Mengapa Jenis dan Wujud Dinosaurus di Tiap Periode Berbeda-beda?

Mengapa Jenis dan Wujud Dinosaurus di Tiap Periode Berbeda-beda?

Kita umumnya akrab dengan ilustrasi kehidupan dinosaurus yang menampilkan berbagai spesies dinosaurus di satu lokasi sekaligus.

Ilustrasi ini menggambarkan berbagai dinosaurus hidup dalam satu wilayah. Sekilas kelihatannya baik-baik saja. Tapi, ada banyak kesalahan yang tersembunyi. Salah satu kesalahan terbesar dari segi saintifik adalah tidak semua dinosaurus yang ditampilkan di ilustrasi tersebut hidup di waktu yang bersamaan—dan di tempat yang bersamaan.

Sekarang, kita coba inventarisasi beberapa dinosaurus yang kiranya ada di satu ilustrasi, beserta waktu hidup dan lokasi fosilnya:

Tyrannosaurus hidup di Periode Kapur Akhir (67–65 juta tahun lalu). Amerika Serikat dan Kanada.

Styracosaurus hidup di Periode Kapur Akhir (75 juta tahun lalu). Kanada.

Stegosaurus hidup di Periode Jura Akhir (155–150 juta tahun lalu). Amerika Serikat dan Portugal.

Baryonyx hidup di Periode Kapur Awal (130–125 juta tahun lalu). Inggris.

Diplodocus hidup di Periode Jura Akhir (155–150 juta tahun lalu). Amerika Serikat.

Spinosaurus hidup di Periode Kapur Awal (100–93 juta tahun lalu). Mesir, Maroko.

Ankylosaurus hidup di Periode Kapur Akhir (70–65 juta tahun lalu). Amerika Serikat.

Brachiosaurus hidup di Periode Jura Akhir (155–153 juta tahun lalu). Amerika Serikat.

Sekarang jelas sudah bahwa ternyata tidak semua dinosaurus hidup di saat yang bersamaan. Mengapa?

Jawabannya sederhana. Punah. 

Dinosaurus di Periode Trias akan berbeda dengan dinosaurus di Periode Jura, dan yang di Jura akan berbeda dengan dinosaurus di Periode Kapur. Dinosaurus yang tidak adaptabel akan punah, dan digantikan oleh spesies atau kelompok dinosaurus yang lebih adaptabel.

Dinosaurus juga dapat tersisih oleh seleksi alam. Dinosaurus yang tidak adaptabel akan punah, baik dari segi spesies maupun kelompoknya. Misalnya, dinosaurus karnivora dari kelompok Allosauria, seperti Allosaurus, Carcharodontosaurus, dan Torvosaurus berlimpah sepanjang Periode Jura dan Kapur Awal. 

Dinosaurus kelompok ini punya tengkorak besar yang kuat tapi ringan, otot leher yang kuat, gigi-gigi tajam yang langsing dan bergerigi, dan tubuh yang besar tapi ramping.

Gigi yang bergerigi cocok untuk mencederai otot mangsa dan mengiris daging. Cocok untuk menghadapi mangsa berupa Sauropoda (herbivora berleher panjang) atau Stegosauria (herbivora berlempeng) dan sebagian Ornithopoda (herbivora yang bisa berlari dengan dua atau empat kaki).

Ketika kelompok dinosaurus karnivora lain berdiversifikasi, yaitu Tyrannosauria, Allosauria kalah saing karena muncul kelompok-kelompok dinosaurus baru, seperti Ceratopsia (herbivora bertanduk) dan Ankylosauria (herbivora berperisai, kadang berekor godam) yang kurang cocok menjadi mangsa Allosauria.

Tyrannosauria memiliki gigi lebih kuat, lebih tebal, dan lebih besar, dengan otot rahang lebih kuat dan tubuh yang lebih kokoh, sehingga mampu memangsa beragam dinosaurus, termasuk yang tidak dapat dimangsa Allosauria.

Beragamnya relung baru yang terisi oleh kelompok dinosaurus baru pula. Selain yang sudah disebut di atas, ada juga Dromaeosauridae (karnivora kecil bercakar sabit yang cerdas), Ornithomimoidea (omnivora gesit), atau bahkan Spinosauridae (karnivora besar pemakan ikan).

Sebab itulah, Allosauridae akhirnya punah di Periode Akhir Kapur (sekitar 90 juta tahun lalu) dan digantikan Tyrannosauria yang lebih dominan.

Tetapi, tentu saja kepunahan suatu kelompok dinosaurus dan penggantiannya oleh kelompok dinosaurus lain tidak terjadi dalam sekejap. 

Seluruh proses evolusi—dalam hal ini kepunahan suatu kelompok dan berjayanya kelompok lain—terjadi secara gradual alias bertahap, selama ribuan atau jutaan tahun. Yang direkam oleh catatan fosil bagaikan screenshot dari beberapa waktu proses tersebut.

Untuk lebih memahami skala waktu jutaan tahun dan gambarannya, kita akan mengambil contoh salah satu spesies dinosaurus. Misalnya, sejauh yang kita tahu, Ornithomimus velox hidup di Periode Akhir Kapur, 76–65 juta tahun yang lalu. 

Artinya, jika kita punya mesin waktu dan ingin melihat Ornithomimus hidup, kita harus pergi ke waktu antara 76–65 juta tahun silam. Tidak bisa lebih, tidak bisa kurang. Sama seperti misalnya kalau ada alien yang ingin mengunjungi Bumi dan bertemu manusia, mereka sekurang-kurangnya harus tiba di Bumi pada 200.000 atau 100.000 tahun lalu, karena sebelum itu manusia (Homo sapiens) belum berdiversifikasi.

Pada jangka waktu 76–65 juta tahun lalu itu, Ornithomimus hidup bersama dinosaurus dan hewan lain yang masa hidupnya sama dengannya, atau tumpang tindih. Sama seperti hewan-hewan saat ini. Saat ini, jerapah hidup bersama dengan gajah, tapi ada banyak hewan yang sudah punah yang tidak sempat hidup bersama mereka, misalnya Ambulocetus (paus versi berkaki).

Berkaitan dengan poin pertama, manusia sesungguhnya baru berlakon di Bumi setidaknya 200.000 tahun. Dua ratus ribu tahun. Seperlima juta tahun. Jika dibandingkan dengan Ornithomimus, kita baru hadir di bumi 45 kali lebih singkat. Belum ada apa-apanya. 

Karena itulah kita hampir tidak pernah menyadari spesiesi (lahirnya spesies baru) atau kepunahan suatu spesies yang sejalan dengan background extinction (kepunahan latar—kepunahan alami yang selalu terjadi tanpa campur tangan manusia).

Dinosaurus hidup setidaknya 800 kali lebih lama dibanding manusia (dan angkanya lebih besar lagi jika kita ikut menghitung dinosaurus avian yang masih ada hingga kini).

Dan kepunahan latar ini juga yang menjadi penyebab punahnya berbagai spesies dinosaurus di Era Mesozoikum. Jadi, bukan berarti seluruh spesies dinosaurus berdiversifikasi bersama-sama kemudian ikut punah bersama-sama pada 65 juta tahun lalu. Spesies dinosaurus yang punah 65 juta tahun lalu hanya spesies dinosaurus yang saat itu masih ada.

Related

Science 1104081770889801219

Recent

item