Ternyata, Limbah Beracun Mengubah Nyanyian Burung

 Ternyata, Limbah Beracun Mengubah Nyanyian Burung

Naviri Magazine - Banyak pihak tak bertanggung jawab yang seenaknya membuang limbah beracun ke sungai atau ke tempat-tempat di alam, tanpa memperhitungkan dampaknya terhadap lingkungan. Padahal, limbah beracun dapat mempengaruhi banyak hal terkait lingkungan tempat pembuangannya. Dari mempengaruhi pepohonan, kesuburan tanah, hingga kesehatan manusia.

Belakangan, peneliti bahkan menemukan bahwa limbah beracun ternyata juga berdampak pada nyanyian burung-burung.

Tim peneliti Laboratorium Ornitologi Universitas Cornell di Amerika Serikat menemukan inkonsistensi pada nyanyian burung yang dipicu kontaminan pada sedimen Sungai Hudson di New York.

Tim peneliti yang dipimpin Sara DeLeon itu mempelajari populasi burung penyanyi chickadee hitam (Poecile atricapillus) dan pipit lagu (Melospiza melodia) yang bersarang di sepanjang lembah Sungai Hudson. Daerah itu tercemar limbah PCB dari industri manufaktur elektronik di hulu sungai.

PCB alias polychlorinated biphenyls adalah polutan kimia sintetis, yang bisa memicu efek toksik, dan mengganggu perkembangan pada manusia dan satwa liar.

Kontaminan toksik itu memasuki tubuh burung lewat makanan. Induk burung memberi makan anaknya dengan serangga dari sedimen sungai yang tercemar. Beberapa burung mengonsumsi serangga tercemar itu sepanjang hidupnya, sehingga meningkatkan konsumsi PCB dalam tubuhnya.

Untuk mengetahui dampak kontaminan terhadap perubahan nyanyian burung, DeLeon dan rekan-rekannya mengamati dan merekam nyanyian kedua populasi burung. Mereka juga mengukur kadar dan mengidentifikasi varian PCB di sepanjang sungai.

Penelitian menunjukkan bahwa kadar PCB dalam darah burung chickadee hitam dan pipit lagu selaras dengan daerah yang tercemar.

"Chickadee hitam menunjukkan variasi nyanyian yang lebih beragam. Ada perubahan rasio 'glissando' pada nada pertama nyanyian mereka yang berisi dua nada, yaitu 'fee-bee, fee-bee'," ujar DeLeon, seperti dilansir laman Science Daily.

Nyanyian burung pipit lagu juga menunjukkan perubahan getaran suara, yang diduga akibat terpapar jenis molekul PCB yang kurang beracun.

DeLeon mengatakan, di daerah yang terpolusi PCB, sinyal identitas spesifik dalam nyanyian chickadee hitam menjadi lebih bervariasi secara signifikan. Variasi getaran suara dalam nyanyian burung pipit lagu di daerah tercemar PCB juga menjadi beragam.

"PCB dapat mempengaruhi produksi lagu, sebuah komponen penting dalam komunikasi di dunia burung," ujar DeLeon. Perubahan kualitas nyanyian dua populasi burung itu juga sekaligus menjadi indikator efek beracun PCB terhadap lingkungan di sepanjang Sungai Hudson.

Baca juga: 200 Juta Tahun Lalu, Semua Hewan di Bumi Adalah Reptil

Related

Science 7344172453816436997

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item