Etika Bermedia Digital: Konten Kita Mencerminkan Karakter Kita

Etika Bermedia Digital: Konten Kita Mencerminkan Karakter Kita

Di ruang digital, setiap penggguna berinteraksi dan berkomunikasi dengan berbagai perbedaan kultural. Indonesia dari Sabang hingga Merauke memiliki banyak suku bangsa, ras, dan agama. Serta memiliki nilai-nilai tersendiri dari keberagaman budayanya, sehingga saat mengunggah sesuatu di ranah digital harus menyesuaikan dengan etika digital. 

"Kita dinilai memiliki kualitas diri dilihat dari etika kita bermedia sosial. Kalau dulu pada saat di dunia nyata saja saat bertemu orang," ujar Dosen UNWAGA Purbowo S di Madiun. 

Bagaimana seseorang berinteraksi di dunia maya, update status, story di Instagram dan WhatsApp, semuanya bisa dinilai sebagai karakter pengguna. 

Terkait netiket atau etika dalam berinternet, maka setiap individu hendaknya bisa mengakses, menyeleksi dan menganalisis informasi dengan lebih bijaksana. Serta memahami etiket sebagai upaya membentengi diri dari hal negatif di internet. 

Begitu juga saat memproduksi dan mendistribusikan pesan di platform digital. Termasuk berpartisipasi saat membangun relasi sosial dan berkolaborasi dengan pengguna lainnya. 

"Dari sisi kejujuran dalam etika digital, teman-teman juga harus menghindari plagiasi, manipulasi," ujar Purbowo lagi. 

Biasakan untuk mencantumkan sumber asli saat mengutip atau memakai karya orang lain. Hal ini utamanya sering terjadi pada pelajar dan mahasiswa, serta pembuat konten. Sebab menghargai orang lain bukan hanya sekadar dari ucapan, namun tindakan juga salah satunya dengan mencantumkan referensi.

Related

Internet 845501567255554260

Ads

Topic

Recent

item