7 Mitos Keliru tentang Hipnotis yang Tersebar di Masyarakat


Hipnosis, yang juga dikenal sebagai hipnoterapi atau hipnotis, adalah suatu teknik terapi yang akan membuat seseorang berada dalam keadaan rileks dan tenang, agar bisa lebih fokus dan berkonsentrasi dengan pikirannya sendiri.

Hipnosis sering disalahartikan untuk mengorek rahasia seseorang atau memberikan sugesti pada seseorang untuk melakukan hal-hal aneh. Padahal sebenarnya teknik ini merupakan metode dalam psikologi yang valid untuk digunakan dalam praktik psikologi klinis.

Berikut beberapa mitos hipnosis yang tersebar di masyarakat:

1. Hipnosis itu tidak nyata, hanya bentuk hiburan

Dilansir dari Cleveland Clinic, hipnosis bukanlah aksi panggung atau tindakan ajaib. Hipnosis adalah jenis terapi medis yang sering digunakan sebagai bagian dari rencana perawatan yang mencakup pendekatan medis tradisional.

2. Seseorang kehilangan kesadaran atau mengalami amnesia saat terhipnotis

Kebanyakan orang mengingat semua yang terjadi selama hipnosis. Mereka juga akan tetap sadar siapa dirinya, di mana dirinya berada, dan ingatan yang terjadi selama sesi hipnosis.

3. Berada di bawah kendali hipnoterapis

Hipnoterapis hanya akan memandu hipnosis pada seseorang atas kemauan orang tersebut. Seseorang tidak dapat melakukan hal-hal yang bertentangan dengan keinginannya selama melakukan hipnosis. Orang tersebut juga tidak harus mengungkapkan informasi apa pun yang ingin dirahasiakan.

4. Hipnosis sama dengan tidur nyenyak

Hipnosis bukanlah tidur. Ada beberapa bentuk hipnosis yang lebih dalam yang bisa membuat seseorang tampak tertidur karena tubuh sangat tenang. Tetapi sejatinya, hipnosis tidak membuat seseorang jadi tidur.

5. Semua orang bisa terhipnotis

Mengutip laman Healthline, tidak semua orang bisa terhipnotis. Satu studi menunjukkan sekitar 10 persen populasi sangat mudah terhipnotis. Sementara lainnya, mereka cenderung tidak menerima praktik tersebut.

6. Seseorang dapat dihipnotis melalui internet

Banyak aplikasi ponsel cerdas dan video internet yang mempromosikan self-hypnosis. Para peneliti menemukan bahwa alat-alat ini biasanya tidak dibuat oleh organisasi hipnosis bersertifikat. Karena itu, dokter dan hipnoterapis menyarankan agar tidak menggunakan cara ini.

7. Hipnosis dapat membantu "mengungkap" ingatan yang hilang

Meskipun ada kemungkinan untuk mengingat kembali ingatan selama dihipnotis, namun seseorang lebih mungkin untuk membuat ingatan palsu saat dalam keadaan hipnosis. Karena itu, banyak penghipnotis yang tidak percaya dengan penggunaan hipnosis untuk mengingat kembali memori yang hilang.

Related

Psychology 7447284288707239428

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item