6 Penyebab Makanan Manis Bisa Bikin Tubuh Gemuk (Bagian 2)


Uraian ini adalah lanjutan uraian sebelumnya (6 Penyebab Makanan Manis Bisa Bikin Tubuh - Bagian 1). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik dan urutan lebih lengkap, sebaiknya bacalah uraian sebelumnya terlebih dulu.

4. Menggantikan makanan sehat

Jika sebagian besar diet Anda berkisar pada makanan manis tinggi gula tambahan, kemungkinan Anda kehilangan nutrisi penting.

Pasalnya, banyak makanan yang mengandung gula tambahan minim nutrisi penting, seperti protein, lemak sehat, serat, vitamin, dan mineral. Padahal nutrisi tersebut dibutuhkan tubuh untuk berfungsi secara optimal dan tetap sehat.

Selain itu, makanan dan minuman olahan yang tinggi gula tambahan biasanya tidak memiliki senyawa bermanfaat seperti antioksidan, yang terkonsentrasi dalam makanan seperti minyak zaitun, kacang-kacangan, kacang-kacangan, kuning telur, sayuran, dan buah-buahan berwarna cerah.

Antioksidan sendiri bisa membantu melindungi sel dari kerusakan yang disebabkan oleh molekul yang sangat reaktif yang disebut radikal bebas. Stres oksidatif (ketidakseimbangan antara antioksidan dan radikal bebas) telah dikaitkan dengan berbagai kondisi kronis, seperti penyakit jantung dan kanker tertentu.

Tidak mengherankan, diet tinggi gula tambahan sangat mungkin dapat meningkatkan risiko penyakit kronis yang sama yang terkait dengan stres oksidatif, serta risiko obesitas dan penambahan berat badan.

Makan makanan tinggi gula tambahan menggantikan makanan kaya nutrisi dan sehat seperti sayuran, buah-buahan, protein, dan lemak sehat, sehingga dapat berdampak negatif pada berat badan dan kesehatan secara keseluruhan.

5. Dapat menyebabkan makan berlebihan

Makan terlalu banyak gula tambahan, terutama makanan yang kaya jenis gula yang disebut fruktosa dapat secara signifikan meningkatkan kadar hormon ghrelin yang meningkatkan rasa lapar sambil menurunkan kadar hormon peptida YY (PYY) penekan nafsu makan.

Fruktosa juga dapat meningkatkan nafsu makan dengan memengaruhi bagian otak yang disebut hipotalamus. Hipotalamus bertanggung jawab atas banyak fungsi, termasuk pengaturan nafsu makan, kalori yang terbakar, serta metabolisme karbohidrat dan lemak.

Sebuah penelitian pada hewan yang diterbitkan dalam Junnal Nutrients pada April 2017, menunjukkan bahwa fruktosa dapat memengaruhi sistem pensinyalan di hipotalamus, meningkatkan tingkat neuropeptida yang merangsang rasa lapar (molekul yang berkomunikasi satu sama lain, memengaruhi aktivitas otak) sambil mengurangi sinyal kepenuhan atau rasa kenyang.

Terlebih lagi, tubuh Anda cenderung menginginkan rasa manis. Faktanya, penelitian menunjukkan bahwa konsumsi gula didorong oleh kenikmatan yang didapat dari rasa manis dari makanan dan minuman manis.

Studi menunjukkan bahwa makanan dengan rasa manis dapay mengaktifkan bagian tertentu dari otak yang bertanggung jawab atas kesenangan dan penghargaan, yang dapat meningkatkan keinginan Anda untuk makanan manis. Selain itu, gula dapat meningkatkan keinginan Anda untuk makanan yang sangat enak dan kaya kalori.

Dengan demikian, dampak gula pada hormon dan aktivitas otak dapat meningkatkan keinginan Anda untuk makanan yang rasanya manis dan dapat mendorong makan berlebihan. Hal ini pada akhirnya bisa menyebabkan penambahan berat badan.

6. Terkait dengan obesitas dan penyakit kronis

Sejumlah penelitian telah mengaitkan asupan gula tambahan yang tinggi dengan penambahan berat badan dan kondisi kronis, seperti obesitas, penyakit jantung, dan diabetes.

Efek ini telah terlihat pada orang dewasa dan anak-anak. Sebuah tinjauan baru-baru ini terhadap 30 penelitian di lebih dari 242.000 orang dewasa dan anak-anak menemukan hubungan yang signifikan antara minuman yang dimaniskan dengan gula dan obesitas.

Studi yang tak terhitung jumlahnya menghubungkan makanan dan minuman manis dengan penambahan berat badan pada populasi yang berbeda, termasuk wanita hamil dan remaja.

Studi lain pada 6.929 anak-anak menunjukkan bahwa mereka yang berusia antara 6 dan 10 tahun yang mengonsumsi lebih banyak gula memiliki lebih banyak lemak tubuh secara signifikan daripada anak-anak yang mengonsumsi lebih sedikit gula tambahan.

Studi menunjukkan bahwa diet tinggi gula tambahan dapat meningkatkan risiko kondisi kesehatan kronis juga.

Dalam studi populasi di lebih dari 85.000 orang, risiko kematian akibat penyakit jantung dua kali lebih tinggi pada mereka yang mengonsumsi 25 persen atau lebih kalori harian mereka dari gula tambahan, dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi kurang dari 10 persen kalori dari gula tambahan.

Terlebih lagi, tambahan gula sangat terkait dengan peningkatan penyakit jantung pada anak-anak melalui perannya dalam meningkatkan kadar lemak tubuh, kolesterol, dan trigliserida.

Semuanya merupakan faktor risiko yang signifikan untuk penyakit jantung. Minuman yang dimaniskan dengan gula juga dikaitkan dengan perkembangan diabetes tipe 2 pada orang dewasa.

Ditambah lagi, konsumsi gula tambahan dapat meningkatkan risiko depresi, suatu kondisi yang dapat meningkatkan berat badan.

Related

Health 5388215464033091423

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item