Ini 10 Eksperimen Paling Ekstrem yang Pernah Tercatat dalam Sejarah (Bagian 2)


Naviri Magazine - Uraian ini adalah lanjutan uraian sebelumnya (Ini 10 Eksperimen Paling Ekstrem yang Pernah Tercatat dalam Sejarah - Bagian 1). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik, sebaiknya bacalah uraian sebelumnya terlebih dulu.

Harlow's Monkey Madness

Selain tikus, hewan yang cukup sering dijadikan kelinci percobaan adalah monyet. Tidak bisa dibayangkan apabila monyet yang kecil dan lucu harus dijadikan objek eksperimen yang sadis, tapi itulah yang terjadi. Adalah seorang psikolog bernama Harry Harlow yang melakukan percobaan terhadap monyet.

Harry Harlow ingin mengetes efek stres terhadap monyet. Harry melakukan percobaan dengan memisahkan anak monyet yang baru saja memiliki keterikatan terhadap induknya dan meletakkan mereka di lubang isolasi yang gelap kurang lebih selama 10 minggu. 

Sebagai pengganti induk, anak monyet hanya diberikan dummy atau tiruan untuk dipeluk. Efeknya, anak monyet mengalami stres dan memiliki sifat sadis. Stres dan sadis tersebut tidak bisa diobati.

Unit 731

Perang Dunia II adalah kisah sejarah peperangan paling kelam yang pernah terjadi sepanjang sejarah manusia. Disanalah tersembunyi sejumlah kisah ngeri yang terjadi selama peperangan. Jika kalian menganggap Perang Dunia II adalah hal yang mengerikan, tunggu sampai kalian apa yang terjadi sebelum Perang Dunia II terjadi.

Jauh sebelum Perang Dunia II, Jepang dan Cina terlebih dahulu sudah berperang satu dengan yang lain. Bahkan dua negara tersebut melihat satu sama lain bagaikan spesies manusia yang berbeda dengan mereka. Ada sebuah divisi yang dibuat oleh Jepang, dinamakan Unit 731.
 
Unit 731 ini bertanggung jawab atas terjadi perang kuman. Mereka memotong anggota tubuh untuk menimbulkan gangren dan menciptakan wabah yang nantinya akan menyerang kota-kota yang ada di Cina dengan harapan tentara Cina akan menderika kolera dan tipus.

Eksperimen Bahasa oleh Frederick II

Frederick II adalah sosok kaisar Romawi  yang berkuasa dari tahun 1197 sampai 1250. Dirinya dikenal sebagai orang yang suka melakukan eksperimen ilmiah. Dalam eksperiman yang dilakukan, Frederick II tidak melakukannya sendirian, dirinya dibantu oleh seorang biarawan Italia yang memiliki kebencian khusus terhadap umat manusia. Eksperimen yang dilakukan oleh mereka berdua sangat keji.

Ada kedua orang tersebut banyak melakukan eksperimen keji, tapi yang paling parah adalah ketika keduanya ingin mencari tahu bahasa asli dari manusia atau bahasa Tuhan, mungkin, bagi mereka. Frederick II melakukan eksperimen dengan menjauhkan 2 bayi dari manusia. Dia ingin melihat bagaimana kedua bayi tersebut tumbuh dan berbicara. 

Frederick II berpikir, mungkin mereka akan berbicara menggunakan bahwa yang diucapkan oleh Adam dan Hawa menurut Alkitab. Hasilnya sudah jelas, kedua bayi bukan hanya tidak bisa berbicara tapi tidak memiliki sifat kemanusiaan. Keduanya meninggal dengan tragis. 

Mengalirkan Arus Listrik ke Otak

Kejutan listrik bukanlah hal yang menyenangkan. Namun, seorang dokter bernama Roberts Bartholow melakukan suatu yang di luar dugaan banyak orang. Robert melakukan hal gila dengan menyalurkan arus listrik langsung ke otak dari pasiennya. Hal gila tersebut dilakukan oleh Robert pada tahun 1847.

Saat itu, Robert tengaj menangani seorang pasien bernama Mary Rafferty yang mengalami luka di bagian dalam tengkoraknya. Luka tersebut sudah sangat dalam menembus tulang hingga otaknya terlihat. Dengan seijin Mary, Robert memasukan aliran listrik langsung ke otaknya dan menganalisa reaksi Mary. 

Robert melakukan percobaan tersebut berulang kali selama 4 hari. Awalnya, Mary terlihat biasa saja, sampai akhirnya Mary mulai merasakan gelisah dan kemudian koma. Tidak lama kemudian, Mary meninggal.

Eksperimen Tulang Belakang 

Di tahun 1896, seorang dokter anak bernama Arthur Wentworth melakukan metode tersebut terhadap anak-anak. Arthur melakukan percobaan pada seorang gadis muda dan dirinya ingat betul bagaimana sang pasien merasakan rasa sakit teramat sangat. 

Arthur kemudian melakukan metode tersebut terhadap 29 bayi dan balita. Meski menyakitkan, prosedur tersebut sangat berguna untuk mendiagnosa sejumlah penyakit.

Related

Science 4676581269913323367

Recent

item