Resensi Blue Lagoon, Kisah Dua Manusia yang Terdampar di Pulau Asing


Dua anak terdampar di sebuah pulau di Lautan Pasifik. Tanpa orang dewasa, mereka pun tumbuh menjadi remaja yang dipenuhi rasa penasaran dan cinta. 

Film dibuka dengan adegan potongan lukisan yang menggambarkan keadaan sebuah kota modern pada masa itu. Lalu beralih pada sebuah kapal yang ada di tengah lautan. Kapal ini mengangkut Richard (Christopher Atkins) dan Emmeline (Brooke Shields), dua orang sepupu yang sedang berlayar bersama ayah Richard menuju San Fransisco. Akan tetapi, ternyata kapal yang mereka tumpangi mengalami kerusakan dan kebakaran. 

Richard dan Emmeline yang menaiki sekoci bersama Paddy (Leo McKern), terpisah dari ayah Richard karena pandangan mereka tertutup asap dari kapal. Tanpa makanan dan hanya ada uang. Kali ini uang tak berguna di tempat seperti ini.

Mereka yang berhari-hari terombang-ambing di lautan lepas akhirnya menemukan sebuah pulau, dan mulai tinggal di pulau tersebut. Paddy, satu-satunya orang dewasa yang ada, membimbing Richard dan Em untuk membuat rumah sederhana dan berbagai keahlian kecil.

Hingga pada suatu malam, Paddy menghilang setelah pesta kecil-kecilan yang mereka buat. Richard dan Em mengira Paddy hanya berjalan-jalan atau berenang ke pulau lainnya. Tapi, setelah mereka berdua mencari Paddy dan menemukannya sedang terlentang di pinggir pantai, Paddy ternyata sudah tiada! 

Ternyata, pada malam itu Paddy dalam keadaan mabuk (karena meminum Rum yang ditemukan di pulau terpencil itu) dan dia pun berenang dalam keadaan mabuk. Mungkin ini juga yang menjadi salah satu penyebab Paddy meninggal.

Richard dan Em bingung. Kini hanya ada mereka berdua, anak kecil yang belum mengerti apa-apa, dan tidak ada Paddy lagi yang membimbing dan melindungi mereka. Untuk melupakan kejadian yang dialami Paddy, Richard dan Em pergi dari pulau itu, dan mencari pulau lain untuk tinggal. Di pulau yang baru inilah mereka berdua membangun rumah, makan, dan tinggal. 

Mereka berdua pun tumbuh dewasa, meskipun tidak seperti remaja pada umumnya. Mereka saling melindungi dan berbagi tugas. Masalah demi masalah pun mulai berdatangan. Mulai Em yang tiba-tiba mengalami datang bulan dan tidak tahu apa yang harus dilakukan, Richard yang merasa berbeda ketika berada di dekat Em, hingga akhirnya mereka pun menyadari bahwa selama mereka bersama telah tumbuh perasaan cinta.

Rachel dan Em pun menikah tanpa ada pastur atau pendamping. Hanya mereka berdua. Hingga akhirnya, Em hamil dan mereka berdua tidak tahu apa yang terjadi pada tubuh Em yang mulai membesar.

Suatu hari, Em yang merasa sedang ingin berjalan-jalan, pergi ke dalam hutan. Richard yang sedang pergi mencari ikan di laut pun khawatir saat tidak menemukan Em dimana-mana. Saat mencari ke dalam hutan, Richard menemukan suku kanibal yang memangsa dan membunuh satu sama lain. Richard yang ketakutan pun kabur, dan menemukan Em di akhir pelariannya.

Em yang sedang dalam keadaan hamil besar pun melahirkan seorang bayi laki-laki. Mereka berdua bingung. Tidak tahu kenapa Em bisa mengeluarkan bayi dari perutnya. Akhirnya, mereka pun merawat bayi itu dengan trial and error (karena tak tahu cara merawat bayi).

Suatu hari, Em yang sedang bermain di atas sekoci bersama Paddy (bayi yang dilahirkan Em) yang ketiduran. Dan saat Em bangun, satu dayung terjatuh ke dalam air. Em yang merasa kesusahan pun memanggil Richard yang sedang mengambil buah-buahan. 

Pada saat Richard berenang itulah, ada hiu yang datang. Dengan cepat, Richard berhasil naik ke atas kapal. Akan tetapi, untuk menghalau kedatangan hiu, Em melempar dayung yang satunya lagi sehingga mereka tidak punya dayung yang bisa digunakan untuk kembali ke daratan. Berhari-hari mereka berada di tengah lautan. Tanpa makanan dan tanpa minuman.

Related

Film 6927930707594588128

Recent

item