Tanggapan Pemerintah Atas Munculnya Iklan di Film Bioskop

 Tanggapan Pemerintah Atas Munculnya Iklan di Film Bioskop

Naviri Magazine - Baru-baru ini, para penonton film di bioskop Indonesia terkejut mendapati munculnya iklan di film. Munculnya iklan itu mengagetkan, karena selama ini film di bioskop bersih dari iklan, karena penonton pun harus membayar untuk bisa masuk ke tempat pemutaran film.

Yang lebih mengejutkan, iklan yang muncul itu adalah iklan berbau pemerintah. Karenanya, banyak penonton yang seketika memprotes munculnya iklan tersebut, bahkan mencurigainya sebagai bagian dari kampanye politik.

Pihak Istana pun akhirnya angkat bicara menanggapi beragam respons yang disampaikan netizen mengenai iklan layanan masyarakat yang ditayangkan di bioskop. Iklan itu mengenai pembangunan infrastruktur dan capaian pemerintahan Joko Widodo. Ada yang menilai bahwa iklan ini bagian dari kampanye Jokowi.

Staf Khusus Presiden, Adita Irawati, mengatakan iklan tersebut bukan diproduksi oleh pihak Istana, melainkan kementerian.

"Itu iklan produksi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika. Bukan dari Istana," ujar Adita kepada media.

Kemenkominfo, lanjut Adita, memang bertugas menyampaikan program-program pemerintah, baik yang akan dilaksanakan, atau yang sudah dilaksanakan. Iklan di bioskop tentang pembangunan bendungan serta irigasi yang dipersoalkan sejumlah orang itu adalah bagian dari upaya Kemenkominfo menyampaikan apa program pemerintah yang sukses dilaksanakan.

"Jadi, dari kacamata Istana, itu adalah komunikasi pembangunan yang memang perlu dilakukan pemerintah, agar masyarakat mengetahui hasil-hasil pembangunan dan dapat memanfaatkannya untuk kehidupan sehari-hari," ujar Adita.

Oleh karena itu, ia membantah jika iklan itu dianggap sebagai kampanye Jokowi secara personal. "Jelas bukan kampanye," ujar dia.

Adita berpendapat, respons yang disampaikan netizen adalah bagian dari kebebasan berpendapat. "Ya silakan saja berpendapat demikian, yang paling penting kan sudah ada pengawasnya dari Bawaslu," ujar Adita.

Secara terpisah, Plt Kepala Biro Humas Kemenkominfo, Ferdinandus Setu, juga telah memberikan klarifikasi soal penayangan iklan itu di bioskop.

“Yang kami sampaikan tersebut bukan bagian dari kampanye. Kementerian Kominfo tidak sama sekali melakukan kampanye terkait dengan pencapresan Pak Jokowi pada periode mendatang,” ujar Ferdinandus.

Apa yang dilakukan oleh Kemenkominfo, menurut Ferdinandus, merupakan peran dan tugas yang sudah diamanahkan kepada kementeriannya untuk menjadi humas pemerintah atau government public relation.

Dia menambahkan, menyampaikan hasil kinerja pemerintah kepada masyarakat luas, termasuk dalam tugas Kemenkominfo sebagai humas pemerintah. Pemilihan bioskop sebagai media iklan pun didasari atas beberapa alasan. Ferdinandus mengatakan, salah satunya bioskop dinilai lebih efektif untuk menyampaikan pesan kepada khalayak.

Berbagai komentar diunggah netizen melalui media sosial, khususnya Twitter. Ada yang menganggap bahwa iklan pemerintah di bioskop tak pantas, karena merupakan ruang publik berbayar.

Sementara, ada pula yang menganggapnya bukan masalah karena bagian dari menyampaikan pesan kepada masyarakat, atas apa yang telah dikerjakan pemerintah.

Baca juga: Ribut-ribut Soal Iklan yang Muncul di Film Bioskop

Related

News 6475739752199627815

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item