Kisah Para TKI Membuat Camilan hingga Masuk Gerai Alfamart


Di Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Pantura, udara khas daerah pesisir yang kering dan lembap menguar. Berjarak sekitar 45 km dari pusat Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Desa Pasirjaya menjadi rumah bagi banyak pekerja migran Indonesia atau akrab disebut TKI (tenaga kerja Indonesia).

Ahmad Fanani salah satunya. Kelahiran asli Pasirjaya ini termasuk satu dari sekian banyak penduduk desa yang pernah mengenyam kerasnya kehidupan sebagai TKI di Arab Saudi, pada 1998 hingga 2001.

Selain menjadi TKI, banyak penduduk desa yang tak memiliki mata pencaharian tetap. Banyak di antaranya bermata pencaharian sebagai petani, peternak, juga usaha kelontong. TKI menjadi pilihan karena potensi pendapatan yang lebih.

Namun, banyak penduduk desa yang pernah menjadi TKI memutuskan tidak kembali menjalankan pekerjaan itu. Akibatnya, semakin banyak warga desa tidak bermata pencaharian. Bagi Ahmad, hal ini meresahkan. Dia berharap sesama penduduk desanya bisa mandiri secara ekonomi.

Ahmad yang mulai menjalankan usaha kecil-kecilan pun berbagi ilmu membuat makanan kecil kepada tetangganya sesama mantan TKI agar dapat dijual dan menjadi alternatif pendapatan.

"Ternyata makin lama makin banyak yang ikut, padahal saya hanya sekedar membagi ilmu ala kadarnya saya saja," ujarnya.

Dari kelompok kecil, Ahmad pun mendirikan sebuah koperasi sebagai wadah bagi beragam jenis produk yang diusahakan kelompoknya. Tujuannya agar usaha ini lebih terkoordinir dan menghasilkan manfaat yang merata ke seluruh anggota kelompok.

Resmi berdiri pada 2016, Koperasi TKI Sahabat Bersama pun menjadi wadah bagi para anggota untuk membuat aneka macam makanan basah dan makanan kering (snack) untuk dijual di toko-toko sekitar. Produk unggulannya adalah rengginang dan kripik sukun.

Seiring waktu, para anggota menemukan bahwa pemasaran yang terbatas di toko sekitar desa kurang efektif.

"Lalu saya cari cara bagaimana produk ibu-ibu [mantan TKI] ini bisa makin laris. Atas dasar itu saya beranikan untuk membawa contoh produk ke Alfamart Cabang Karawang," kisahnya.

Persistensi, keuletan, dan kualitas barang bertemu. Per 2018, gerai ritel Alfamart pun menerima produk rengginang dan kripik sukun produksi Koperasi TKI Sahabat Bersama. Sebagai langkah awal, produk rengginang dan keripik ini dijajakan di 20 toko Alfamart.

"Dari situlah pintu kami untuk bisa memajukan koperasi dan kesejahteraan anggota. Alhamdulillah dari 20 toko, lalu ke 50 toko, hingga kini kami pasok ke 77 toko di sekitar Kabupaten Karawang. Insya Allah kami dipercaya Alfamart untuk pasok ke 720 toko di 4 Kabupaten, Karawang, Purwakarta, Indramayu dan Subang," terangnya.

Kini, anggota koperasi yang telah mencapai 200 orang pun memproduksi tidak hanya rengginang dan keripik sukun, tetapi juga produk lain seperti opak ketan yang ikut dipasarkan di gerai Alfamart.

Armalah, mantan TKI yang menjadi salah satu anggota Koperasi TKI Sahabat Bersama, mengaku merasakan manfaat dari usaha bersama tersebut.

"Ya senang. Sekarang saya enggak perlu kerja jauh dari keluarga. Ikut bantu bikin kripik ternyata bisa bantu-bantu kebutuhan rumah," akunya.

Nur Rachman, Corporate Communication GM Alfamart, menyebutkan bahwa gerai Alfamart sangat terbuka bagi produk-produk lokal khas daerah. Usaha lokal dapat masuk dan memasarkan produknya lewat gerai Alfamart selama memenuhi syarat dan legalitas yang ditetapkan.

"Bahkan kalau respons konsumen cukup baik, kami dengan senang ikut mengembangkan potensinya. Seperti [usaha camilan] Pak Ahmad ini," tutur Rachman.

Seiring dengan kesempatan yang kian terbuka, Ahmad mengaku kini tantangannya pun semakin bertambah. Koperasi TKI Sahabat Bersama kini harus mencari tempat produksi yang lebih besar dengan kapasitas yang cukup untuk menyesuaikan dengan semakin tingginya permintaan. Selain itu, pihaknya juga harus menyiapkan alat transportasi yang memadai untuk mengirim produk ke gerai-gerai yang kian tersebar.

Namun, semua disikapi positif oleh Ahmad dan rekan-rekannya. "Kami kerja keras agar semua bisa lancar dan semua sesuai harapan," tutup Ahmad.

Related

Indonesia 3105486501674711261

Recent

item