Manfaat Penting Menulis Diary, Bisa Membantu Meringankan Stres


Naviri Magazine - Buku diary mungkin tidak populer lagi di zaman sekarang, khususnya setelah aneka peranti teknologi bisa menggantikannya. Padahal, di masa lalu, buku diary sangat populer, dan banyak digunakan orang, khususnya remaja dan anak muda, meski tak sedikit pula orang-orang dewasa yang juga rutin menulis diary. 

Di zaman sekarang, karena popularitas internet, sebagian orang menulis catatan harian di blog, yang populer disebut diary online. Tentu tidak masalah menulis di blog, khususnya kalau kita memang mengizinkan orang lain membaca catatan-catatan yang kita tulis.

Menulis diary, entah di buku atau di blog, memberi banyak manfaat bagi pelakunya. Beberapa tokoh terkenal dalam sejarah, bahkan dikenal hobi menulis diary. Di antaranya Kaisar Prancis, Napoleon Bonaparte, dan filsuf agung Romawi, Marcus Aurelius. 

Berikut ini beberapa manfaat penting yang bisa didapat dari aktivitas tersebut.

Cermin diri

Jurnal ibarat cermin kehidupan kita sendiri, ia ikut berkembang seiring pertumbuhan usia kita. Misalnya, saat kamu baru masuk sekolah, pengalaman pertama nembak dan ditembak orang yang kamu suka, temanmu meninggal, sampai sakitnya persahabatan kamu yang hancur karena orang ketiga. Semua kejadian itu bisa menunjukkan seperti apa kita pada saat kejadian-kejadian tersebut kita alami.

Meski mungkin lucu saat dibaca kembali, itulah cerminan kita di masa lalu. Bukan hanya lucu, kisah sedih pun akan menguap kembali bersama kenangan yang telah dituliskan dulu. Dari sanalah kita bisa mengukur bagaimana tumbuh semakin dewasa. 

Siapa tahu, buku harianmu menjadi saksi sejarah yang penting di masa mendatang. Karena itu, jangan pernah sepelekan tulisan diary kamu. 

Melihat jalan keluar

Saat membaca lagi buku diary, di sana kamu akan menemukan bahwa setiap masalah yang kamu alami akan berakhir pada waktunya. Karena di setiap tulisan selalu ada refleksi diri yang diolah dengan otak kiri, yakni dengan perspektif yang analitis. 

Namun, kadang masalah hanya bisa dipecahkan dengan kreativitas dan intuisi yang ada di otak kanan. Sehingga menulis bisa memaksimalkan kemampuan ini untuk menemukan solusi. 

Percaya diri

Orang-orang yang menulis diary secara alami akan selalu bersikap jujur tentang apa yang sedang mereka rasakan. Hal ini bisa membuat mereka lebih percaya diri, terutama jika mereka menggunakan diary online (blog misalnya) karena mudah digunakan dan dapat akses oleh siapa pun. 

Kita ambil contoh blog Raditya Dika yang menuliskan kegiatan sehari-harinya. Walaupun lucu, namun itulah yang mampu membuat Radit menjadi orang sukses. Makanya, jika ada orang lain yang membaca buku harianmu di blog, tidak apa-apa. 

Melepaskan beban

Banyak orang menuangkan perasaan sedih pada teman maupun saudara agar merasa lega. Namun, ada juga orang yang tidak ingin mengetahui masalah yang sedang ia hadapi. 

Jadi, cara terbaik adalah dengan mencurahkannya pada buku harian. Orang-orang yang menulis diary secara rutin mampu mendongkrak perasaan mereka sendiri. Menaruh semua pikiran mereka pada buku diary agar pikiran dapat dilihat secara nyata, merupakan hal baik agar bisa terus berkembang.

Menemukan ide baru

Jurnal atau diary juga akan mengingatkanmu akan sesuatu yang harus kamu lakukan. Kamu akan menemukan ide-ide dan cara-cara baru yang sebelumnya tak pernah kamu bayangkan. Atau, dengan kata lain, menulis akan memancing kreativitasmu, sehingga bisa dengan cepat menemukan pemecahan dari sebuah masalah yang sedang kamu hadapi. 

Ketika menulis, kamu diberi kesempatan untuk berkomunikasi dengan hati dan pikiranmu, tanpa ada penghalang. Jadi, menulis memungkinkanmu untuk mendengar suara-suara dari hati dan pikiran yang paling dalam. 

Lebih pribadi

Semua orang tentu memiliki masalah masing-masing, namun tak semua orang bisa peduli dengan masalah orang lain. Misalnya, kamu pernah melihat status orang yang nangis-nangis karena diputusin pacar? Apa tanggapan kamu? Ikut sedih juga, atau malah ketawa? 

Masalah yang kamu alami saat ini bahkan mungkin dipandang tak layak dibaca untuk orang lain. Daripada dipermalukan di tempat umum, lebih baik tuangkan pada diary pribadi.

Di mana biasanya kamu menulis? Buku masih jadi pilihan terbaik. Meski sekarang banyak peranti yang bisa mengganti buku harian, seperti notes di smartphone, gawai, maupun laptop, namun peranti-peranti tersebut sangat riskan untuk rusak. Berbeda dengan buku catatan biasa, yang bisa dengan mudah kita simpan dan rawat.

Related

Psychology 3285497571721085940

Recent

item