Mengenal Teknologi Canggih Predator dan Kebudayaannya

Mengenal Teknologi Canggih Predator dan Kebudayaannya

Teknologi Predator sangat unik dalam berbagai aspek, tidak hanya banyak hiasan di tubuhnya, penampilan topeng maut tribalnya, dan persenjataan yang mutakhir. Terlihat dalam film Predator 2, setidaknya salah satu senjata yang digunakan oleh Predator menggunakan bahan logam yang tidak terdaftar dalam tabel periodik dan beberapa senjata telah ditunjukkan sangat tahan terhadap efek berbahaya dari darah Alien yang bersifat asam. 

Sebagai informasi tambahan, beberapa dari persenjataan berguna untuk mendeteksi bayangan suhu panas para mangsanya. Topeng Predator juga memiliki sistem visi yang berfungsi untuk bisa melihat dengan menggunakan infrared dan lainnya. 

Predator juga memakai semacam alat penghilang (cloaking device) yang dapat membelokkan pantulan cahaya.

Kebudayaan 

Dalam perburuan, Predator suka mengendap-endap. Setelah berhasil membunuh, Predator suka menguliti dan memenggal leher buruannya yang telah menjadi bangkai, lalu mengambil tengkoraknya sebagai piala. Bila gagal dalam berburu, Predator selalu melakukan bunuh diri, yang dianggap sebagai hal terhormat. 

Alasan Predator berburu tidak hanya untuk makan atau menghilangkan ancaman, tetapi sebagai hiburan semata. Ketika mereka akan menyerang makhluk lain, harus dipastikan bahwa makhluk yang diserang sepadan dengan mereka, dengan kata lain makhluk itu memiliki kemampuan yang seimbang agar mendapatkan sedikit tantangan.

Predator melakukan kontak dengan peradaban manusia awal, seperti bangsa Mesir kuno, Kamboja dan Aztek. 

Sesampainya di bumi, Predator disembah sebagai Tuhan oleh manusia, dan mereka mengajarkan kebudayaan bagaimana mendirikan piramida (sebuah penjelasan ketika bagaimana perbedaan sosial budaya telah secara langsung memiliki kultur dan arsitektur yang sama), tetapi sebagai imbalan mereka menginginkan pengorbanan manusia, untuk digunakan sebagai host makhluk Alien yang akan diburu setelah itu.

Predator terkenal di dalam cerita rakyat dalam beberapa budaya. Orang Amerika Latin mencap spesies ini sebagai "El Diablo que hace trofeos de los hombres" (bahasa Spanyol untuk "Sang Setan yang membuat piala dari kepala manusia"), sementara orang Jamaika menggangapnya sebagai "Setan dari dunia arwah". 

Ketika berburu, Predator selalu menghindari dan bahkan tidak menyukai bertempur dengan orang dewasa yang tidak membawa senapan, anak kecil, wanita hamil atau orang sakit. Seseorang yang berhasil membunuh Predator dalam pertarungan satu lawan satu akan mendapatkan hadiah sebagai tanda penghormatan untuk sang pemenang, biasanya diberikan tanda berupa sesuatu yang langka atau eksotis.

Bahasa

Bahasa Predator telah dibuat untuk filmnya, begitupun dengan media lain, dan huruf abjad Predator berbentuk pola-pola berupa garis-garis. Simbol tulisan ini ada di sarung tangan, helm, arsitektur, dan banyak lagi. Predator akan meniru bahasa manusia pada saat-saat tertentu. 

Seorang penulis, Steve Perry, telah menciptakan bahasa khusus untuk novel serial Aliens vs Predator.

Related

Entertainment 2179792123324654626

Recent

item