Mengenal Max Planck, Tokoh Perumus Teori Kuantum

  Mengenal Max Planck, Tokoh Perumus Teori Kuantum

Naviri Magazine - Sampai tahun 1900, para pakar fisika menganggap bahwa radiasi elektromagnet bersifat kontinu, hingga Max Planck mengajukan gagasan bahwa radiasi elektromagnet bersifat diskret (suatu benda hanya dapat memancarkan atau menyerap radiasi elektromagnet dalam ukuran atau partikel-partikel kecil dengan nilai tertentu). Partikel energi itu dinamakan kuantum.

Sebelumnya, pada 1899, Planck menemukan sebuah konstanta dasar, yang dinamakan konstanta Planck, yang salah satunya digunakan untuk menghitung energi foton. Pada tahun itu pula dia menjelaskan unit Planck yang merupakan unit pengukuran berdasarkan konstanta fisika dasar. Satu tahun kemudian, dia menemukan hukum radiasi panas, yang dinamakan hukum radiasi badan hitam Planck. Hukum itulah yang menjadi dasar teori kuantum.

Kemudian, Albert Einstein membuktikan teori kuantum tersebut, dan menghasilkan kenyataan bahwa radiasi elektromagnet mempunyai sifat partikel. Partikel radiasi elektromagnet itu dinamakan foton.

Pada tahun 1905, Einstein juga menggunakan konsep tersebut untuk menjelaskan efek fotoelektrika, dan Niels Bohr menggunakannya pada tahun 1913 dalam teorinya mengenai struktur atom.

Ketika Max Planck memperoleh Nobel Fisika pada tahun 1918, penghargaan itu menegaskan kebenaran hipotesanya, dan betapa pentingnya penemuan tersebut dalam teori fisika.

Dalam dunia fisika umumnya, Planck dianggap sebagai Bapak Mekanika Kuantum. Meski perannya tidak terlalu besar dalam perkembangan teori selanjutnya, namun teori kuantum yang dirumuskannya itu sangat penting artinya karena telah memungkinkan orang-orang sesudahnya untuk menyusun teori yang lebih jernih sebagaimana kemudian kita kenal sekarang.

Max Karl Ernst Ludwig Planck lahir di Kiel, 23 April 1858. Ia mendapatkan pendidikan fisikanya di Universitas M√ľnchen pada tahun 1874, dan lulus pada tahun 1879. Pada tahun 1880 ia mengajar di universitas tersebut, lalu pindah ke Kiel pada 1885.

Pada tahun 1913, dia menjadi kepala Universitas Berlin. Selama karirnya, ia menjabat sebagai kepala Perkumpulan Fisikawan Jerman (Deutsche Physikalische Gesellschaft), dan mengepalai Kaiser-Wilhelm-Gesellschaft zur Förderung der Wissenschaften (Persatuan-Kaisar-Wilhelm untuk Peningkatan dalam Sains).

Ia meningal dunia  di Goettingen, 4 Oktober 1947, dalam usia 89 tahun.

Baca juga: 10 Orang dengan Otak Paling Pintar di Zaman Modern

Related

Science 3635359776730529532
item