Mahalnya Biaya Mengabadikan Jasad Manusia

Mahalnya Biaya Mengabadikan Jasad Manusia

Naviri.Org - Ketika seseorang meninggal dunia, kehidupannya berhenti. Berhentinya hidup seseorang ditandai dengan tidak berfungsinya organ tubuh. Ketika itu terjadi, jasadnya pun lalu dikubur atau dikremasi. Bisa dibilang, dua cara itu—dikubur atau dikremasi—adalah cara yang banyak dilakukan orang di mana pun. Selain cukup mudah dilakukan, juga tidak membutuhkan biaya besar.

Namun, ada pula orang-orang yang jasadnya tidak dikubur atau dikremasi setelah meninggal. Sebaliknya, jasad mereka diabadikan melalui proses pembalseman, untuk dijadikan mumi yang bisa awet (tidak rusak atau membusuk). Hal semacam itu banyak dilakukan para Firaun zaman Mesir kuno, meski ada pula beberapa pemimpin dunia era modern yang melakukan hal serupa.

Tujuan pengawetan jasad orang yang meninggal biasanya untuk mengenang orang bersangkutan. Karenanya, mereka yang jasadnya diabadikan biasanya bukan orang-orang sembarangan, melainkan para tokoh terkenal, semisal pemimpin negara. Selain prosesnya rumit—karena membutuhkan tenaga ahli yang tergolong langka—proses pembalseman untuk mengabadikan jasad juga membutuhkan biaya mahal.

Rusia adalah salah satu negara yang memiliki ahli pengawetan jasad. Sebuah media di sana, yaitu Pravdareport, menyatakan bahwa biaya untuk mengabadikan jasad Vladimir Lenin pada 2016 mencapai 200.000 dolar AS. Jumlah itu setara dengan 3 miliar rupiah. Pemerintah Rusia bersedia menganggarkan biaya sebesar itu demi jasad Lenin tetap terawat.

Biaya perawatan tersebut mencakup kebutuhan untuk proses medis, biologis, hingga zat-zat kimia, termasuk kebutuhan setelan jas baru, untuk jasad yang diawetkan. Artinya, meski telah mati, jasad tersebut masih akan berganti pakaian baru, ketika pakaian yang dikenakannya telah tampak usang. Dalam situasi tertentu, saat ekonomi Soviet sedang resesi, jasad Lenin pernah terpaksa memakai pakaian yang sama selama 6 tahun tanpa diganti.

Pada 17 Desember 2011, ketika Kim Jong-Il meninggal dunia, Korea Utara dikabarkan tidak akan melakukan pembalseman terhadap jasad Kim, karena persoalan mahalnya biaya. Sang ayah, Kim Il Sung, lebih dahulu abadi sebagai mumi sejak 1994.

Isu mahalnya biaya untuk mengabadikan jasad sang pendiri Korea Utara sempat muncul. Media Atlas Obscura menulis soal rumor biaya yang harus dikeluarkan Korea Utara hingga 1 juta dolar AS (sekitar Rp13 miliar) untuk pembalseman jasad Kim Il Sung. Sebuah angka yang cukup besar saat itu, terlebih Korea Utara sedang menghadapi persoalan kemiskinan.

Kepastian pembalseman jasad Kim Jong-Il akhirnya terungkap, tepat setelah satu tahun kematiannya. Pada 17 Desember 2012, jasad pemimpin besar Korea Utara itu ditampilkan ke publik di Pyongyang. Mumi Kim Jong-Il terlihat lengkap mengenakan sebuah setelan baju khasnya. Tubuh sang diktator komunis itu diselimuti kain merah menyala yang terbungkus rapi di sebuah kotak kaca.

Bisa dibilang, daftar pemimpin dunia yang jasadnya diawetkan tak bertambah sejak gagalnya pembalseman Hugo Chavez pada 2013. Para mantan penguasa yang abadi jasadnya, mayoritas meninggal di abad ke-20. Semenara pada abad ke-21, hanya Kim Jong-Il yang tercatat.

Baca juga: Daftar Pemimpin Dunia yang Menjadi Mumi 

Related

Insight 2100574983822685165
item