Pentingnya Menyesuaikan Jenis Bahan Bakar dengan Kendaraan


Naviri Magazine - Setiap kendaraan memiliki spesifikasi tersendiri dan membutuhkan perawatan serta jenis bahan bakar yang telah disesuaikan. Ada mobil yang membutuhkan bahan bakar dengan oktan tinggi, misalnya, sebagaimana ada mobil yang cukup diberi bahan bakar dengan oktan sedang.

Bisa jadi, kita membeli mobil yang cukup diberi bahan bakar dengan oktan sedang, lalu berpikir untuk memberinya bahan bakar dengan oktan tinggi. Tujuan kita, bisa jadi, karena menginginkan performa mobil lebih baik. Apakah cara itu memang terbukti?

Saat kita menggunakan BBM dengan oktan lebih tinggi dari anjuran produsen, ternyata tidak memberikan efek positif pada kinerja mesin. Hal itu terungkap dalam penelitian berjudul “Effect of octane on performance, energy consumption and emissions" yang dikerjakan Richard Stradling, John Williams, Heather Hamje, dan David Rickeard, yang dipublikasikan Transportation Research Arena. Penelitian itu menguji reaksi performa mesin saat diberi BBM berkualitas tinggi.

Riset tersebut menggunakan dua mobil sebagai sampelnya. Mobil pertama memiliki ECU yang dikalibrasi untuk BBM dengan RON 98, dan mobil kedua dikalibrasi untuk RON 95. 

Penyusutan performa terjadi secara signifikan begitu mobil pertama dan kedua diberi besin dengan RON 86 dan 91. Berbeda halnya ketika peneliti menggunakan bensin beroktan mulai dari 95 sampai 111, performa mesin cenderung setara. 

Konklusi dari penelitian tersebut menyatakan konsumsi BBM meningkat ketika mobil diajak berakselerasi cepat (full gas) dengan bensin beroktan lebih rendah dari standar kalibrasi ECU. 

Semakin rendah oktan, semakin rendah efisiensi bahan bakar. Namun, berbeda halnya begitu mobil melaju dengan kecepatan konstan. Dalam kondisi seperti itu, efisiensi bahan bakar cenderung stabil, meskipun menggunakan bensin dengan RON terendah. 

Penelitian itu menepis anggapan bahwa BBM dengan oktan tinggi mampu mengangkat kinerja mesin kendaraan, terutama mobil. Hal itu dikarenakan oktan bahan bakar hanya dipengaruhi zat aditif, seperti etanol, yang berfungsi menaikkan nilai oktan dan titik bakar, tanpa menambah energi yang dapat dihasilkan. 

Minimnya manfaat menggunakan BBM dengan oktan tinggi dari rekomendasi juga dipaparkan dalam penelitian American Automobile Association, dilansir Business Insider. 

Para periset melakukan observasi menggunakan mobil-mobil berkapasitas mesin 2.0 liter sampai 5.0 liter yang diberi bahan bakar dengan RON 87 dan 93. Setelah dianalisa, tidak ada peningkatan efisien bahan bakar dan tenaga mesin yang signifikan, ketika mobil meminum BBM dengan nilai oktan tinggi. 

Bagaimana dengan mencampur oktan BBM? 

Stephen Leroux mengungkapkan tidak ada manfaat yang dihasilkan. Mencampur bahan bakar tidak mengubah oktan dari masing-masing jenis. “Saran saya lebih baik menggunakan satu oktan saja. Saya tidak melihat manfaat dari mencampur (bahan bakar),” ujar Stephen dikutip dari The Globe and Mail.

Pilihan yang paling baik adalah memang menggunakan bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan. Beralih ke bahan bakar beroktan rendah atau mencampurnya, sebaiknya bukan pilihan, tapi juga bukan larangan. Keputusan ada di tangan masing-masing pengendara.

Related

Automotive 6073436940336492486

Recent

Hot in week

item