Krisis Ekonomi, Demonsrasi, dan Kerusuhan Sosial di Venezuela

Krisis Ekonomi, Demonsrasi, dan Kerusuhan Sosial di Venezuela

Naviri Magazine - Ketika negara mengalami masalah ekonomi, rakyat banyak akan terdampak. Karena itu pula, setiap kali masalah ekonomi terjadi, khususnya dalam skala parah seperti yang terjadi di Venezuela, rakyat pun biasanya akan melakukan demonstrasi atau unjuk rasa pada pemerintah. 

Kenyataan semacam itu bisa dibilang terjadi di negara mana pun yang mengalami masalah ekonomi serupa, bahkan pernah terjadi di Indonesia.

Kini, Venezuela sedang mengalami krisis ekonomi yang parah. Rakyat yang merasa kesulitan menjalani hidup gara-gara harga barang sangat tinggi sekaligus langka, melakukan unjuk rasa. Dalam hal itu, para pengunjuk rasa terlibat bentrokan dengan polisi anti huru hara, dalam berbagai kerusuhan di sejumlah kota di seantero Venezuela.

Unjuk rasa di ibukota, Caracas, yang awalnya berlangsung damai, berujung rusuh setelah sejumlah anak muda bertopeng melemparkan batu dan bom api, dalam perjalanan ke parlemen.

Polisi menggunakan peluru karet dan meriam air untuk membubarkan mereka, namun seorang pengunjuk rasa remaja tewas.

Pemerintah memperingatkan para demonstran, yang turun ke jalan sejak sebulan lamanya, bahwa mereka tak memiliki hak tak terbatas dalam berunjuk rasa yang menyebabkan gangguan di jalanan.

Menteri Kehakiman dan Dalam Negeri, Nestor Reverol, memperingatkan bahwa memblokade jalan raya diancam hukuman delapan tahun penjara.

Para demonstran terutama marah pada dekrit Presiden Nicolas Maduro terbaru, tentang pembentukan sebuah badan konstituante yang beranggotakan 500 orang untuk merumuskan lagi konstitusi, yang melangkahi Majelis Nasional yang dikuasai oposisi.

Berbicara di Dewan Pemilihan Nasional, Maduro mengatakan bahwa dalam beberapa pekan mendatang akan dilangsungkan pemilihan anggota lembaga baru itu.

Sudah lebih dari 30 orang sejauh ini tewas dan ratusan terluka, serta ditangkap sejak para pengunjuk rasa turun ke jalan awal April lalu.

Demonstran yang turun ke jalan sebagian mengenakan bandana dan membawa ketapel. Mereka dihadang pasukan keamanan di jalan raya Francisco Fajardo, yang membelah jantung kota Caracas.

"Mereka (pasukan keamanan) dikerahkan, seolah-olah ini adalah perang," kata pemimpin oposisi, Henrique Capriles.

Nicolas Maduro menggantikan pemimpin populer, Hugo Chavez, yang menerapkan program kesejahteraan sosial yang luas, dan meninggal pada 2013.

Namun anjloknya harga minyak Venezuela, yang merupakan komoditi ekspor utama, memangkas pendapatan pemerintah secara drastis, dan mengakibatkan kelangkaan makanan, susu bayi, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lainnya.

Dana Moneter Internasional memperkirakan inflasi di Venezuela tahun ini akan melampaui 700%.

Related

International 8968069008521828667

Recent

item