Di Masa Depan, Manusia Tidak Lagi Menggunakan Smartphone

Di Masa Depan, Manusia Tidak Lagi Menggunakan Smartphone

Naviri Magazine - Ponsel pintar atau smartphone yang kita gunakan saat ini adalah hasil perjalanan panjang di dunia telekomunikasi. Jauh sebelum munculnya smartphone, ponsel sudah ada namun belum canggih. Dan jauh sebelum munculnya ponsel, komunikasi jarak jauh antar manusia diperantarai oleh telepon kabel.

Tahun 1915, Alexander Graham Bell membuat panggilan telepon pertama dari pantai ke pantai. Segera setelah itu, seorang pria di Virginia berkomunikasi dengan pria di Menara Eiffel dalam transmisi trans-Atlantik pertama.

Keberhasilan Bell membuatnya sempat dinobatkan sebagai penemu telepon. Namun, 113 tahun setelahnya, atau tahun 2002, Bell dinyatakan bukan sebagai penemu telepon. Penemu sebenarnya adalah Antonio Meucci, inovator dari Italia yang memang tak begitu terdengar namanya.

Meski bukan penemu telepon, Bell tetap seorang visioner. Ia membuat sejumlah prediksi. Salah satunya, Bell menyatakan bahwa suatu hari manusia akan berkomunikasi tanpa kabel. Alat baru tersebut akan "menggusur" pembuatnya, menggantikan telepon yang sebelumnya ikut dikembangkannya.

Kini, sejumlah ramalan Bell terbukti.

Bersamaan dengan terbuktinya ramalan Bell, muncul ramalan-ramalan berikutnya tentang masa depan umat manusia.

Tulisan yang terbit di Business Insider mengungkap bahwa banyak ahli, seperti Elon Musk yang mengembangkan teknologi antariksa, dan futurist Ray Kurzweil, menyatakan bahwa revolusi dalam komunikasi manusia akan terus terjadi dan mengubah manusia itu sendiri.

Saat ini, manusia terkagum-kagum dengan iPhone dan Samsung Galaxy S-8. Namun, sebenarnya telepon pintar yang ada saat ini secara umum hanya pengecilan wujud saja. Tadinya, telepon berukuran besar dan berkabel. Kini, telepon lebih kecil, nirkabel, dan mudah dibawa ke mana pun.

Pada masa depan, telepon pintar diramalkan akan sirna. Banyak perangkat tidak akan dibawa manusia, tetapi menyatu dengan manusia itu sendiri. Elon Musk lewat perusahaan barunya, Neuralink, misalnya, punya rencana membuat "tali saraf" yang akan menghubungkan otak dengan komputer secara langsung.

Ketika manusia telah menyatu dengan mesin, maka konsekuensinya sudah sulit dibayangkan. Para ahli teknologi hingga filsuf kini masih mendiskusikan bagaimana harus menyikapi perkembangan tersebut, termasuk bahayanya.

Saat komunikasi manusia dengan mesin itu tercipta, saat itulah telepon pintar dengan segala fiturnya sirna. Manusia takkan merasa perlu menggunakan perangkat yang digenggam ke mana-mana, sebab perangkat telah tersisip dalam organ tubuhnya.

Saat itu terjadi, manusia beserta perilaku dan dunianya akan menjadi sangat aneh dalam kacamata orang sekarang. Manusia akan memiliki kuasa jauh lebih tinggi daripada saat ini, baik dalam hal informasi maupun tubuhnya sendiri.

Baca juga: Perusahaan Raksasa Google Ternyata Berawal di Garasi Sempit

Related

Technology 7818981483274908434
item