Ini Perbedaan Cara Pikir Bos dan Karyawan tentang Uang


Naviri Magazine - Anda adalah karyawan di sebuah perusahaan, yang biasa berangkat pagi dan pulang sore. Kadang-kadang ada pekerjaan tambahan, dan Anda harus lembur sampai malam. Dalam kegiatan bekerja sehari-hari, Anda mungkin berpikir, “Kalau saja gajiku dinaikkan, atau penghasilanku ditambah, mungkin aku akan lebih produktif.”

Namun, meski Anda sudah lama memikirkan hal semacam itu, bos Anda tampaknya tidak punya pikiran yang sama. Buktinya, ia tidak juga menaikkan gaji Anda, dan Anda tetap mendapat penghasilan yang segitu-segitu saja. Anda berpikir bahwa uang adalah motivator yang baik, sehingga Anda akan bekerja lebih baik kalau diberi gaji tambahan. Tetapi, ternyata, bos Anda tidak berpikir seperti itu.

Ternyata, ada perbedaan pola pikir antara bos dan karyawan mengenai uang, dan berikut ini uraiannya.

Uang tidak digunakan secara efisien

Banyak atasan Anda di kantor beranggapan, bahwa gaji yang diberikan kepada sebagian karyawan yang digaji (per minggu dan per jam), bukan kinerja melainkan hanya waktu saja.

Seperti contoh, bagi mereka yang bekerja di kantor, tentu saja mereka tahu kapan waktu tanggal pembayaran gaji yang akan diterima, berbeda halnya dengan para pekerja marketing. 

Penghasilan yang didapatkan berdasarkan seberapa banyak produk yang berhasil mereka jual, sehingga upah yang diberikan untuk karyawan per jam dinilai kurang efektif dan tidak terlalu memotivasi karyawan.

Kenaikan gaji atau bonus tidak besar

Para peneliti tentang ambang motivasi menyarankan bahwa untuk kenaikan gaji atau bonus harus benar-benar mengarah pada peningkatan motivasi dan kinerja, setidaknya 5-7%. Jadi, kenaikan gaji yang dialami oleh sebagian besar karyawan tidak besar sehingga berdampak pada minimnya motivasi saat bekerja.

Uang bukan motivator sejati

Hal ini dikarenakan, uang pada umumnya akan berhubungan dengan kekuasaan dan status seseorang. Sebagian orang lebih termotivasi oleh kekuasaan dan status dibandingkan nilai yang dimiliki oleh uang tersebut.

Banyak orang yang beranggapan pekerjaan yang bergengsi lebih dari sekadar uang. Hal inilah yang menyebabkan uang tidak bisa menjadi motivator terbaik bagi karyawan.

Anggaran perusahaan yang ketat

Setiap perusahaan pasti menginginkan pengeluaran yang sekecil mungkin, hal ini juga yang menjadi alasan para atasan menganggap uang tidak bisa dijadikan motivator terbaik bagi karyawan.

Hal ini disebabkan, para atasan harus memutar otak untuk mengatur anggaran perusahaan sebaik mungkin, salah satu yang bisa diberikan perusahaan kepada karyawan selain fresh money adalah penghargaan “non tunai” seperti fasilitas parkir, voucher berbelanja, tiket liburan, hingga acara gathering bersama seluruh karyawan perusahaan.

Related

Money 1321128495293942267

Recent

item