Panduan Sahur yang Sehat dan Ideal, Menurut Pakar Kesehatan


Selama berpuasa, tubuh tidak mendapat asupan makanan maupun cairan sekitar 14 jam, karena itu peran sahur sangat penting. Menu yang dikonsumsi saat sahur bisa mempengaruhi kondisi seseorang selama berpuasa.

Bagaimana sahur yang ideal, agar tidak lemas saat menjalani puasa?

“Agar memiliki tubuh yang bugar saat berpuasa, menu karbohidrat yang ideal untuk sahur adalah ubi, jagung, singkong, oatmeal, roti gandum, nasi merah, dan buah-buahan,” ujar Dr Phaidon L Toruan MM seperti dikutip dari rilisnya.

Jenis karbohidrat ubi, jagung, singkong, oatmeal, roti gandum, nasi merah, merupakan karbohidrat kompleks yang kadar gulanya rendah, dan menahan kenyang lebih lama hingga 6 jam.

Karbohidrat kompleks bisa disimpan di liver dan otot sebagai glikogen (zat sebelum menjadi glukosa). Jika tubuh kekurangan energi, cadangan glikogen inilah yang akan dipecah menjadi glukosa sebagai sumber energi.

Sedangkan karbohidrat sederhana, seperti makanan yang mengandung kadar gula tinggi, ketika dicerna akan langsung menjadi energi dengan cepat, dan meningkatkan kadar gula darah. Karbohidrat sederhana tidak bisa menyimpan cadangan glikogen.

Dr Phaidon menuturkan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat sahur agar seseorang bisa tetap bugar, dan tidak lemas selama melaksanakan puasa, yaitu:

Saat sahur, sebaiknya mengonsumsi karbohidrat kompleks

Hal ini disebabkan karbohidrat kompleks akan lebih lambat dipecah atau dicerna menjadi gula darah, dengan demikian gula darah akan tetap stabil (tidak mengalami fluktuasi yang tinggi). Selain itu, karbohidrat kompleks juga sangat membantu proses metabolisme energi tubuh.

Mengonsumsi buah dan sayur saat sahur

Berpuasa bagi tubuh adalah salah satu program detoksifikasi. Pada kondisi ini, usus besar akan diistirahatkan, dan tubuh berkesempatan membuang ampas hasil metabolisme, seperti sisa-sisa makanan, khususnya daging yang membusuk di usus besar akan dibersihkan. Salah satu alat pembersih utamanya adalah serat tidak larut, yang terdapat di dalam sayuran.

Sedangkan buah-buahan yang dikonsumsi saat sahur berguna untuk menyuplai antioksidan, yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, serta membantu detoksifikasi seluler.

Mengurangi konsumsi gorengan

Gorengan yang dikonsumsi seseorang akan membuat sel darah merah menggumpal. Jika kondisi ini terjadi, akan menyebabkan aliran oksigen berkurang hingga 20 persen, akibatnya seseorang akan mengantuk pada siang hari.

Karena itu, agar tetap bisa beraktivitas selama puasa dan tubuh tidak merasa lemas, tak ada salahnya untuk memperhatikan asupan makanan saat sahur.

Kurangi yang manis-manis

Makanan manis akan membuat tubuh melepaskan insulin dengan cepat, sehingga memicu rasa cepat lapar. Fungsi insulin adalah memasukkan gula dari dalam darah ke dalam sel-sel tubuh, dan digunakan sebagai sumber energi.

Makanan yang manis hanya bertahan 2 jam setelah dimakan. Padahal kita harus menahan puasa selama 14 jam, jadi akan ada waktu 12 jam kondisi tubuh akan lemas.

Cukup minum air putih

Yang juga harus menjadi perhatian adalah cukup minum air putih, agar kebutuhan cairan dalam tubuh tidak terganggu.

Sedangkan minum kopi ketika sahur sebaiknya dihindari, karena kopi seperti juga soft drink, adalah diuretic yang bukan memberikan air untuk tubuh tapi malah menghabiskannya. Ini karena pemrosesan gula tingkat tinggi memerlukan sejumlah besar air dalam tubuh.

Related

Health 6605071818960839124

Recent

item