Tips agar Air yang Kita Minum Benar-benar Sehat

Tips agar Air yang Kita Minum Benar-benar Sehat

Naviri.Org - Manusia membutuhkan air, yang salah satunya untuk minum. Kebutuhan minum adalah kebutuhan yang sangat penting, karena manusia nyatanya butuh minum agar tetap dapat hidup. Karenanya, bisa dipastikan setiap hari kita akan minum, yang salah satunya minum air putih.

Terkait konsumsi air putih, sebagian orang mengandalkan air ledeng, air sumur, ada pula yang lebih suka meminum air kemasan yang banyak dijual di pasaran. Manakah yang lebih baik? Jawabannya tentu saja tergantung masing-masing orang. Karena, bagaimana pun, orang memilih sesuatu—termasuk air—dilatari alasan dan latar belakang tertentu.

Namun, yang perlu diperhatikan, air minum yang kita konsumsi sebaiknya benar-benar dapat dipastikan kebersihan dan kesehatannya. Pasalnya, banyak air yang sebenarnya terkontaminasi bakteri, yang dapat mengganggu kesehatan. Hal itu tidak hanya terjadi pada air sumur atau air ledeng, tapi juga pada air kemasan.

Bila merujuk pada riset Badan Pusat Statistik yang bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan UNICEF di Yogyakarta pada 2015 perihal Survei Kualitas Air (SKA), mayoritas air konsumsi di Yogyakarta mengandung bakteri E.coli.

Dalam laporannya, BPS menemukan fakta bahwa 89 persen sumber air minum rumah tangga di sana terkontaminasi bakteri yang dapat menyebabkan diare hingga infeksi usus serius.

Memang, bila berbicara proporsi, sampel pada survei tersebut lebih banyak dilakukan kepada air minum dengan sumber sumur terlindungi (kerek), yakni sebesar 29,1 persen. Kedua, sumber air minum berasal dari pompa (21,2 persen), dan ketiga air kemasan (19,7 persen).

"Persentase sampel air siap minum (termasuk air kemasan atau isi ulang) yang terkontaminasi E.coli sebesar 67,1 persen," tulis laporan tersebut.

Jadi, pilih mana? Air kemasan, sumur terlindungi, atau pompa air tanah? Apapun itu, sepertinya tak menjamin kebersihan 100 persen.

Jika memilih air mineral, pastikan merek yang dibeli sudah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan SNI (Standar Nasional Indonesia).

Kalau tetap ingin menggunakan air keran, uji kualitas air ke dinas kesehatan terdekat. Jika sudah dinyatakan bebas bakteri, virus, atau racun, rebus dulu hingga mendidih, diamkan sekitar 10 menit, baru matikan kompor. Setelah itu, air keran itu siap diminum.

Baca juga: Sejarah dan Asal Usul Air Minum Kemasan di Indonesia

Related

Health 1825915892164760604

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item