Manfaat Puasa untuk Kesehatan, Menurut Penelitian Para Ilmuwan (Bagian 1)


Puasa memiliki banyak hikmah dan manfaat untuk tubuh, ketenangan jiwa, dan kecantikan. Saat berpuasa, organ-organ tubuh dapat beristirahat, dan miliaran sel dalam tubuh bisa menghimpun diri untuk bertahan hidup. 

Puasa berfungsi sebagai detoksifikasi untuk mengeluarkan kotoran, toksin/racun dari dalam tubuh, meremajakan sel-sel tubuh, dan mengganti sel-sel tubuh yang sudah rusak dengan yang baru, serta memperbaiki fungsi hormon, menjadikan kulit sehat, dan meningkatkan daya tahan tubuh, karena manusia mempunyai kemampuan terapi alamiah.

Puasa dapat membuat kulit jadi segar, sehat, lembut, dan berseri. Karena setiap saat tubuh mengalami metabolisme energi, yaitu peristiwa perubahan dari energi yang terkandung dalam zat gizi menjadi energi potensial dalam tubuh. Sisanya akan disimpan di dalam tubuh, sel ginjal, sel kulit, dan pelupuk mata, serta dalam bentuk lemak dan glikogen.

Manusia mempunyai cadangan energi yang disebut glikogen. Cadangan energi tersebut dapat bertahan selama 25 jam. Cadangan gizi inilah yang sewaktu-waktu akan dibakar menjadi energi, jika tubuh tidak mendapat suplai pangan dari luar. 

Ketika berpuasa, cadangan energi yang tersimpan dalam organ-organ tubuh dikeluarkan, sehingga melegakan pernapasan organ-organ tubuh serta sel-sel penyimpanannya. Peristiwa ini disebut peremajaan sel. 

Dengan meremajakan sel-sel tubuh, akan bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan dan kesehatan tubuh serta kulit kita. Oleh karena itu, orang yang sering berpuasa kulitnya akan terlihat lebih segar, sehat, lembut, dan berseri, karena proses peremajaan sel dalam tubuhnya berjalan dengan baik.

Beberapa ilmuwan telah melakukan penelitian tentang puasa, di antaranya secara ringkas di bawah ini:

Allan Cott, M.D., seorang ahli dari Amerika, telah menghimpun hasil pengamatan dan penelitian para ilmuwan berbagai negara, lalu menghimpunnya dalam sebuah buku berjudul Why Fast. Ia membeberkan berbagai hikmah puasa, antara lain: 

a. To feel better physically and mentally (merasa lebih baik secara fisik dan mental). 

b. To look and feel younger (melihat dan merasa lebih muda). 

c. To clean out the body (membersihkan badan). 

d. To lower blood pressure and cholesterol levels (menurunkan tekanan darah dan kadar lemak). 

e. To get more out of sex (lebih mampu mengendalikan seks). 

f. To let the body health itself (membuat badan sehat dengan sendirinya). 

g. To relieve tension (mengendorkan ketegangan jiwa). 

h. To sharp the senses (menajamkan fungsi indrawi). 

i. To gain control of oneself (memperoleh kemampuan mengendalikan diri sendiri). 

j. To slow the aging process (memperlambat proses penuaan).

Dr. Yuri Nikolayev, direktur bagian diet pada Rumah Sakit Jiwa Moskow, menilai puasa menyebabkan orang jadi awet muda, sebagai suatu penemuan (ilmu) terbesar abad ini. Ia mengatakan: “What do you think is the most important discovery in our time? The radioactive watches? Exocet bombs? In my opinion the bigest discovery of our time is the ability to make onself younger phisically, mentally and spiritually through rational fasting.” 

(“Menurut pendapat Anda, apa penemuan terpenting abad ini? Jam radioaktif? Bom exoset? Menurut pendapat saya, penemuan terbesar dalam abad ini ialah kemampuan seseorang membuat dirinya tetap awet muda secara fisik, mental, dan spiritual, melalui puasa yang rasional”).

Alvenia M. Fulton, Direktur Lembaga Makanan Sehat “Fultonia” di Amerika Serikat, menyatakan bahwa puasa adalah cara terbaik untuk memperindah dan mempercantik wanita secara alami. 

Puasa menghasilkan kelembutan pesona dan daya pikat. Puasa menormalkan fungsi-fungsi kewanitaan, dan membentuk kembali keindahan tubuh (fasting is the ladies best beautifier, it brings grace charm and poice, it normalizes female functions and reshapes the body contour).

Riyad Albiby dan Ahmed Elkadi mengatakan, puasa dapat meningkatkan kekebalan tubuh atau sistem imun terhadap berbagai penyakit. Ditunjukkan dengan peningkatan fungsi sel limfa yang memproduksi sel limfosit T yang secara signifikan bertambah, setelah puasa.  

Sulimami mengatakan bahwa untuk penyakit seperti diabetes sekali pun, puasa Ramadhan tidak berbahaya, malah memberikan banyak manfaat (Sulimami, dll, 1988: 549-552)

Jalal Saour berpendapat bahwa berkurangnya cairan pada puasa akan menurunkan heart rate atau kerja jantung, pencegahan terhadap penggumpalan darah, yang termasuk penyebab serius panyakit jantung. (Jalal, Riyad, 1990)

Muzam MG, Ali M.N dan Husain berpendapat bahwa puasa juga aman untuk pasien yang mempunyai gangguan ulcer pada lambung. Penelitian dilakukan oleh Muzam MG, Ali M.N dan Husain dalam observasi terhadap efek puasa Ramadan terhadap asam lambung.

Baca lanjutannya: Manfaat Puasa untuk Kesehatan, Menurut Penelitian Para Ilmuwan (Bagian 2)

Related

Health 2876779158960255190

Recent

item