20 Fakta Penting Seputar Vagina yang Perlu Anda Tahu (Bagian 1)


Fakta tentang vagina masih banyak yang belum tahu, terutama para wanita sang pemilik vagina itu sendiri. Selain kemampuannya memulihkan diri pasca kelahiran bayi yang menakjubkan, masih banyak hal lain yang luar biasa tentang organ tubuh penting ini.

Alyssa Dweck, asisten profesor klinis di bidang ginekolog di New York mengatakan, “Mekanisme penyembuhan diri pada vagina sungguh luar biasa.”

Berikut ini adalah 20 fakta tentang vagina yang wajib diketahui oleh semua perempuan.

1. Vagina tidak hanya mencakup satu organ, tapi beberapa anatomi sekaligus

Fakta tentang vagina yang pertama, ia tidak hanya satu organ tempat keluarnya darah haid setiap bulan dan jalan bayi lahir. Sebutan vagina sebenarnya ditujukan pada kanal otot yang menghubungkan serviks ke bagian luar tubuh.

Bagian luar tubuh dalam sistem reproduksi, disebut vulva. Mencakup labia mayora (bibir luar vagina), labia minora (bibir dalam vagina), dan klitoris yang kaya saraf sensitif, berfungsi untuk kepuasan dalam hubungan seksual bagi perempuan.

2. Vagina mampu membersihkan diri sendiri

Jangan pernah tertipu dengan iklan pembersih vagina. Fakta tentang vagina yang penting diketahui, ia bisa membersihkan sendiri secara alami. Cukup bersihkan dengan air dan sabun dari luar, tidak perlu memasukkan apapun ke dalamnya, karena justru bisa memicu infeksi.

3. Vagina penuh bakteri baik

Di dalam vagina, terdapat ekosistem berisi mikroba dan bakteri baik yang harus selalu dijaga keseimbangannya. Termasuk kadar keasaman vagina.

4. Vagina tidak butuh perawatan ‘spa’

Beberapa artis melakukan spa vagina, hingga membuat perawatan spa vagina jadi populer. Namun sebenarnya hal tersebut tidak terlalu perlu untuk dilakukan. Karena justru bisa memicu infeksi, atau luka bakar di bagian paling sensitif tubuh Anda.

Sedangkan untuk menghilangkan rambut vagina, tergantung pada keputusan Anda dan suami. Tapi spa vagina sebaiknya tidak perlu dilakukan.

5. Vagina tidak semestinya berbau seperti bunga

Fakta tentang vagina yang satu ini, seringkali menjadi bias saat melihat iklan tentang produk pembersih vagina dengan embel-embel ‘wangi’. Padahal, vagina memiliki aroma sendiri yang khas dan dihasilkan secara alami oleh tubuh kita.

Bau vagina akan berubah-ubah mengikuti siklus menstruasi, pola makan, dan juga kadar air di dalam tubuh. Tetapi, jika Anda menyadari vagina berbau tidak sedap yang tidak biasa, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi ke dokter.

6. Vagina butuh ruang untuk bernapas

Lingkungan yang lembap dan hangat, bisa membuat jamur dan bakteri berkembang biak. Karenanya selalu gunakan pakaian dalam yang berbahan sejuk dan membuat kulit bisa bernapas. Hindari pemakaian celana jins ketat terlalu sering dan lama.

Penggunaan panty liner terlalu sering juga tidak dianjurkan, karena menghambat vagina untuk bernapas. Dr. Dweck menyarankan agar para wanita tidur tanpa memakai pakaian dalam, agar vagina bisa bernapas dengan bebas.

7. Vagina memberi tanda saat Anda sedang subur

Cairan vagina selalu berubah mengikuti siklus menstruasi dan ovulasi, seiring dengan hormon yang naik turun. Bentuk dan warna cairan vagina bisa memberitahu Anda kapan masa subur sedang terjadi, dan waktu terbaik untuk melakukan seks agar terjadi pembuahan.

8. Gatal tidak selalu tanda vagina mengalami infeksi

Fakta tentang vagina berikutnya ialah, rasa gatal yang terasa pada area tersebut tidak selalu bermakna mengalami infeksi jamur. Hilda Hutcherson, profesor kandungan di Pusat Kesehatan Universitas Columba menyebut, ada banyak penyebab vagina menjadi gatal.

Contohnya bahan pakaian, iritasi setelah mencukur, atau reaksi pada produk sabun yang digunakan untuk mandi dan mencuci pakaian. Cairan vagina yang terinfeksi bakteri juga bisa menjadi penyebab gatal.

Selalu konsultasi ke dokter sebelum memutuskan untuk melakukan perawatan jenis apapun. Jenis perawatan yang salah bisa membuat kondisi gatal di vagina semakin memburuk.

9. Infeksi jamur vagina tidak bisa diobati dengan yogurt

Banyak yang meyakini, infeksi jamur di vagina bisa diobati dengan mengonsumsi yogurt, atau mengoleskannya di area vagina. Padahal ini tidak terbukti mencegah apalagi mengobati infeksi jamur di vagina.

Tetapi, beberapa wanita menemukan bahwa mengoleskan yogurt bisa mengurangi rasa gatal yang dirasakan, akibat infeksi jamur. Dr. Dweck mengingatkan, meskipun tidak berbahaya, yogurt tidak bersifat menyembuhkan, sehingga tetap harus ke dokter untuk melakukan perawatan.

Hal penting yang harus diingat, jika ingin menggunakan yogurt untuk mengurangi gatal di vagina, pakailah yogurt tawar tanpa rasa yang tidak memiliki tambahan gula. Karena kadar gula sekecil apapun sangat disukai oleh jamur, sehingga akan membuatnya berkembang biak lebih banyak.

10. Vagina tidak sekadar ‘lubang’

Para ahli menganggap vagina sebagai sebuah ‘ruang penuh potensi’, yang tidak terbuka setiap saat. Dinding vagina saling melipat, namun bisa meregang dan melebar selama penetrasi seksual, atau ketika melahirkan bayi.

Baca lanjutannya: 20 Fakta Penting Seputar Vagina yang Perlu Anda Tahu (Bagian 2)

Related

Sexology 7204117896601023366

Recent

item