Misteri dan Teka-teki Ariana, Adik Albus Dumbledore

Misteri dan Teka-teki Ariana, Adik Albus Dumbledore

Naviri.Org - Para penggemar serial Harry Potter pasti mengenal Albus Dumbledore, Kepala Sekolah Hogwarts—tempat Harry Potter bersekolah—yang juga dekat dengan penyihir sakti tersebut. Albus Dumbledore bahkan seperti berperan sebagai orang tua angkat Harry Potter.

Di dalam kisah Harry Potter, kita mengenal Albus Dumbledore sebagai penyihir yang tidak hanya sakti, tapi juga bijaksana. Meski begitu, berdasarkan kisah tersebut, Albus Dumbledore memiliki masa lalu yang suram, termasuk terkait dengan kematian adik kandungnya, Ariana Dumbledore.

Seperti kita tahu, Albus Dumbledore memiliki dua adik, yaitu Aberforth dan Ariana. Aberforth masih hidup setelah Albus meninggal. Namun Ariana sudah lama meninggal ketika Albus maupun Aberforth masih hidup. Karenanya, dalam seri Harry Potter, kita cukup mengenal sosok Aberforth, namun tidak terlalu mengenal Ariana, karena sosoknya telah meninggal jauh-jauh hari.

Yang menarik adalah teka teki mengenai sosok Ariana yang bisa dibilang misterius. Termasuk kekuatan sihir serta kematiannya yang juga sama misterius.

Selama ini kita telah menyaksikan banyak kejahatan sihir di serial Harry Potter, kebanyakan berasal dari tangan para Pelahap Maut dan pendukung mereka (werewolf, domentor, dan dark monster). Tapi sangat mengejutkan mengingat potensi "dark" dari kekuatan sihir, bahwa pelaku salah satu tindakan kejahatan paling mengerikan yang dilihat dalam sejarah penyihir adalah sekelompok anak laki-laki Muggle biasa.

Korban dari tindakan itu adalah seorang gadis berusia enam tahun, Ariana Dumbledore, adik perempuan kepala sekolah Hogwarts yang brilian, Albus, dan kepala desa Hog's Aberforth.

Dalam Harry Potter and the Deathly Hallows, terdapat keterangan ini, "When my sister was six years old, she was attacked, set upon, by three Muggle boys. They’d seen her doing magic, spying through the back garden hedge: she was a kid, she couldn’t control it, no witch or wizard can at that age. What they saw scared them, I expect. They forced their way through the hedge, and when she couldn’t show them the trick, they got a bit carried away trying to stop the little freak doing it."

Serangan brutal terhadap Ariana pada saat masih kecil membuat dia terluka parah dan rusak, tidak stabil secara mental, dan takut melakukan sihir. Kekuatannya 'turned inwards' (balik ke dalam), yang bisa sangat berbahaya bagi dirinya sendiri. Aberforth menggambarkannya sebagai seseorang yang memiliki sifat 'manis, takut, dan tidak berbahaya', tapi saat dia kesal atau marah, sihir akan meledak keluar darinya dan dia akan menjadi 'aneh dan berbahaya'.

Efek tambahan dari serangan Ariana yang buruk menyebar di setiap sudut ruangan keluarga. Ayahnya, Percival Dumbledore, mengejar 3 anak laki-laki Muggle yang melukai putrinya dan menyerang mereka. Hingga membuat dia mendekam di penjara Azkaban.

Ayah Ariana tidak pernah mengungkapkan mengapa dia melakukannya, dia khawatir jika Kementerian tahu bahwa Ariana "tidak stabil" maka Ariana akan diseret dan dipaksa untuk menghabiskan sisa hidupnya di Rumah Sakit dan Penyakit "luka sihir" St Mungo.

Setelah pemenjaraan Percival, istri Kendra Dumbledore memindahkan keluarga mereka dari Mold-On-The-Wold, tempat serangan tersebut terjadi, ke Godric's Hollow, di mana dia menyimpan rahasia putrinya, dan hanya akan membiarkannya berada di luar pada malam hari.

Dalam biografi Rita Skeeter, The Life and Lies of Albus Dumbledore, dia menyimpulkan bahwa rasa malulah yang membuat Kendra memiliki Squib (penyihir tanpa kemampuan magis) yang mendorongnya untuk menjauhkan putrinya dari kejaran publik. Dia mengklaim bahwa ketika Albus dan Aberforth ditanya mengapa saudara perempuan mereka tidak berada di Hogwarts, mereka diajari oleh ibu mereka untuk mengatakan, 'Adikku terlalu lemah untuk sekolah.'

Tentu bukan kekurangan kemampuan sihir yang dikhawatirkan, melainkan adanya kekuatan sihir tak terkendali yang merupakan titik alasan penahanan Ariana. Tragisnya, segera setelah Albus lulus dari sekolah, dan sesaat sebelum dia memulai perjalanan keliling dunia dengan temannya, Elphias Doge, ibunya meninggal sebagai akibat salah satu "ketidakstabilan" sihir Ariana.

Berikut kutipan dari Harry Potter and the Deathly Hallows, ‘"Then, when she was fourteen... see, I wasn’t there,’ said Aberforth. ‘If I’d been there, I could have calmed her down. She had one of her rages, and my mother wasn’t as young as she was, and... it was an accident. Ariana couldn’t control it. But my mother was killed."

Albus membatalkan perjalanannya, dan kembali ke rumah untuk merawat Ariana. Tapi Albus saat itu masih remaja, dia merasa sangat marah karena terikat pada sebuah rumah di Godric's Hollow dan seorang saudara perempuan yang membutuhkan perawatan intensif, padahal dia sendiri memiliki trip traveling yang telah direncanakan, dan karirnya yang cemerlang juga telah direncanakan.

Berikut ini dua paragraf dari Harry Potter and the Deathly Hallows, "I resented it, Harry… I was gifted, I was brilliant. I wanted to escape. I wanted to shine. I wanted glory. Do not misunderstand me,’ he said, and pain crossed the face so that he looked ancient again. ‘I loved them. I loved my parents, I loved my brother and my sister, but I was selfish, Harry, more selfish than you, who are a remarkably selfless person, could possibly imagine.

‘So that, when my mother died, and I was left the responsibility of a damaged sister and a wayward brother, I returned to my village in anger and bitterness. Trapped and wasted, I thought! And then, of course, he came …"

'He ...' di sini tentu saja Gellert Grindelwald, penyihir brilian yang mungkin telah mendapatkan gelar penyihir paling jahat dalam seratus tahun terakhir, jika Voldemort tidak menggantikannya pada satu generasi kemudian.

Gellert berteman dengan Albus yang berusia 17 tahun, saat ia tinggal bersama bibinya, Bathilda Bagshot, selama musim panas setelah kematian Kendra. Pasangan ini menjadi tidak terpisahkan karena mereka berbagi gagasan untuk "pemerintahan sihir baru" dan membentuk obsesi bersama Hallows.

Tapi Aberforth merasa persahabatan Albus dengan Grindelwald telah membuat Ariana terbengkalai. Dia menantang mereka berdua. Dari sebuah perang argumen kini berubah menjadi perkelahian yang nyata, dengan konsekuensi yang menghancurkan lagi mengerikan

Berikut dua paragraf lagi dari Harry Potter and the Deathly Hallows, "…I pulled out my wand, and he pulled out his, and I had the Cruciatus Curse used on me by my brother’s best friend – and Albus was trying to stop him, and then all three of us were duelling, and the flashing lights and the bangs set her off, she couldn’t stand it –’The colour was draining from Aberforth’s face as though he had suffered a mortal wound.

‘– and I think she wanted to help, but she didn’t really know what she was doing, and I don’t know which of us did it, it could have been any of us – and she was dead."

Siapa yang melemparkan mantra yang membunuh Ariana tidak jelas, meskipun ketika Harry bertemu dengan Albus Dumbledore di King's Cross setelah dia hampir terbunuh dalam Pertempuran Hogwarts, Kepala Sekolah tua tersebut dengan kuat mengisyaratkan bahwa Grindelwald yang menembak kutukan tersebut.

Dalam Harry Potter and the Deathly Hallows, terdapat keterangan ini, "Grindelwald lost control. That which I had always sensed in him, though I pretended not to, now sprang into terrible being. And Ariana ... after all my mother’s care and caution ... lay dead upon the floor."

Saat itu terjadi perkelahian kecil di pemakaman Ariana, yang membuat hidung Albus Dumbledore ditinju oleh Aberforth karena saking marahnya. Walaupun mereka berdua berdamai, namun nampaknya mereka berdua masih merasa bersalah, dan merasa kehilangan atas peristiwa itu.

Keputusan Albus mengejar Grindelwald untuk menghentikan kekejamannya beberapa tahun kemudian, kemungkinan disebabkan sebagian oleh kematian Ariana.

Mengetahui bagaimana penghakimannya telah dikaburkan oleh obsesinya terhadap Hallows, menginformasikan keputusannya untuk menolak jabatan Menteri Sihir.

Kepala sekolah Hogwarts melakukan satu kesalahan terakhir, sebagai akibat perasaan malu dan bersalah seputar kematian Ariana: dia memasang cincin terkutuk yang berisi Batu Kebangkitan yang telah diubah Voldemort menjadi Horcrux—tindakan sesat, tapi juga bisa dimengerti.

Penjelasan dalam Harry Potter and the Deathly Hallows adalah kalimat berikut, "I put it on, and for a second I imagined that I was about to see Ariana, and my mother, and my father, and to tell them how very, very sorry I was…"

Apakah Ariana sebuah Obscurial?

Jawabannya ada di film fantastic Beast And Where Find Them. Kita tahu bahwa pada saat itu si Credence yang dikira bukan obscurus ternyata seorang obscurial. Ciri-cirinya hampir sama dengan Ariana Dumbledore: tidak stabil, berbahaya, mudah marah, dan bisa membunuh.

Bisa jadi, Ariana Dumbledore adalah Obscurus. Dia bisa meledak saat tidak dalam keadaan stabil.

Kenapa dia bisa begitu? Ini ada hubungannya dengan gangguan yang diberikan oleh 3 anak muggle yang mengganggunya di waktu kecil. Karena mentalnya tidak stabil, kemungkinan dia mengalami trauma sihir yang mengakibatkan dirinya menjadi Obscurus.

Belakangan, Grindelwald tertarik dengan kekuatan sihir dahsyat milik Ariana. Bisa jadi, Grindelwald ingin meneliti, lebih tepatnya memiliki, Obscurial itu, yakni Ariana Dumbledore. Hingga yang terjadi adalah pertarungan dari 3 sudut, Albus Dumbledore, Albefort Dumbledore, dan Grindelwald. Namun keadaannya semakin runyam, yang malah membuat Ariana meledak, seperti si Credence di Fantastic Beast and Where I Find Them.

Baca juga: Fakta-fakta Menarik Seputar Albus Dumbledore

Related

Entertaintment 5171951178467590183

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item