Menara Setan, Tempat Misterius yang Asal Usulnya Tak Diketahui


Naviri Magazine - Di Amerika Serikat, tepatnya di Wyoming, ada sebuah tebing batu yang berdiri di dataran Sungai Belle Fourche. Tinggi tebing batu itu mencapai 1.559 meter di atas permukaan laut, dan struktur batuannya berlapis-lapis tapi datar di bagian atas. Menyerupai tunggul pohon yang baru ditebang. Tebing batu itu dikenal dengan nama Menara Setan atau The Devil’s Tower.

Karenanya, menyerupai tebing batu, menara itu juga disebut Bear Lodge. Menara atau tebing batu ini adalah salah satu monumen nasional milik Amerika Serikat.

Kenapa disebut Menara Setan, padahal cuma sebuah tebing batu?

Asal usul terciptanya tebing batu ini belum bisa terungkap oleh ilmu geologi. Jadi, masyarakat sekitar masih sering mengkaitkannya dengan hal-hal mistis. 

Teori geologis paling masuk akal

Dari sekian banyak teori terbentuknya Menara Setan, yang paling terkenal adalah teori bahwa menara itu terbentuk akibat Laccolith. 

Laccolith adalah semacam penumpukan magma panas dari perut bumi yang tidak pernah sampai ke permukaan. Karena tertahan, maka terbentuklah benjolan berupa batuan sedimen di atasnya, tapi kawah magma tak terbentuk. 

Setelah itu, batuan yang lebih lembut perlahan terkikis, sedangkan batuan keras akan terbuka, dan makin lama makin menumpuk sedikit demi sedikit. Kalau berdasarkan teori ini, bisa dibayangkan kapan awal mula Menara Setan terbentuk. Ya, sekitar satu atau dua juta tahun lalu, atau mungkin bisa lebih lama dari itu.

Legenda Bear Lodge

Selain teori ilmiah, ada pula cerita rakyat populer mengenai terbentuknya Menara Setan. Dahulu kala, ada sekelompok gadis remaja yang berlari karena dikejar beruang ganas. Untuk menyelamatkan diri dari ancaman beruang, gadis-gadis itu kemudian naik ke sebuah batu besar. Lalu mereka berdo'a, “Batu kasihanilah kami, selamatkan nyawa kami!”

Karena mereka berdoa sambil meratap dan penuh kesungguhan, secara ajaib batu tersebut perlahan-lahan semakin tinggi, dan terus tinggi hingga ke langit. Beruang tidak tinggal diam. Hewan itu tetap berusaha memanjat batu-batuan itu dengan cakar-cakar mereka, namun terus menerus tergelincir dan jatuh kembali. Makanya, guratan di batu sering diumpamakan sebagai cakar beruang yang tergelincir.

Bagaimana nasib gadis-gadis itu? Menurut cerita, mereka kemudian menjelma menjadi bintang bernama Pleiades, dan tidak kembali lagi ke bumi.

Menara Setan saat ini

Saat ini, Menara Setan menjadi tempat wisata yang kerap didatangi wisatawan. Buat yang suka mendaki, di sini ada tim rangers yang siap membantu. 

Buat yang mau santai sambil menikmati suasana di sana juga bisa. Setiap musim panas, tim pengelola menyediakan Service Summer Cultural Program. Kegiatannya lumayan banyak, mulai dari menikmati senja sambil mendengar teori geologis terbentuknya Menara Setan, hingga safari malam mengamati hewan liar di sekitar menara dan mendirikan kemah di sekitar menara. 

Kalau datang ke sana bulan April, Mei, atau Juni, kalian juga bisa mengamati bunga-bunga liar yang cantik lagi mekar-mekarnya. 

Related

Science 4544538934088529765

Recent

Hot in week

item