Kisah dan Sejarah Yunani, Peradaban Besar yang Kini Jadi Negara Bangkrut

Kisah dan Sejarah Yunani, Peradaban Besar yang Kini Jadi Negara Bangkrut

Yunani adalah bangsa dengan peradaban tua dan maju, banyak hasil karya para filsuf Yunani yang menjadi dasar ilmu pengetahuan saat itu. Kebebasan bicara telah melahirkan pemikiran-pemikiran hebat.

Alexander telah membawa Yunani pada puncak kejayaannya. Secara tidak langsung, penaklukanya turut serta menyebarkan peradaban Yunani ke daerah lain. Cita-citanya untuk menggabungkan Asia dan Eropa telah melahirkan budaya baru, yaitu budaya Helenistik. 

Mungkin karena hasil didikan Aristoteles, gurunya, ia sangat tertarik pada seni dan ilmu pengetahuan. Dalam hal pemerintahan, Alexander cukup adil, ia menganggap semua rakyat daerah taklukan sebagai warga negara yang setara.

Sayang, Alexander tidak berumur panjang. Setelah kematiannya, kerajaannya terbagi 4 dan menjadi rebutan di antara para jenderalnya.

Sementara di sebelah barat tumbuh kekuatan baru, Romawi. Secara kondisi, geografis Romawi sedikit lebih baik dari Mongolia. Romawi banyak mengadopsi budaya Yunani dan berhasil menciptakan inovasi militer yang lebih unggul. Dengan mudah Romawi menguasai Yunani.

Romawi juga menyempurnakan konsep kewarganegaraan terhadap rakyat taklukan yang diterapkan Alexander. Dan menciptakan sistem politik yang lebih baik, menyebabkan Romawi sanggup bertahan selama 5 abad berikutnya.

Jadi secara politik, Yunani telah hancur bersama dengan kematian Alexander. Tapi secara budaya, Yunani masih ada, hanya bertransformasi menjadi budaya Romawi (kemudian menjadi Byzantium), dan budaya helenistik pada kerajaan pecahannya.

Kenapa Yunani tidak sanggup mengembalikan kejayaannya?

Yunani terlalu mengandalkan kekuatan militer untuk menjadi negara besar. Dan terlalu sentralistik kepada figur Alexander. Ketika kedua hal ini tidak ada lagi, maka Yunani bukanlah apa-apa.

Related

International 8993975947659616850

Recent

item