Tips Menyusun Daftar Lagu untuk Pesta Pernikahan

Tips Menyusun Daftar Lagu untuk Pesta Pernikahan

Naviri.Org - Ketika berbicara tentang pernikahan, kebanyakan orang umumnya hanya memikirkan busana yang dipakai, tempat resepsi, sampai aneka makanan. Bisa jadi, desain undangan juga ikut dipikirkan masak-masak, karena sang pengantin ingin membuat orang terkesan dengan bentuk undangan mereka. Namun, yang mungkin jarang dipikirkan—atau kadang terlupa—adalah mempersiapkan daftar lagu yang akan diputar selama pesta pernikahan.

Pada resepsi pernikahan, selain makanan ada hal lain yang hampir selalu ada: musik. Entah itu dari mp3, atau organ tunggal, atau band sewaan. Rasanya nyaris tak ada pesta pernikahan tanpa musik. Lagu "Akad" dianggap sebagai lagu kekinian yang cocok untuk diputar atau dimainkan di pesta pernikahan. Tak salah, liriknya tepat guna. Ia mengajarkan bahwa pernikahan tak melulu berisi kebahagiaan.

Memilih lagu untuk diputar di pernikahan itu gampang-gampang susah. Banyak yang terjebak memilih suatu lagu hanya karena sedang populer. Saat lagu "Sephia" dari Sheila On 7 sedang di puncak ketenaran, saya beberapa kali mendengar lagu itu dinyanyikan di pesta pernikahan. Padahal liriknya berkisah tentang kekasih gelap.

Membuat daftar lagu pernikahan itu memang butuh konsentrasi. Fokusnya tentu di lirik. Sebab segala jenis musik—mau yang rancak ataupun sendu—orang akan manggut-manggut saja. Tapi soal lirik, ia akan jadi perhatian.

Salah satu panduan membuat daftar lagu (mixtape) bisa ditengok di novel High Fidelity (1995) karya Nick Hornby. Novel ini difilmkan pada tahun 2000, dibintangi John Cusack yang memerankan tokoh utama Rob Gordon.

"Membuat kompilasi lagu itu adalah seni," ujar Rob. "Ada banyak yang boleh dilakukan dan jangan dilakukan. Pertama-tama, kamu menggunakan sajak orang lain untuk mengungkapkan perasaanmu. Ini adalah hal yang rumit."

Garis bawahi kata sajak. Ini artinya, sajak berupa lirik adalah pertimbangan penting dalam membuat kompilasi lagu, termasuk kompilasi lagu pernikahan. Lirik lagu bisa menjelma jadi doa bagi pasangan yang baru menikah. Maka tak heran jika banyak orang mengernyitkan alis saat "Sephia" diputar di pernikahan. Apa sang penyanyi berharap salah satu dari pengantin itu akan punya kekasih gelap?

Membuat daftar lagu pernikahan juga harus waspada. Ada lagu-lagu yang tampaknya romantis, tapi menjebak. Yang paling populer adalah "Thinking Out Loud" dari solis Ed Sheeran. Spotify pernah merilis 50 daftar lagu paling sering diputar untuk pesta dansa pertama dalam pernikahan, dan lagu itu adalah pemuncaknya. Namun, ada satu hal yang membuat lagu ini sebenarnya kurang layak untuk dijadikan lagu pernikahan.

Bait "And darling I will be loving you 'til we're 70" itu amat menjebak. Seolah umur manusia hanya sampai 70. Bagaimana di umur selepas 70? Apakah sang pengantin akan berhenti mencintai dan memutuskan mencari gebetan muda? Jelas lagu ini pilihan yang kurang tepat.

Kalau membuat pengandaian, lagu "When I'm 64" milik The Beatles terdengar jauh lebih masuk akal, pun lebih cocok untuk diputar di pernikahan. Lagu ini mempertanyakan: kalau aku semakin tua dan botak, akankah kamu tetap mencintaiku? Kalau aku keluar rumah hingga 3 pagi, apakah kamu bakal mengunci pintu? Seperti itulah.

The Beatles di sini tak sedang ingin bermanis ria. Lagu cinta mereka juga berisi kebimbangan. Mereka berusaha memberi pandangan pada semua yang sedang dimabuk cinta: dalam pernikahan tak hanya ada madu, tapi juga sembilu.

Perspektif serupa juga ditawarkan oleh Andy Liany. Di lagu "Sanggupkah" yang diciptakannya bersama Pay Burman itu, penyanyi jebolan Gang Potlot itu tak mau bermanis belaka. Apakah ia sanggup hidup bersama kekasih selamanya, apakah ia bisa hidup tanpa kekasihnya? Ia tak tahu jawabannya, cuma waktu yang bisa jawab. Kebimbangan itu dipungkasi dengan satu kalimat penting:

Jalan masih panjang
Jangan ucap janji
Nikmatilah cintamu hari ini

Tapi memang rayu gombal itu adalah hal penting. Ia adalah gula dalam secangkir teh yang disajikan tiap pagi, garam dalam tumis buncis yang disantap tiap siang, dan mentega yang dioleskan pada roti. Hubungan romansa terasa hambar tanpa bujuk rayu. Peradaban boleh maju, manusia jadi makin pandai, tapi bujuk rayu, seni menggombal omong kosong dan bermulut manis tak jua punah.

Maka di sana, boleh lah kamu memutarkan tembang-tembang klasik yang tak lekang waktu. Frank Sinatra adalah pilihan yang nyaris tak pernah salah, dan "The Way You Look Tonight" bisa diputar di pesta pernikahanmu.

Some day, when I'm awfully low,
When the world is cold,
I will feel a glow just thinking of you
And the way you look tonight.

Satu hal yang pasti, sejak industri musik lahir, ada ribuan lagu yang bisa kamu pilih untuk diputar di pernikahanmu. Mau yang untuk joget riang, atau berdansa pelan, selalu ada musik pengiring yang pas. Dari era Elvis Presley hingga Justin Bieber, dari Aretha Franklin sampai Taylor Swift. Tinggal pilih saja, dan jangan lupa menerapkan semboyan kewaspadaan.


Related

Tips 4441990452033463800

Recent

item