8 Pengasuh Anak Mengungkap Kehidupan Majikannya yang Kaya-raya

8 Pengasuh Anak Mengungkap Kehidupan Majikannya yang Kaya-raya

Naviri.Org - Orang-orang kaya-raya, atau bahkan super kaya, umumnya memiliki pengasuh anak, yang ditugaskan untuk merawat dan menemani si anak dalam keseharian. Biasanya, orang tua dalam keluarga kaya-raya tak punya waktu mengasuh anak, karena mereka sama-sama sibuk di luar rumah. Sang suami sibuk kerja, dan begitu pula si istri. Karena itulah, anak-anak mereka hidup bersama pengasuh atau babysitter.

Karena setiap hari ada di rumah majikannya, dan mengasuh anak-anak mereka, para pengasuh itu pun bisa melihat seperti apa kehidupan majikannya yang kaya-raya. Belakangan, mereka dipertemukan di situs Reddit, dan ada delapan pengasuh anak yang saling curhat dan menceritakan kehidupan majikan mereka yang kaya-raya. Dilansir dari Daily Mail, berikut ini kisah mereka.

“Ayah anak yang aku asuh memiliki anak perempuan berusia lima tahun dari wanita lain. Dia bahkan membangun keluarga dengan wanita itu selama lima tahun. Istrinya, majikanku, tidak mengetahui hal itu,” tulis pengasuh anak dengan identifikasi diri nomor satu.

“Kursi goyang seharga Rp 10 juta datang dengan warna yang salah. Mereka (majikan kaya raya) tidak menggantinya. Mereka membuangnya, dan membeli yang baru dengan warna lain,” tulis pengasuh nomor dua.

“Kedua anak perempuan majikanku bertengkar merebutkan rumah Barbie. Majikanku, ibu kedua anak perempuan itu, menenangkan mereka dengan membawa anak-anak ke butik American Girl untuk membeli boneka berserta rumah boneka baru. Lalu, dia mengajak kedua putrinya ke salon. Majikanku hanya ingin anak-anaknya tak saling berteriak lagi di rumah,” jelas pengasuh nomor tiga.

“Aku pernah bekerja bersama seorang pengasuh anak, yang pernah mengasuh anak keluarga konglomerat Asia. Keluarga itu punya tujuh anak. Anak sulung mereka adalah perempuan yang benar-benar dikandung dan dilahirkan sang istri. Namun, enam lainnya menggunakan ibu pengganti, karena istrinya malas kembali hamil. Pasangan konglomerat Asia itu juga menggunakan teknologi selektif gender sehingga keenam anaknya adalah lelaki,” urai pengasuh nomor empat.

“Aku mengasuh anak majikanku semenjak lahir. Sementara itu, majikanku tidak setiap hari menengok ke kamar bayinya,” ungkap pengasuh nomor empat. 

“Aku bekerja di sebuah rumah besar, dan aku baru satu kali melihat suami majikanku ada di rumah. Lalu, majikan perempuanku selalu ada di luar rumah semenjak jam enam pagi hingga sembilan malam. Dia tidak pernah menanyakan soal anaknya yang masih balita,” terang pengasuh nomor lima.

“Hal yang paling sering aku lihat dari anak-anak majikanku, mereka tidak terlalu bahagia dengan hadiah dan mainan baru setiap hari. Sebab, dua hal itu sudah menjadi keseharian mereka,” jelas pengasuh nomor enam.

“Pada hari raya Natal, anak-anak kelelahan karena membuka hadiah yang memenuhi lantai rumah, seolah bentangan karpet di sebuah lantai yang super luas,” sebut pengasuh nomor tujuh.

“Lemari anak-anak perempuan yang belum lagi berusia tujuh tahun penuh dengan busana dari Burberry, Ralph Lauren, Vineyard Vines. Bahkan, tas ransel anak yang aku asuh seharga 85 dollar AS. Anak yang aku asuh itu usianya baru enam tahun,” urai pengasuh nomor delapan.

Baca juga: Hadiah-hadah Paling Unik dan Paling Aneh di Dunia

Related

World's Fact 6243350603167477637

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item