Kisah-kisah Unik Penemuan Pesan dalam Botol


Naviri Magazine - Seseorang melemparkan pesan dalam botol, saat ia berlayar di lautan lepas. Bertahun atau bahkan berpuluh tahun kemudian, pesan dalam botol itu akhirnya terdampar di pantai, tergeletak di atas pasir. 

Seseorang yang lain, yang kebetulan sedang melangkah di pasir, menemukan pesan dalam botol tersebut, dan membaca isinya. Setelah itu, berbagai kisah unik pun terjadi. Berikut ini beberapa di antaranya.

Pesan dalam botol dari Kanada muncul di Kroasia 

Sebuah pesan dalam botol terdampar di pantai Kroasia 28 tahun setelah dilemparkan ke laut di Nova Scotia, Kanada. Botol itu ditemukan ketika sekelompok KiteSurfer sedang membersihkan pantai di Neretva, dekat Dubrovnik, di ujung selatan Kroasia.

Anggota KiteSurf, "Spilt" dan "Komin", sedang mempersiapkan musim baru dengan membersihkan pantai, ketika mereka menemukan tumpukan botol. Seorang anggota termuda klub tersebut, Matea Medak-Rezic, melihat bahwa salah satu botol tua di sana memiliki pesan di dalamnya.

Pesan itu berbunyi, "Mary, kau benar-benar orang yang hebat. Kuharap kita bisa terus berkorespondensi. Aku akan terus menulis. Temanmu selalu, Jonathon. Nova Scotia '85."

Pesan dan botol itu telah melakukan perjalanan melintasi Samudera Atlantik, melalui Selat Gibraltar, sekitar Laut Mediterania, dan ke Laut Adriatik, sebelum terdampar di pantai Dalmatian. Bagi seekor burung gagak yang terbang di angkasa, itu perjalanan sekitar 4.000 mil. Tapi botol itu mungkin menempuh perjalanan setidaknya lima kali lebih lama.

Pesan dalam botol yang ditemukan 97 tahun kemudian

Sebuah pesan dalam botol yang hilang di laut selama hampir satu abad, telah ditemukan. Surat berusia 97 tahun itu ditemukan di lepas pantai Kepulauan Shetland, dan ditemukan oleh nahkoda kapal Skotlandia, Andrew Leaper, saat mengangkut jaring ikannya. 

Pesan itu ditulis pada Juni 1914 oleh Kapten CH Brown dari Glasgow School of Navigation, dan menjanjikan hadiah sebesar enam sen untuk penemu.

Pesan dalam botol yang terjawab 24 tahun kemudian

Hampir seperempat abad setelah anak Jerman melemparkan pesan dalam botol dari sebuah kapal di Laut Baltik, ia menerima jawaban. 

Seorang anak dari Rusia berusia 13 tahun, Daniil Korotkikh, sedang berjalan bersama orang tuanya di pantai, ketika ia melihat sesuatu yang berkilauan di pasir. 

"Saya melihat botol itu, dan tampak menarik," kata Korotkikh. "Itu tampak seperti botol bir Jerman dengan plug keramik, dan ada pesan di dalamnya." 

Ayahnya, yang menguasai bahasa Jerman, menerjemahkan surat yang dibungkus hati-hati dalam plastik dan disegel dengan perban medis tersebut. 

Isi surat itu berbunyi, "Nama saya Frank, dan saya berusia lima tahun. Saya dan ayah saya bepergian di kapal ke Denmark. Jika Anda menemukan surat ini, silakan menulis kembali kepada saya, dan saya akan menulis kembali kepada Anda.” Surat itu tertanggal 1987, termasuk alamat di kota Coesfeld. 

Anak laki-laki dalam surat, Frank Uesbeck, sekarang berusia 29. Orang tuanya masih tinggal di alamat surat itu. Anak laki-laki Rusia dan orang Jerman itu akhirnya bertemu melalui link video internet. Korotkikh menunjukkan botol dan surat yang ia temukan pada Uesbeck.

Pesan dalam botol yang kembali ke keluarga pemiliknya 

Sebuah pesan dalam botol yang dilemparkan ke laut 76 tahun lalu, telah ditemukan di Selandia Baru dan kembali ke keluarga orang yang awalnya menulis surat itu. 

Botol itu ditemukan oleh Geoff Flood di bulan November 2012, dengan catatan yang mengatakan, "Di laut. Penemu botol harap membalas surat ini, di mana ditemukan, tanggal, ke alamat yang disebutkan di bawah."

Pesan itu ditandatangani pada 17 Maret, dan diyakini ditulis pada 1936 oleh Herbert Ernest Hillbrick, yang memasukkan alamat dan nama di catatan. Geoff Flood menemukan botol di lepas pantai Selandia Baru. Diyakini, Ernest Hillbrick berada di pelayaran ketika ia menjatuhkan botol ke laut.

Flood menemukan bahwa penulis pesan telah meninggal pada 1940-an, tapi cucunya, Peter Hillbrick, tinggal di Australia. 

Pesan dalam botol yang mendapat balasan 30 tahun kemudian 

Oliver Vandevalle, yang mengirim pesan dalam botol lebih dari 30 tahun lalu, akhirnya menerima balasan setelah pengguna Facebook melacaknya di situs jejaring tersebut.

Selama keluarganya berlayar dalam liburan sepanjang pantai selatan Inggris pada usia 14, Vandevalle melemparkan sebuah halaman yang disobek dari buku catatannya ke dalam sebuah botol anggur. 

Tiga puluh tiga tahun kemudian, dia menerima balasan setelah Lorraine Yates menemukan sebuah botol terdampar di Swanage di Dorset. 

Pesan dalam botol yang ditemukan 40 tahun kemudian 

Tabung tua berkarat itu telah terkubur selama 40 tahun, tapi ada sesuatu yang tertangkap mata Larry Wright, seorang penduduk dari Oakland, California.

Ketika sedang hiking di dekat Mountain Milestone di Taman Nasional Sequoia bersama anaknya, Wright menemukan sesuatu yang tampak seperti wadah film, yang terkubur di dalam tanah. Di dalamnya ada sebuah catatan tulisan tangan sempurna yang diawetkan, teranggal 17 Agustus 1972. 

Pada salah satu bagiannya terbaca, "Tim Taylor naik ke puncak ini, Kamis, 17 Agustus, 1972. Umur 13 tahun. Siapa pun menemukan catatan ini, tolong tulis sebuah balasan."

Wright sangat optimis bisa membalas catatan tersebut. Dia memulai pencarian selama sebulan untuk menemukan Taylor. 

Awal mula pencariannya dilakukan dengan mengunjungi rumah yang terdaftar di catatan, dan bertemu pemiliknya saat itu, Koichi Uyemura, yang menjelaskan bahwa keluarganya telah tinggal di rumah itu selama 18 tahun. Uyemura memperkirakan bahwa ia adalah keluarga ketiga yang membeli properti setelah Taylors pergi.

Wright juga mencoba mencari di catatan daftar pemilih dan Google, tapi tidak membuahkan hasil, sampai ia meminta bantuan koran lokal La Kanada. Surat kabar itu menerbitkan cerita tentang penemuan Wright. Sejak itu, panggilan telepon dari keluarga dan teman-teman mulai berdatangan ke Taylor. 

Taylor menjelaskan bahwa ia sedang hiking dengan grup pramuka pada hari ketika dia mengubur pesan itu. Ia berangkat sendirian untuk mendaki puncak 12.000 kaki yang tak disebutkan namanya, karena tidak disertakan pada peta resmi pramuka. Ia juga mengungkapkan bahwa ayahnya berhasil mengajarkannya untuk terbiasa meninggalkan pesan dalam botol untuk ditemukan.

Bersahabat pena setelah menemukan pesan dalam botol 

Rosalind Hearse bertemu sahabat penanya dari AS, di pantai tempat ia menemukan pesan dalam botol, 40 tahun yang lalu. Catatan itu terdampar di Margam, South Wales, setelah Sandra Morris melemparkannya ke laut dari kapal. Kedua wanita yang sama-sama berumur 48 tahun itu kemudian saling surat-menyurat sejak saat itu.

Related

World's Fact 5023211387681340482

Recent

item