Hasil Penelitian: Kebiasaan Mengeluh Akan Memperburuk Hidupmu

Hasil Penelitian: Kebiasaan Mengeluh Akan Memperburuk Hidupmu

Secara umum, mengeluh atau berkeluh kesah merupakan hal yang wajar dialami manusia. Namun, menurut sains, ternyata mengeluh lebih banyak menimbulkan dampak buruk buat hidupmu. Dalam batasan yang tidak wajar, mengeluh hanya akan membawa penurunan kualitas hidup pada manusia.

Inilah beberapa bukti dan fakta sains yang menunjukkan bahwa mengeluh justru akan memperburuk hidupmu. 

1. Suka mengeluh akan berakibat buruk buat kesehatan

Dilansir Fast Company, sebuah studi membuktikan bahwa mengeluh terus-menerus akan memperburuk kualitas kesehatan seseorang. Bukan hanya mental, kesehatan fisik pun akan mudah terganggu saat seseorang lebih doyan mengeluh dibandingkan "bersahabat" dengan kondisi.

Bukan berarti tidak boleh mengeluh, kamu harus mengetahui sejauh mana kebiasaan mengeluh ada dalam diri kita. Tanpa disadari, semakin sering kita mengeluh, tanpa sadar pula tubuh kita akan mengalami penurunan kesehatan. Nah, kalau kamu mau selalu sehat, jangan banyak mengeluh.

2. Mengeluh tidak baik buat otakmu

Selain itu, biasanya otak dan mental orang yang banyak mengeluh juga agak terganggu. Menurut artikel di laman M1 Psychology, didapatkan bukti empiris bahwa kesehatan otak tergantung dari bagaimana seseorang mengolah kesehatan psikisnya.

Secara tidak langsung, mengeluh, mengomel, dan berpikiran negatif, akan membawa kualitas kerja otak jadi menurun. Bayangkan saja, berapa kali dalam satu hari kamu mengeluh? Kalau keluhan-keluhan tersebut kamu ganti dengan rasa syukur, pasti hidupmu akan jauh lebih baik.

3. Mengeluh akan membuatmu dijauhi lingkungan 

Coba bayangkan jika memiliki teman yang setiap hari selalu mengeluh dan mengomel, pasti kamu akan jengkel, kan? Nah, kalau kamu tidak ingin dijauhi lingkungan sosialmu, sebaiknya kurangi kebiasaan mengeluh dan mengomel. Miliki pikiran positif dan bersyukurlah akan hal itu.

Dilansir Mayo Clinic, berpikir positif dan mengurangi mengeluh akan membawa kehidupan seseorang jauh lebih baik. Setidaknya, dengan pikiran positif dan jarang mengeluh, orang bisa mengurangi tingkat stres, dan itu akan menjauhkannya dari depresi. Orang yang berpikiran positif juga mudah menjalin persahabatan dengan pihak lain.

4. Mengeluh akan menghambat kreativitas 

Jika orang-orang sukses di luar sana menghabiskan hidupnya untuk mengeluh, mereka pasti tak akan pernah sukses. Ribuan ilmuwan yang berjasa bagi ilmu pengetahuan juga pantang mengeluh dan berputus asa. Faktanya, sering mengeluh akan menghambat kreativitas, bahkan membuatmu sulit berpikir jernih.

Rasa jengkel, marah, dan tidak puas, mungkin bisa muncul dalam diri kita. Namun, jika kita menghabiskan waktu hanya untuk mengeluh, itu sama saja dengan menjatuhkan diri ke jurang yang dalam. So, jalani hidupmu dengan penuh syukur dan pantang menyerah. Kelak, kamu akan mengerti bahwa proses kehidupan wajib dijalani dan bukan untuk dikeluhkan.

5. Mengeluh tidak menyelesaikan apa-apa

Mengeluh dan mengomel pada dasarnya tidak menyelesaikan apa-apa. Malah, mengeluh sejatinya akan merusak hidup seseorang. Ketimbang harus mengeluh karena persoalan tertentu, lebih baik fokus mencari solusi dan terus menjalani hidupmu dengan baik.

Menurut studi, didapatkan fakta bahwa mengeluh dan mengomel yang dilakukan sepanjang hari justru akan membuat seseorang tidak melakukan apa-apa. Ia akan cepat lelah karena membuang energinya secara sia-sia. Bahkan, mengeluh dan mengomel akan merusak memori dalam otak manusia.

Nah, sudah tahu keburukan dari mengeluh dan mengomel? Nyatanya, sains mendukung bahwa pikiran yang positif dan rasa syukur bisa membuat hidup seseorang jadi lebih baik. So, jangan suka mengeluh supaya hidupmu lebih baik.

Related

Psychology 3267034871107262228

Recent

item