Mengenal Spirit Doll, Boneka Arwah yang Viral di Indonesia


Spirit doll atau boneka arwah kini sedang viral jadi perbincangan. Sejumlah selebriti seperti Ivan Gunawan hingga Lucinta Luna ramai-ramai mengadopsi boneka arwah ini dan merawatnya seperti anak sendiri. Mereka juga mengunggah kebersamaan dengan boneka itu di media sosial.

Keberadaan boneka arwah sudah ada sejak zaman dahulu kala. Biasanya boneka ini digunakan dalam ritual pemujaan atau keagamaan.

Dalam beberapa tahun terakhir, tren spirit doll kembali muncul di era modern. Berdasarkan penelusuran, terdapat beberapa blog berbahasa Inggris yang membagikan informasi mengenai spirit doll.

Dikutip dari barkobe, terdapat sejumlah pengertian mengenai spirit doll.

Spirit doll adalah boneka yang digunakan berkaitan dengan hal-hal spiritual atau ritual keagamaan seperti doa dan meditasi. Boneka ini sering diletakkan di altar, digunakan di geraja atau menjadi objek pengabdian. Boneka arwah dapat berupa patung tokoh suci, leluhur, malaikat, dewa dan dewi.

Belakangan, spirit doll digunakan sebagai metode penyembuhan atau healing. Proses penyembuhan ini dilakukan dengan membuat sendiri spirit doll sesuai dengan keinginan. Proses pembuatan dan merawat boneka ini diyakini dapat menyembuhkan batin seseorang.

Saat ini, spirit doll yang populer dan banyak dimiliki adalah boneka yang menyerupai bayi dan dirawat seperti manusia. Boneka ini seolah memiliki arwah layaknya bayi atau manusia pada umumnya. Boneka arwah ini bahkan juga dijual secara online.

Menurut Julia Inglis, boneka arwah ini menjadi cermin atau alat mengekspresikan diri.

"Boneka arwah bisa menjadi cermin atau jembatan ke diri Anda yang mungkin tidak bisa Anda ekspresikan. Dia adalah seorang teman dan semakin banyak waktu yang Anda habiskan dengan teman ini, semakin Anda mencintai mereka. Mungkin Anda mulai menceritakan rahasia yang Anda simpan di hati dan tidak bisa dibagikan kepada orang lain," kata Inglis dikutip dari Sacred Familiar.

Inglis menjelaskan bahwa boneka tersebut dapat menerima dan mencintai pemiliknya.

"Boneka itu tinggal bersama Anda setiap hari, melalui saat-saat baik dan buruk, boneka itu selalu menerima. Dan kemudian Anda mulai merasakan semangat hidup di boneka ini dan betapa besar cintanya untuk Anda," kata Inglis.

Sementara itu, psikolog Stephani Raihana Hamdan menjelaskan bahwa fenomena ini bisa muncul karena kebutuhan merawat dan memelihara sesuatu.

"Saya tidak menemukan riset untuk menjelaskan hal ini, kelihatannya itu didasari oleh kebutuhan terkait dengan nurturing, terkait dengan kebutuhan merawat, karena memang pada dasarnya manusia memiliki kebutuhan ingin merawat generasi baru, dalam hal ini bayi," kata ‪Stephani.

Di sisi lain, Majelis Ulama Indonesia mengimbau umat Islam untuk tak memperlakukan boneka seperti anak.

"Kalau itu diisi atau dipersepsikan tempat arwah, hukumnya tidak boleh memelihara makhluk halus. Kalau disembah musyrik, tapi kalau berteman saja berarti berteman dengan jin," kata Cholil dalam keterangan tertulisnya.

Related

Lifestyle 586290356286797930

Recent

item