Harga Bitcoin Anjlok, Pemerintah El Salvador Mengalami Kerugian Besar

Harga Bitcoin Anjlok, Pemerintah El Salvador Mengalami Kerugian Besar

Presiden El Salvador, Nayib Bukele, telah memborong Bitcoin sejak ia menjadikannya mata uang resmi negara pada 2021, terutama ketika harga Bitcoin turun Mei lalu. Namun, nilai investasi Bitcoin El Salvador kini menyusut 50 persen imbas anjloknya pasar aset kripto.

Penurunan ini dapat dilihat dalam Nayib Bukele Tracker, situs yang mencatat setiap transaksi pembelian negara, cost basis, total simpanan dan cost basis rata-rata simpanannya. 

Bukele membeli 2.301 Bitcoin ketika harganya sekitar $45.908 (Rp676 juta) per keping. Berhubung nilai jual Bitcoin saat ini turun jadi $22.000 (Rp324 juta), itu berarti El Salvador kehilangan 51 persen dari investasi awal senilai $105,6 juta (setara Rp1,5 triliun).

Keputusan El Salvador berinvestasi besar-besaran dalam bentuk Bitcoin menuai pro kontra baik di luar maupun dalam negeri. Sesaat sebelum transaksi terakhir Bukele pada 9 Mei, lembaga pemeringkat Moody’s menurunkan peringkat utang negara itu.

Beberapa bulan sebelumnya, pada Januari, Dana Moneter Internasional (IMF) menyarankan agar El Salvador melikuidasi kepemilikan Bitcoinnya dan tak lagi menjadikan uang kripto sebagai alat pembayaran sah. 

Namun, anjuran tersebut ditolak mentah-mentah oleh Menteri Keuangan Alejandro Zelaya, yang kala itu mengatakan dalam siaran televisi, organisasi internasional tidak perlu ikut campur dalam urusan negaranya.

El Salvador diketahui berencana membangun “Kota Bitcoin” pertama di dunia dengan dana hasil penjualan obligasi Bitcoin. Bukele membayangkan kota itu nantinya menjadi suaka pajak yang sepenuhnya menggunakan energi panas bumi, namun dia tidak menjelaskan detail lebih lanjut seputar pembangunan daerahnya.

Walau kripto sedang kolaps, pemerintah El Salvador optimis itu takkan memengaruhi ekonomi negaranya. Zelaya menyatakan dalam konferensi pers, anjloknya harga Bitcoin tidak menimbulkan risiko fiskal yang tinggi lantaran hanya mewakili 0,5 persen dari anggaran umum nasional. 

Investor Bitcoin di seluruh dunia telah mencatat kerugian besar-besaran akibat penurunan nilai aset kripto. Perusahaan perangkat lunak MicroStrategy membeli 129.218 keping Bitcoin seharga nyaris $4 miliar (Rp59 triliun), tapi sekarang kehilangan 26 persen dari nilai awal asetnya menjadi $2,9 miliar (Rp42 triliun). 

Tesla melaporkan kerugian yang cukup besar pada awal Mei 2022, setelah membeli aset kripto senilai $1,5 miliar (Rp22 triliun) setahun sebelumnya.

Kerugian yang diakibatkan dari penurunan nilai kripto masih akan terus berlanjut. Baru-baru ini, Coinbase berencana memecat 18 persen karyawannya, menyusul kehancuran pasar kripto.

Related

News 3526723842422806901

Recent

item