Panduan Lengkap Berurusan dengan Pengacara (1)

Panduan Lengkap Berurusan dengan Pengacara

Naviri.Org - Dalam urusan yang terkait hukum, entah pidana atau perdata, kadang Anda membutuhkan jasa pengacara untuk mengurus kasus yang dihadapi. Dengan adanya pengacara, Anda bisa menyerahkan urusan terkait hukum dan pengadilan ke tangan pengacara, dan pengacara juga akan mencari jalan keluar serta strategi terbaik untuk menangani kasus yang Anda hadapi.

Akan lebih baik kalau Anda bisa mempercayai pengacara yang Anda pilih sepenuhnya, dan percaya dia akan bekerja penuh untuk kepentingan Anda. Namun, ada kalanya pula Anda merasa tidak cocok dan ingin memecat pengacara yang Anda gunakan untuk digantikan pengacara lain.

Kadang sulit memastikan kapan sebaiknya memecat pengacara. Meski Anda berhak untuk itu, tak selalu bagus juga akibatnya. Meski Anda harus melangkah dengan hati-hati, beberapa hal buruk yang dilakukan pengacara begitu serius, sampai tak ada pilihan selain memecat pengacara tersebut.

Soal pelanggaran etika

Pelajari aturan pengacara terkait tindak dan perilaku profesional. Jika pengacara Anda bertindak tidak etis, Anda dapat melaporkannya ke Komisi Pendisiplinan Negara. Perilaku yang tidak etis juga dapat menjadi dasar pemecatan seorang pengacara. Salah satu persyaratan etika yang terpenting adalah menjaga kerahasiaan Anda. Seorang pengacara tidak boleh membocorkan komunikasi Anda dengan pihak ketiga.

Tanyakan apakah pengacara Anda sudah pernah ditawar oleh pihak lain. Seorang pengacara wajib memberitahu kliennya tentang keberadaan dan ketersediaan prosedur resolusi alternatif. Ini termasuk semua dan setiap tawaran penyelesaian dan permohonan persetujuan. Menolak tawaran, tanpa terlebih dahulu berkonsultasi dengan Anda sebelum mengambil keputusan akhir, adalah tidak etis.

Lakukan riset apakah pengacara Anda telah mewakili pihak lain. Lakukan penelitian secara daring dan ketik nama pengacara Anda, disusul nama pihak lain tersebut. Jika pengacara Anda telah mewakili pihak lain sebelumnya, mungkin ada benturan kepentingan.

Namun, jika kedua pihak sama-sama diberitahu tentang konflik tersebut dan kemudian diberi izin tertulis, maka pengacara tersebut boleh mewakili kedua klien.

Hindari menjalin hubungan rapat dengan pengacara Anda. Hubungan asmara dan seksual tidak hanya amat sangat tidak pantas, tapi juga tidak etis dan melanggar Peraturan Etika Profesional. Jika pengacara Anda mencoba membangun hubungan romantis, segera laporkan ke Dewan Etika.

Minta bukti bahwa properti Anda benar-benar dipisah dari harta-benda milik pengacara. Seorang pengacara wajib menjaga agar properti pribadi Anda terpisah dari propertinya sendiri, dan dapat mengembalikan properti tersebut kapan saja Anda minta. Ini termasuk uang yang belum jatuh tempo Anda terima, yang harus disimpan sebagai uang perwalian atau akun giro oleh pihak ketiga. Pengacara Anda harus bersedia dan mampu menghadirkan bukti bahwa uang anda berada dalam akun perwalian.

Memeriksa tagihan Anda

Perhatikan dan jaga semua tagihan Anda. Bayaran yang ditagih pengacara tidak boleh berlebihan atau kelewatan. Cara menetapkan apakah bayarannya berlebihan atau wajar, Anda harus mempertimbangkan waktu dan jam kerja yang dilakukan, termasuk gaji umum yang dibayarkan untuk jasa sejenis di bidang yang sama oleh para pengacara dengan pengalaman setara. Untuk memutuskan apakah Anda telah dituntut membayar secara berlebihan:

Pastikan bahwa tagihan tersebut hadir dalam bentuk daftar perincian. Semua lembar tagihan yang Anda terima dari pengacara harus menyertakan daftar rincian dari berbagai tugas yang dilakukan, lengkap dengan jumlah waktu yang dihabiskan untuk setiap tugas. Tagihan itu juga harus mengidentifikasi siapa yang melakukan tugas bersangkutan dan berapa tarifnya.

Minta salinan dari semua rekes, atau dokumen, yang diisi oleh Pengadilan. Anda bisa minta kepada pengacara atau ke Pengadilan terkait salinan semua dokumen ini. Tak peduli siapa yang Anda minta, ada kemungkinan akan dikenakan biaya salinan sebesar Rp 1.385 sampai Rp 2.773 per per halaman.

Minta kepada pengacara Anda, semua salinan korespondensi terkait kasus Anda. Kadang si pengacara akan memberikan salinan atau tembusan (“cc”) kepada Anda semua terkait korespondensi yang dilakukan, dan mestinya ini sudah Anda pegang. Jika belum, mintalah.

Pastikan Anda meminta semua catatan setiap percakapan telepon. Meski Anda tak bisa mendapat transkripsinya, banyak pengacara yang menyimpan catatan tertulis berisi ringkasan percakapan telepon, termasuk panjang percakapan tersebut.

Bandingkan tagihan dengan berkas permohonan dan korespondensi. Setiap tagihan untuk mengonsep surat permohonan atau menyiapkan korespondensi harus sesuai dengan korespondensi atau permohonan yang disiapkan.

Perhatikan baik-baik tanggalnya. Jika sebuah mosi berstempel tanggal tercatat diisi pada hari Senin, sementara klaim tagihannya tertulis pada hari Rabu, berarti pengacara Anda tidak menyimpan catatan tagihan yang akurat.

Teliti besaran pembayaran yang wajar di daerah Anda. Ini mungkin sulit dilakukan, dan informasi di Internet biasanya salah. Cobalah menelepon beberapa pengacara lain di daerah itu, dan tanyakan berapa bayaran mereka untuk menangani kasus Anda. Biaya konsultasi biasanya gratis.

Memastikan loyalitas

Pastikan bahwa pengacara Anda masih mewakili kepentingan Anda. Seorang pengacara diwajibkan memenuhi apa pun keinginan Anda, selama masih dalam batas hukum. Namun kadang pengacara berhenti begitu saja melindungi kepentingan kliennya.

Pelajari dokumen permohonan dan korespondensi pengacara Anda. Pastikan isi permohonan yang diajukan pengacara sesuai dengan keinginan Anda. Jika beda, berarti dia tidak loyal kepada Anda.

Seorang pengacara tidak harus menyetujui jalan keluar yang Anda inginkan. Sebagai contoh, jika Anda menginginkan hak asuh penuh atas anak-anak Anda, dan hukum mengizinkan demikian, maka pengacara harus semaksimal mungkin mewujudkan tercapainya hal tersebut buat Anda, tak peduli dia suka atau tidak.

Namun demikian, pengacara Anda hanya dapat mencari solusi yang sah secara hukum. Jika Anda menginginkan hak asuh penuh sementara hukumnya menegaskan pembagian hak asuh, jangan menyalahkan pengacara Anda kalau tak mampu mendapatkan solusi yang jelas-jelas dimentahkan hukum.

Jika Anda tak yakin solusi yang Anda cari tersedia secara hukum, minta kepada pengacara Anda untuk ditunjukkan undang-undang atau pendapat yang menegaskan demikian.

Identifikasikan semua informasi penting yang tidak disampaikan kepada Anda. Jika Anda melihat dalam korespondensi dari pihak lawan adanya informasi yang menurut Anda penting, pastikan bahwa pengacara sudah menyampaikan hal ini kepada Anda. Seorang pengacara diwajibkan untuk membagi informasi kepada Anda, agar dapat memilih dengan benar.

Terutama, jika pihak lawan setuju untuk menyelesaikan kasus, maka pengacara Anda harus menyampaikan informasi tersebut kepada Anda, bahkan bila menurutnya jumlah uang penyelesaiannya terlalu rendah. Setuju atau tidak untuk menyelesaikan perkara hukum, itu terserah Anda, bukan pengacara.

Catat berapa lama waktu yang dihabiskan pengacara sebelum akhirnya merespons Anda. Sekitar seminggu adalah waktu standar untuk setiap kantor yang sibuk, meski idealnya dalam hitungan hari. Jika pengacara Anda tidak pernah merespons komunikasi Anda, berarti dia tidak cukup niat bertindak mewakili Anda.

Baca lanjutannya: Panduan Lengkap Berurusan dengan Pengacara (2)

Related

Business 8754202145551522430

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item