakyat jelata kehilangan tanah dan rumahnya.

30 SM: 

Yesus untuk pertama kalinya menggunakan kekerasan untuk mengusir para pedagang uang keluar dari Yerusalem.

Ketika orang Yahudi membayar pajak Ibadah di Yerusalem, mereka harus membayar dengan koin khusus, setengah shekel (setengah ounce perak murni). Koin jenis itu adalah satu-satunya koin perak murni tanpa gambar Raja, karenanya bagi Yahudi itu adalah satu-satunya koin yang bisa diterima oleh Tuhan.

Sayangnya koin ini jumlahnya tidak banyak, para pedagang uang mengumpulkan hampir semuanya, dan harga dari koin ini menjadi sangat mahal karenanya. Mereka memaksa orang-orang Yahudi untuk membayar mahal koin ini dan mendapatkan keuntungan yang besar.

Yesus mengusir para pedagang uang ini karena tindakan monopoli mereka yang merusak kesucian Yerusalem. Beberapa hari kemudian, Yesus disalib.

1024: 

Para pedagang uang memegang kendali suplai uang di Inggris dan secara umum disebut sebagai tukang emas. Uang kertas mulai diedarkan dalam bentuk kwitansi deposit emas dari masyarakat kepada para tukang emas karena kebanyakan orang menyimpan emas mereka kepada tukang emas. 

Kertas-kertas kwitansi ini pun mulai diperdagangkan dan digunakan dalam perdagangan sehari-hari, karena lebih nyaman dan mudah dibawa daripada koin emas dan perak.

Lama kelamaan para tukang emas ini memperhatikan bahwa hanya sebagian kecil dari para deposannya yang akan datang mengambil kembali emas mereka, dan mereka mulai mengambil keuntungan dari sistem ini. Mereka mengedarkan lebih banyak kwitansi daripada emas yang sebenarnya mereka miliki, dan tidak ada orang yang benar-benar menyadari tindakan mereka. 

Para tukang emas meminjamkan emas dalam bentuk kwitansi melebihi emas yang sebenarnya mereka miliki, dan menagih bunga atas pinjamannya kepada orang-orang.

Ini adalah awal lahirnya sistem yang kita sebut sebagai Fractional Reserve Banking, sistem di mana para tukang emas bisa meminjamkan lebih banyak uang daripada yang sebenarnya mereka miliki. Perlahan-lahan kepercayaan diri mereka terus bertambah, dan akhirnya mereka bahkan bisa meminjamkan 10 kali lipat uang (emas) yang mereka miliki di deposit.

Para tukang emas ini juga menemukan bahwa dengan mengendalikan suplai uang di sebuah masyarakat, mereka bisa menciptakan siklus ekonomi dengan mempermudah dan mempersulit pinjaman secara berkala.

Caranya adalah pada suatu ketika mempermudah pinjaman kepada orang-orang, menyebabkan jumlah uang beredar bertambah di masyarakat, kemudian berpindah ke mempersulit ataupun menghentikan pinjaman kepada orang-orang, mengambil kembali suplai uang yang beredar dan menyebabkan sebagian orang kesulitan membayar.

Mengapa mereka melakukan ini? Sederhana saja, akibat dari siklus ini adalah akan ada sebagian orang yang tidak sanggup membayar. Karena tidak bisa mendapatkan pinjaman baru, orang-orang yang tidak sanggup membayar ini akan menyatakan bangkrut dan dipaksa menjual aset-aset mereka kepada para tukang emas dengan harga murah.

Sampai saat ini pun kita mengalami siklus ini. Siklus boom and bust, resesi, depresi, itu hanya kata-kata untuk membodohi dan menutupi penipuan kejahatan dari para pedagang uang.

1100: 

Raja Henry I menggantikan Raja William II menjadi raja Inggris. Dia mengambil kembali hak untuk mendistribusikan uang di masyarakat, dari para pedagang uang. Uang yang dia gunakan adalah dalam bentuk yang sama sekali berbeda, sebatang kayu! 

Nama uang ini adalah talley stick, yang kemudian merupakan salah satu uang yang bertahan paling lama, 726 tahun sampai tahun 1826 (sekalipun bentuk uang lain juga muncul bersamaan di antara masa itu).

1225: 

St. Thomas Aguinas lahir, dan pada zaman itu memimpin Gereja Katolik untuk melarang pengenaan bunga (riba) atas uang.

Konsep ini adalah mengikuti ajaran Aristoteles bahwa tujuan dari uang adalah untuk melayani anggota masyarakat, dan memfasilitasi perdagangan barang. Pengenaan bunga atas uang akan melenceng dari tujuan tersebut, karena bunga menciptakan beban tambahan terhadap penggunaan uang.

Oleh karena itu, ajaran Gereja di abad pertengahan Eropa melarang pengenaan bunga atas pinjaman uang.

Baca lanjutannya: Sejarah dan Asal Usul Uang: Awal Mula Lahirnya Bank dan Para Bankir (Bagian 2)

Related

History 8840901309265594136

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item