Temuan-temuan Aneh di Demo Mahasiswa 11 April Kemarin


Demo mahasiswa 114 kemarin berlangsung heboh. Selain berakhir pengeroyokan kepada Ade Armando, demo 114 kemarin juga terdapat banyak kaeanehan. Bahkan banyak temuan aneh yang ditemukan dari demo. 

Banyak hal tak terduga dalam Demo 11 April yang baru saja berlangsung. Salah satunya adalah sekelompok remaja yang membawa jimat hingga jamu saat akan mengikuti demo. 

Seperti apa kronologi lengkapnya? 

Pihak kepolisian mengamankan 70 remaja yang mengaku ingin ikut aksi demonstrasi aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) atau Demo 11 April. Para remaja tersebut diamankan di sekitar Monas, Gambir, Jakarta Pusat dan digiring ke Lapangan Monas untuk dilakukan pendataan. 

Namun dari sejumlah remaja tersebut, pihak kepolisian justru mendapati sejumlah barang aneh yang dibawa. Diduga, para remaja itu ingin menyusup dan melakukan provokasi saat aksi unjuk rasa dilangsungkan. 

Selain senjata tajam, ada pula seorang remaja yang membawa barang berupa jimat di gespernya. 

"Bawa apa ini kamu? Masa mau demo bawa jimat?" tegur seorang anggota polisi. 

Sang remaja pun hanya bisa menampik dan menunjukkan sikap pasrah. 

Sementara, remaja lain ada pula yang membawa selongsong peluru yang sudah dijadikan ikat pinggang. Remaja itu pun mengaku hanya berniat untuk bergaya dengan gesper tersebut. 

Tak hanya itu, seorang remaja lain juga kedapatan membawa jamu yang disimpannya di kertas. 

Para remaja yang beberapa di antaranya bertato dan mengaku sudah tak bersekolah itu ingin ikut unjuk rasa lantaran mendapat ajakan di sosial media. 

Pihak kepolisian menjelaskan bahwa pengamanan tersebut merupakan upaya antisipasi agar aksi demo berjalan secara kondusif. 

"Banyak yang menumpangi atau mengambil kesempatan unjuk rasa tapi melakukan kegiatan yang melawan hukum," terang Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat di Monas, Gambir, Jakarta Pusat. 

Adapun para remaja tersebut berasal dari berbagai latar belakang dan wilayah yang berbeda. Bahkan, sejumlah remaja diketahui datang dari Jawa Barat hanya untuk ikut meramaikan aksi unjuk rasa. 

"Sebagian ada yang sudah diamankan ke Polda, ada yang juga membawa senjata tajam," kata Tubagus. "Ada macam-macam. Ada yang dari Cianjur, ada yang dari anak SMK, macam-macam." 

Aksi Pria Panjat Patung Kuda saat Demo

Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) telah mengumumkan mengganti lokasi aksi unjuk rasa mereka dari Istana Negara, Jakarta Pusat ke Gedung DPR MPR, Senayan, Jakarta, pada Senin (11/4/2022). 

Bersamaan dengan momen demo para mahasiswa BEM SI, seorang pria misterius turut melakukan aksi unjuk rasa di tempat berbeda. Sekira pukul 12.00 WIB, seorang pria memanjat air mancur Kolam Bundaran Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat. 

Menggunakan celana panjang dan baju lengan panjang berwarna hitam, pria itu berteriak mengucapkan sebuah kata berulang-ulang. 

"Merdeka... merdeka... merdeka, Indonesia merdeka," ucap pria misterius itu. 

Akhirnya petugas kepolisian dan PJLP terpaksa ikut masuk ke air mancur untuk mengamankan pria tak dikenal tersebut. Setelah dipaksa turun dair air mancur, pria itu lalu dibawa menggunakan mobil tahanan oleh petugas kepolisian. 

Koordinator BEM SI Kaharuddin menyatakan ada empat poin tuntutan unjuk rasa yang akan dilakukan oleh BEM SI: 

1. Mendesak dan menuntut wakil rakyat agar mendengarkan dan menyampaikan aspirasi rakyat bukan aspirasi partai.

2. Mahasiswa mendesak wakil rakyat untuk menjemput aspirasi rakyat sebagaimana aksi massa yang telah dilakukan di berbagai daerah dari 28 Maret 2022 hingga 11 April 2022. 

3. Mahasiswa menuntut agar wakil rakyat tidak mengkhianati konstitusi negara dengan melakukan amendemen, bersikap tegas menolak penundaan pemilu 2024 atau masa jabatan presiden tiga periode. 

4. Mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk menyampaikan kajian disertai 18 tuntutan mahasiswa kepada presiden yang hingga saat ini belum terjawab. 

Di sisi lain, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan mengonfirmasi telah menerima pemberitahuan dari BEM SI terkait kegiatan unjuk rasa yang akan dilakukan oleh BEM SI. 

"Ini bulan Ramadhan, kami mengimbau agar semua melakukan kegiatan juga menghormati masyarakat lain yang melakukan ibadah aktivitas seperti biasa di bulan Ramadhan," ucap Zulpan. 

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD juga telah menyatakan agar aparat penegak hukum tidak berlaku represif ke peserta unjuk rasa. 

"Tidak boleh ada kekerasan, tidak membawa peluru tajam, juga jangan terpancing oleh provokasi," kata Mahfud, dalam Rapat Koordinasi Terbatas mengenai Perkembangan Situasi Politik dan Keamanan di Dalam Negeri di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Sabtu (9/4/2022). 

Mahfud juga meminta kepada peserta unjuk rasa agar demo dilakukan secara tertib dan tidak anarkis. 

Related

News 7216980116954628313

Recent

item